Kategori Kitab : Hari Kiamat (2)

Tanda-Tanda Besar Kiamat

Sabtu, 3 Nopember 2012 23:05:49 WIB

Benar, al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menggabungkan antara (riwayat yang menjelaskan) bahwa keluarnya Dajjal adalah yang pertama kali dan (riwayat yang menjelaskan) bahwa terbitnya matahari dari barat adalah yang pertama kali, beliau berkata, “Pendapat yang paling kuat dari keseluruhan riwayat bahwa keluarnya Dajjal adalah tanda besar pertama yang mengisyaratkan perubahan keadaan secara umum di muka bumi, hal itu berakhir dengan wafatnya Nabi ‘Isa Alaihissallam. Sedangkan terbitnya matahari dari arah barat adalah tanda besar pertama yang mengisyaratkan perubahan alam atas (susunan tata surya), hal itu berakhir dengan datangnya Kiamat, dan saya kira keluarnya binatang besar (dari perut bumi) terjadi pada hari itu di mana matahari terbit dari barat.” Kemudian beliau berkata, “Hikmah dalam hal itu bahwa ketika matahari terbit dari barat, pintu taubat ditutup, lalu binatang besar keluar. Binatang besar ini akan membedakan antara seorang mukmin dan kafir, sebagai penyempurna dari tujuan penutupan pintu taubat, dan tanda pertama yang mengisyaratkan tegaknya Kiamat adalah api yang mengumpulkan manusia.” Adapun al-Hafizh Ibnu Katsir berpendapat bahwa keluarnya binatang besar yang aneh merupakan tanda Kiamat besar pertama yang terjadi di muka bumi (alam bawah), karena binatang yang berbicara dengan manusia dan membedakan antara seorang mukmin dan kafir adalah hal yang menyelisihi kebiasaan. sementara terbitnya matahari dari barat, maka hal itu merupakan hal yang sangat jelas dan merupakan tanda Kiamat pertama yang terjadi di langit.

Pasal Pertama : Al-Mahdi

Sabtu, 3 Nopember 2012 22:26:52 WIB

Pada akhir zaman akan keluar seorang laki-laki dari kalangan Ahlul Bait, Allah akan mengokohkan agama Islam dengannya, dia akan menjadi pemimpin selama tujuh tahun. Bumi akan dipenuhi dengan keadilan sebagaimana sebelum-nya dipenuhi dengan kezhaliman. Semua umat merasakan kenikmatan pada masanya dengan kenikmatan yang belum dirasakan sebelumnya; bumi me-ngeluarkan berbagai tumbuhan, langit menurunkan hujan, dan harta akan dilimpahkan tanpa batas. Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Pada masanya, buah-buahan sangat melimpah, banyak tanaman tumbuh subur, harta melimpah, pemerintahan kuat, agama tegak, musuh tunduk, dan kebaikan langgeng di hari-harinya.” Nama laki-laki tersebut seperti nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan nama bapak-nya seperti nama bapak Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka nama beliau adalah Muhammad -atau Ahmad- bin ‘Abdillah. Beliau berasal dari keturunan Fathimah binti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan dari keturunan al-Hasan bin ‘Ali Radhiyallahu anhuma. Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang al-Mahdi, “Dia adalah Muhammad bin ‘Abdillah al-‘Alawi, al-Fathimi, al-Hasani.” Dan sifatnya yang diterangkan dalam riwayat bahwa beliau memiliki dahi yang lebar, dan hidung yang mancung.

