Kunci-Kunci Rizki Menurut Al-Qur'an Dan As-Sunnah

Di antara hal yang menyibukkan hati kebanyakan umat Islam adalah mencari rizki. Dan menurut pengamatan, sejumlah umat Islam memandang bahwa bepegang kepada Islam akan mengganggu rizki mereka. Tidak hanya sebatas itu, bahkan lebih parah dan menyedihkan lagi bahwa ada sejumlah orang yang masih mau menjaga sebagian kewajiban syariat Islam tetapi mereka mengira bahwa jika ingin mendapatkan kemudahan di bidang materi dan kemapanan ekonomi, hendaknya menutup mata dari sebagian hukum-hukum Islam, terutama yang berkenaan dengan halal dan haram. Mereka itu lupa atau pura-pura lupa bahwa Sang Khaliq Azza wa Jalla tidak mensyariatkan agamaNya hanya sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam perkara-perkara akhirat dan kebahagiaan mereka di sana saja, tetapi Allah mensyaratkan agama ini juga untuk menunjuki manusia dalam urusan kehidupan dan kebahagian mereka di dunia.
 

Koreksi Total Masalah Politik Dan Pemikiran Dalam Perspektif Al-Qur'an Dan As-Sunnah

Para pemikir-pemikir Barat mulai menyuarakan melalui mimbar-mimbar ilmiah mereka, bahwasanya peperangan budaya dan ideologi telah dimulai. Dan peperangan antara konsep Islami dan konsep pemikiran sekuler telah dinyatakan terang-terangan. Oleh karena itu dapat kita simpulkan bahwa kaum muslimin harus menyatukan barisan mereka dan memadukan visi dan misi mereka. Dan mereka harus mempelajari manhaj Islami yang benar. Ulama-ulama yang berbicara dalam kesempatan ini adalah ulama-ulama dan pemikir-pemikir Islam yang handal. Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Baz adalah mufti Kerajaan Saudi Arabia merangkap ketua umum Lembaga Riset, Fatwa, Dakwah dan Bimbingan Islam. Kemudian Fadhilatusy Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, beliau adalah anggota Lembaga Riset, Fatwa, Dakwah dan Bimbingan Islam Saudi Arabia dan mantan Dekan Ma'had 'Ali Lil Qadha.
 

Dialog Politik Dan Pemikiran Bersama Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz

Beliau juga menjelaskan sebuah kaidah yang disepakati yaitu tidak boleh menghilangkan kejahatan dengan kejahatan yang lebih buruk dari sebelumnya, namun mesti perkara yang benar-benar menghilangkan kejahatan itu atau menguranginya. Adapun menolak kejahatan dengan kejahatan yang lebih besar jelas dilarang berdasarkan kesepakatan kaum muslimin. Beliau juga menegaskan bahwa dalam kondisi semacam itu wajib banyak-banyak bersabar, patuh dan taat dalam perkara-perkara ma’ruf serta menasihati penguasa, dan berupaya menekan kejahatan dan meminimalkannya serta menyebar sebanyak-banyaknya nilai-nilai kebaikan. Usaha seperti itu akan mendatangkan maslahat bagi segenap kaum muslimin. Sebab dengan begitu keamanan dan keselamatan kaum muslimin dari kejahatan yang lebih besar dapat terjaga.
 

Dialog Politik Dan Pemikiran Bersama Syaikh Shalih Bin Fauzan Al-Fauzan

Diantara aspek yang terpenting yang beliau singgung dalam dialog ini adalah yang berkaitan dengan munculnya gejala vonis kafir terhadap kaum muslimin yang menjadi problematika dan tantangan besar masyarakat muslim di berbagai belahan dunia. Terlebih lagi disertai munculnya gejala-gejala negatif yang dapat disaksikan akhir-akhir ini. Yaitu ketika oknum-oknum tersebut mulai menuangkan prinsip-prinsip menyimpang mereka di lapangan. Beliau juga menjelaskan maksud diberikannya sebuah nasihat, bagaimana caranya dan fase-fasenya. Semua itu beliau jelaskan dalam jawaban terhadap beberapa pertanyaan yang menyangkut permasalahan di atas yang banyak dihadapi kaum muslimin pada hari ini.
 

Dialog Politik Dan Pemikiran Bersama Syaikh Shalih Bin Ghanim As-Sadlan

Beliau juga menjelaskan bahwa Dienul Islam datang dengan membawa kaidah-kaidah yang sangat agung yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah tidak dibolehkan merubah kemungkaran dengan mendatangkan kemungkaran yang lebih parah dari sebelumnya dan jangan sampai proses merubah kemungkaran itu menimbulkan mafsadat yang lebih besar lagi. Sebab Dien yang mulia ini diturunkan untuk mendatangkan maslahat bagi umat manusia dan menolak mafsadat. Beliau mengajak umat ini agar berjalan di atas manhaj Salafus Shalih, menghormati ulama dan orang-orang yang senior di antara mereka. Hingga sekalipun seseorang merasa maslahat yang dikatakannya lebih besar dari maslahat yang dikatakan oleh ulama.
 

Bolehkah Rumah Tangga Beda Agama?

Meskipun buku ini sangat ringkas, penulis berharap mampu menjelaskan persoalan penting dalam kehidupan kaum muslimin dengan tepat. Hal tersebut berdasarkan pada beberapa alasan yang mendorong penulis untuk memilih tema ini, yaitu : Karena urgensi tema itu sendiri. Yaitu akan mampu menyelesaikan salah satu persoalan yang dibutuhkan oleh kaum muslimin, khususnya pada masa sekarang. Sebab, saat ini telah banyak kaum muslimin yang bepergian ke negeri-negeri kafir, dan begitu mudahnya mereka berinteraksi dengan penduduk setempat, baik apakah kepergian mereka itu untuk tujuan belajar, berniaga atau tujuan-tujuan yang lain..... Bahkan ada pula dari mereka yang bepergian ke negeri-negeri tersebut karena ingin menikah dengan orang-orang kafir... Oleh karena itu, harus dijelaskan hukum Islam mengenai masalah tersebut. Alasan ini ditinjau dari hukum seorang muslim menikah dengan orang kafir, kemudian juga banyak orang-orang kafir dari berbagai agama dan kepercayaan memeluk Islam, dan tidak sedikit yang masuk Islam itu dalam keadaan telah berkeluarga... Setelah masuk Islam, muncul tanda tanya, apakah pernikahan pada saat masih kafir itu sah?
 
BAHASAN :