Mewaspadai Bahaya Korupsi

MEWASPADAI BAHAYA KORUPSI Oleh Ustadz Abu Humaid Arif Syarifuddin Lc Menengok keadaan saat ini, betapa banyak orang yang melakukan perbuatan yang amat tercela ini. Bahkan hampir kita dapati dalam semua lapisan masyarakat, dari masyarakat yang paling bawah, menengah sampai kalangan atas. Khalayak pun kemudian menggolongkan para pelaku korupsi ini menjadi berkelas-kelas. Mulai koruptor kelas teri

Bila Budaya Korupsi Meracuni Birokrasi

BILA BUDAYA KORUPSI MERACUNI BIROKRASI Oleh Ustadz Zainal Abidin, Lc BUDAYA KORUPSI MAKIN BERKARAT Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kata korupsi bahkan rakyat jelata yang tinggal dipelosok desa pun mengenal korupsi. Gerakan anti korupsi digelar disetiap tempat, gerakan pemberatasan KKN digulirkan dan jihad melawan kriminal birokrasi ditegakkan dengan harapan prilaku insan birokrasi dan

Malang Nian Nasib Sang Koruptor

MALANG NIAN NASIB SANG KORUPTOR Oleh Ustadz Abu Ihsan al-Atsary Sungguh malang nasib para koruptor itu. Kekayaan hasil korupsi yang mereka kumpulkan ternyata tidak membawa manfaat apapun bagi mereka. Harta tidak berkah itu justeru menjadi sumber malapetaka. Di dunia mereka mendapat kehinaan dan ancaman hukuman yang berat. Di akhirat kelak telah menunggu siksa yang keras

Kewajiban Mengikuti Cara Beragamanya Sahabat

KEWAJIBAN MENGIKUTI CARA BERAGAMANYA SAHABAT Oleh Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat حفظه الله وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا Dan barangsiapa yang menentang/memusuhi Rasul sesudah nyata baginya al-hidayah (kebenaran) dan dia mengikuti selain jalannya orang-orang mu’min, niscaya akan Kami palingkan (sesatkan)

Kenapa Takut Kepada Islam

KENAPA TAKUT KEPADA ISLAM Oleh Syaikh Shalih bin Muhammad Aalu Thalib Kaum Muslimin Rahimakumullah Marilah kita benar-benar bertakwa kepada Allâh Azza wa Jalla dan berpegang-teguh sekuat-kuatnya dengan agama Islam. Allâh Azza wa Jalla berfirman : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allâh

Kafir Tidak Sama Dengan Non-Muslim

KAFIR TIDAK SAMA DENGAN NON-MUSLIM[1] Allâh Azza wa Jalla telah menciptakan makhluk agar mereka beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla dan menjadikan fithrah mereka di atas tauhid dan ketaatan kepada-Nya, namun kemudian diantara mereka ada yang kufur. Allâh Azza wa Jalla berfirman : وَلَٰكِنِ اخْتَلَفُوا فَمِنْهُمْ مَنْ آمَنَ وَمِنْهُمْ مَنْ كَفَرَ Akan tetapi mereka berselisih,

Ketika Harus Memilih

KETIKA HARUS MEMILIH Oleh Ustadz Dr.Erwandi Tarmidzi, MA Kehidupan penuh dengan pilihan antara yang baik dan buruk, antara maslahat dan mafsadat. Dan sangat banyak sekali kaidah-kaidah syar’i yang membantu kita untuk menentukan pilihan. Berikut ini kami ringkaskan kaidah-kaidah dalam memilih yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Makalah ini diringkas dari disertasi pada jurusan

Agama Adalah Nasihat

AGAMA ADALAH NASIHAT Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله  Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: عَنْ أَبِيْ رُقَيَّةَ تَمِيْمِ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ  ، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ  أَنَّهُ قَالَ: اَلدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، قَالُوْا: لِمَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: لِلهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُوْلِهِ، وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ. Dari Abi Ruqayyah, Tamim bin Aus ad-Dari[1]Radhiyallahu anhu, dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa

Tiga Perkara Yang Jika Ada Pada Seseorang, Dia Akan Merasakan Manisnya Iman

TIGA PERKARA YANG JIKA ADA PADA SESEORANG, DIA AKAN MERASAKAN MANISNYA IMAN Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُـحِبَّ الْمَرْءَ لَا

Karamah Para Wali

KARAMAH PARA WALI Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله Diantara prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah yaitu membenarkan (mempercayai) karamah para wali dan hal-hal luar biasa yang Allâh Azza wa Jalla tunjukkan melalui mereka.[1] Masalah karamah para wali, telah dibahas oleh para Ulama Ahlus Sunnah karena ada golongan yang mengingkari keberadaan karamah para wali.