Pasal Pertama : Dalil-Dalil dari as-Sunnah Yang Menunjukkan Akan Kedatangan al-Mahdi

Sabtu, 3 Nopember 2012 05:59:56 WIB

Dan Allah memenuhi hati umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kekayaan (rasa puas), meliputi mereka dengan keadilannya, sehingga dia memerintah seorang penyeru, maka penyeru itu berkata, ‘Siapakah yang memerlukan harta?’ Lalu tidak seorang pun berdiri kecuali satu orang. Dia (al-Mahdi) berkata, ‘Temuilah penjaga (gudang harta) dan katakan kepadanya, ‘Sesungguhnya al-Mahdi memerintahkan mu untuk memberikan harta kepadaku.’ Kemudian dia (penjaga) berkata kepadanya, ‘Ambillah sedikit!’ Sehingga ketika dia telah menyimpan di pangkuannya dan menampak-kannya, dia menyesal dan berkata, ‘Aku adalah umat Muhammad yang jiwanya paling rakus, atau aku tidak mampu mencapai apa yang mereka capai?’” Beliau berkata, “Lalu dia mengembalikannya dan harta itu tidak diterima, maka para penjaga gudang harta berkata padanya, ‘Sesungguhnya kami tidak menerima apa-apa yang telah kami berikan.’ Demikian-lah yang akan terus terjadi selama tujuh tahun atau delapan tahun atau sembilan tahun, kemudian tidak ada lagi kehidupan yang baik setelah itu.” Atau beliau berkata, “Kemudian tidak ada lagi hidup yang baik se-telahnya.

Pasal Pertama : Dalam Shahiih al-Bukhari Dan Shahiih Muslim Yang Memiliki Keterkaitan al-Mahdi

Jumat, 2 Nopember 2012 09:48:38 WIB

Hadits-hadits yang terdapat dalam ash-Shahiihain ini menunjukkan dua hal: Pertama, bahwa ketika ‘Isa bin Maryam Alaihissallam turun dari langit, maka orang yang akan mengatur urusan kaum muslimin adalah seorang laki-laki dari kalangan mereka. Kedua, bahwa kehadiran pemimpin mereka untuk melakukan shalat, dan mengimami kaum muslimin, serta permohonannya kepada Nabi ‘Isa agar maju menjadi imam bagi shalat mereka, semua ini menunjukkan keshalihan pemimpin tersebut dan keadaannya yang berada di dalam petunjuk (hidayah). Hadits tersebut walaupun tidak mengandung penyebutan yang jelas dengan kata al-Mahdi, namun hadits tersebut menunjukkan kepada seorang laki-laki shalih yang menjadi imam bagi kaum muslimin saat itu. Telah diriwayatkan berbagai hadits di dalam kitab-kitab as-Sunan, Musnad dan selainnya yang memberikan penafsiran terhadap hadits-hadits yang ada di dalam ash-Shahiihain, dan menunjukkan bahwa laki-laki shalih tersebut bernama Muhammad bin ‘Abdillah, yang dijuluki dengan al-Mahdi, sedangkan as-Sunnah saling menafsirkan satu sama lainnya. Di antara hadits-hadits yang menunjukkan hal itu adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Harits bin Abi Usamah dalam Musnadnya dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhuma.

Pasal Pertama : Kemutawatiran Hadits-Hadits Tentang al-Mahdi

Jumat, 2 Nopember 2012 07:35:16 WIB

Hadits-hadits yang telah kami sebutkan sebelumnya juga yang tidak kami nukil pada pembahasan ini -khawatir terlalu panjang- menunjukkan bahwa hadits-hadits yang menerangkan al-Mahdi memiliki derajat mutawatir ma’nawi (mutawatir secara makna) dan hal itu telah dinyatakan oleh para imam. Pada kesempatan ini kami akan menyebutkan sebagian pernyataan mereka. Al-Hafizh Abul Hasan al-Abari berkata, “Khabar-khabar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang al-Mahdi telah mencapai derajat mutawatir, sesungguhnya dia dari kalangan Ahlul Bait. Dia berkuasa selama tujuh tahun, memenuhi bumi dengan keadilan, dan Nabi ‘Isa Alaihissallam akan turun lalu membantunya untuk membunuh Dajjal. Dia (al-Mahdi) mengimami shalat umat Islam, dan Nabi ‘Isa shalat di belakangnya.” Muhammad al-Barzanzi rahimahullah dalam kitabnya al-Isyaa’ah li Asyraathis Saa’ah berkata, “Bab ketiga tentang tanda-tanda besar Kiamat yang ber-lanjut dengan kedatangan Kiamat, dan hal itu banyak sekali, di antaranya adalah al-Mahdi, sebagai tanda yang pertama. Dan ketahuilah bahwa hadits-hadits yang menjelaskannya dengan berbagai redaksi yang berbeda hampir-hampir tidak tidak dapat dihitung.” Beliau pun berkata, “Engkau telah mengetahui tentang hadits-hadits yang menjelaskan akan keluarnya al-Mahdi..

