Bahaya Mengumbar Aurat

Orang yang mengumbar auratnya akan selalu diperbudak oleh nafsunya. Karena dengan mengumbar auratnya, ia akan terpaksa harus melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak perlu ia lakukan, seperti: memberikan perlindungan ekstra untuk kulitnya dari sengatan sinar UV matahari, memberikan perawatan khusus agar kulitnya terlihat putih bercahaya, mengikuti mode gaya barat mulai dari rambut hingga bawah kakinya, dan melakukan segala usaha agar ia dikatakan menarik dan mempesona. Ini semua disamping merugikan dari sisi finansial, juga mendatangkan banyak bahaya dan dosa. Ironis memang keadaan mereka, merasa berat dan enggan menjadi hamba Allâh padahal Allâh Azza wa Jalla telah memberikan kenikmatan yang sangat banyak kepadanya.
 

Hendaklah Kalian Kembali Kepada Urusan Pertama Kali

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan al-Qur'ân dan as-Sunnah kepada umat Islam. Namun setiap firqah yang sesat mengakui bahwa mereka berpegang kepada al-Qur'ân dan as-Sunnah, baik Syi’ah, Khawarij, Mu’tazilah, Murji’ah, dan firqah-firqah sesat lainnya. Maka harus ada tolok ukur yang jelas dalam pernyataan berpegang kepada al-Qur'ân dan as-Sunnah tersebut menurut pemahaman siapa??? Karena kalau menurut pemahaman masing-masing golongan atau ra’yu atau pendapat para tokoh, maka yang terjadi adalah seperti yang kita lihat saat ini, yaitu akan timbul ratusan pemahaman bahkan bisa ribuan pemahaman dan perpecahan di tengah kaum Muslimin, dan hal ini akan terus bertambah. Allâhul Musta’ân.
 

Kewajiban Shalat Jum'at

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Yaitu bersegeralah menuju dzikrullâh dan tinggalkan jual-beli ketika adzan (Jum’at) telah dikumandangkan. Oleh karena itu, para Ulama –semoga Allâh meridhai mereka- bersepakat tentang haramnya jual-beli setelah adzan kedua. Namun Ulama berbeda pendapat, apakah jual beli itu sah (atau) tidak ?! Jika ada yang melakukannya. Mereka terbagi menjadi dua pendapat. Zhahir ayat (menunjukkan) bahwa jual beli itu tidak sah sebagaimana telah dijelaskan di dalam tempatnya (kitab fiqih, Pen.). Wallâhu a’lam". Walaupun ayat ini memerintahkan agar meninggalkan jual-beli, tetapi bagi orang yang berkewajiban melaksanakan Jum’at juga harus meninggalkan semua pekerjaan setelah adzan dikumandangkan. Imam al-Alûsi rahimahullah berkata, “Yaitu, tinggalkan mu’amalah (intraksi atau pekerjaan antar sesama manusia), karena jual-beli merupakan majaz (kiasan) dari mu’amalah, sehingga mencakup menjual, membeli, sewa-menyewa, dan bentuk-bentuk mu’amalah lainnya.
 

Keutamaan Istiqomah

Barangsiapa menyukai perjumpaan dengan Allâh, niscaya Allâh suka untuk menjumpainya. Dan barangsiapa membenci perjumpaan dengan Allâh, niscaya Allâh benci menjumpainya.” Kami bertanya, ”Ya Rasûlullâh, kami semuanya benci kepada kematian.” Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, ”Bukan itu yang dimaksud benci kematian. Akan tetapi jika seorang Mukmin berada dalam detik kematiannya, maka datanglah kabar gembira dari Allâh Ta’ala tentang tempat kembali yang ditujunya. Maka tidak ada sesuatu pun yang lebih dicintainya daripada menjumpai Allâh Ta’ala, maka Allâh pun suka menjumpainya. Dan sesungguhnya orang yang jahat atau kafir jika berada dalam detik kematiannya, maka datanglah berita tentang tempat kembali yang dituju berupa keburukan atau apa yang akan dijumpainya berupa keburukan, lalu dia benci bertemu dengan Allâh, maka Allâh pun benci menemuinya.
 

Istiqamah Dalam Menetapi Kebenaran Dan Ketaatan Kepada Allâh Subhanahu Wa Ta’ala

Islam memerintahkan kaum muslimin untuk melaksanakan ama-amal ketaatan secara terus-menerus, seperti shalat berjama’ah bagi laki-laki di masjid, shalat malam (tahajjud, shalat witir), membaca al-Qur`ân, dzikir; semuanya harus dilakukan secara kontinyu, bukan hanya saat bulan Ramadhan saja. Begitu juga sedekah, infaq, shalat-shalat sunnah rawatib, harus dilaksanakan secara kontinyu meskipun sedikit. Kita juga wajib istiqamah, berpegang teguh di atas Sunnah. Kita wajib istiqamah dalam mentauhidkan Allâh dan menjauhkan syirik, istiqamah dalam melaksanakan Sunnah dan menjauhkan dari dari bid’ah, istiqamah dalam ketaatan dan menjauhi maksiat, istiqamah dalam berpegang teguh kepada al-Qur`ân dan as-Sunnah menurut pemahaman Salafush-Shâlih, serta istiqamah dalam menuntut ilmu syar’i dan mengamalkannya. Kita juga wajib menjauhkan diri dari larangan-larangan Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam seumur hidup kita.
 

Dosa Meninggalkan Shalat

(Imam) Sufyân bin Sa’id ats-Tsauri, Abu ‘Amr al-Auza’i, Abdullâh bin al-Mubârak, Hammad bin bin Zaid, Waki’ bin al-Jarrah, Mâlik bin Anas, Muhammad bin Idris asy-Syâfi’i, Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahûyah dan murid-murid, mereka berfatwa bahwa orang yang meninggalkan shalat di (hukum) bunuh. Kemudian mereka berbeda pendapat tentang cara (hukum) bunuh terhadapnya. Mayoritas mereka berkata, “Dibunuh dengan pedang dengan cara dipenggal lehernya”. Sebagian pengikut imam Syâfi’i berkata, “Dia dipukul dengan kayu sampai dia shalat atau dia mati”. Ibnu Suraij berkata, “Dia ditusuk dengan pedang sampai mati, karena hal itu lebih sempurna di dalam menghentikannya dan lebih diharapkan untuk kembali (taubat)”.
 
BAHASAN :