Pasal Pertama : Orang Yang Mengingkari Hadits-Hadits Tentang Al-Mahdi Dan Bantahan Terhadap Mereka

Rabu, 31 Oktober 2012 23:00:34 WIB

Dan jika memang ada riwayat maudhu’ (palsu) tentang al-Mahdi akibat sikap fanatik kesukuan, maka sesungguhnya hal itu tidak menjadikan kita meninggalkan berbagai riwayat shahih tentangnya. Sementara berbagai riwayat shahih telah menjelaskan namanya dan nama bapaknya, lalu jika ada manusia yang menentukan seseorang dan mengaku bahwa ia adalah al-Mahdi tanpa didukung dengan hadits-hadits shahih yang menjelaskannya, maka sesungguhnya hal itu tidak menjadikan pengingakaran terhadap al-Mahdi yang disebutkan di dalam hadits. Kemudian sesungguhnya al-Mahdi yang sebenarnya sama sekali tidak membutuhkan seseorang yang mempropagandakannya, akan tetapi Allah-lah yang akan menampakkannya jika Dia menghendaki, dan manusia akan mengenalnya dengan berbagai tanda yang menunjukkannya. Adapun sangkaan adanya kontradiksi riwayat-riwayat yang ada, maka hal itu ada di beberapa riwayat yang tidak shahih, adapun hadits-hadits shahih sama sekali tidak me-ngandung kontradiksi. Hanya milik Allah-lah segala puji. Demikian pula tentang penyelisihan Syi’ah terhadap Ahlus Sunnah (dalam masalah al-Mahdi) tidak perlu dihiraukan, sebab penentu yang adil adalah al-Kitab juga as-Sunnah yang shahih, sementara berbagai cerita dusta dari orang-orang Syi’ah dan berbagai kebathilan mereka, maka tidak boleh dijadikan acuan untuk menolak hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

First  Prev  1  2  3  4  5  6  Next  Last

Bismillaahirrahmaanirrahiim Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Rasul termulia, juga kepada seluruh keluarga dan shahabatnya. Amma ba'du. Website almanhaj.or.id adalah sebuah media dakwah sangat ringkas dan sederhana, yang diupayakan untuk ikut serta dalam tasfiyah (membersihkan) umat dari syirik, bid'ah, serta gerakan pemikiran yang merusak ajaran Islam dan tarbiyah (mendidik) kaum muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni dan mengajak mereka kepada pola pikir ilmiah berdasarkan al-Qur'an dan as-Sunnah dengan pemahaman Salafush Shalih. Kebenaran dan kebaikan yang anda dapatkan dari website ini datangnya dari Allah Ta'ala, adapun yang berupa kesalahan datangnya dari syaithan, dan kami berlepas diri dari kesalahan tersebut ketika kami masih hidup ataupun ketika sudah mati. Semua tulisan atau kitab selain Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahihah dan maqbul, mempunyai celah untuk dikritik, disalahkan dan dibenarkan. Barangsiapa yang melihat adanya kesalahan hendaknya meluruskannya. Hati kami lapang dan telinga kami mendengar serta bersedia menerima. Semoga Allah menjadikan upaya ini sebagai amalan shalih yang bermanfaat pada hari yang tidak lagi bermanfaat harta dan anak-anak, melainkan orang yang menemui Rabb-nya dengan amalan shalih. Jazaakumullahu khairan almanhaj.or.id Abu Harits Abdillah - Redaktur Abu Khaulah al-Palimbani - Web Admin