820 data ditemukan untuk string hari kiamat

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Di Utus Untuk Menjadi Rahmat Bagi Seluruh Alam (2)

Dari Abdurrahman bin Abdullah Radhiyallahu anhu, dari bapaknya (yaitu Abdullah bin Mas'ud), dia berkata: Kami pernah bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan (safar). Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi (sebentar) untuk sesuatu hajatnya. Tiba-tiba kami melihat

Agama Islam Adalah Agama Rahmat

Mereka adalah kaum musyirikin dari bangsa Arab dan bangsa 'ajam termasuk di dalam kaum filsafat Yunani, India dan Cina. Mereka telah kufur kepada Allâh, mereka telah beribadah kepada selain Allâh, mereka telah melakukan kesyirikan besar kepada Allâh, mereka telah mengadakan

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Sebagai Nabiyyur Rahmah (Nabi Rahmat) (1)

Dari Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu, dia berkata, "Pernah didatangkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam para tawanan perang wanita dan anak-anak, maka tiba-tiba ada seorang tawanan wanita yang selalu menyusui (mencari anaknya), apabila dia mendapatkan seorang bayi di dalam

Telaga Kemuliaan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam Pada Hari Kiamat

Iman kepada hari akhir atau hari kemudian, berarti mengimani semua peristiwa yang terjadi setelah kematian yang diberitakan dalam ayat-ayat al-Qur’ân dan hadits-hadits shahih dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Iman kepada hari akhir

Alasan Berdo'a Kepada Orang Yang Telah Mati Dan Bantahannya

Tetapi sebagian orang sekarang meninggalkan wasilah atau perantara yang disyari’atkan oleh Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, kemudian menggunakan wasilah (perantara) yang tidak dituntunkan, bahkan sebagiannya masuk dalam kategori perbuatan syirik. Seperti berdo'a meminta kepada orang-orang yang sudah mati, baik

Keberuntungan Tercapai Dengan Tawassul Dan Jihad

Setelah Allâh Azza wa Jalla memerintahkan mereka untuk meninggalkan semua yang haram dan berbuat ketaatan, Allâh Azza wa Jalla memerintahkan mereka untuk memerangi semua musuh dari kalangan orang kafir dan musyrik yang keluar dan meninggalkan agama yang lurus.

Sampai Manakah Batas Toleransi ?

Kita sering melihat, membaca, dan mendengar dari para Khatib atau juru dakwah anjuran untuk bersikap toleran dengan para musuh Islam, karena agama kita adalah agama toleran dan penuh dengan rasa cinta. Perkataan seperti ini tidak sepenuhnya benar, sehingga perlu perincian,

Harta Haram Sumber Petaka Dunia Dan Akhirat

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “ barangsiapa yang menyelisihi perintah-Ku dan ketentuan syariat yang Aku turunkan kepada Rasul-Ku, (dengan) berpaling darinya, melupakannya dan mengambil selain petunjuknya, maka baginya penghidupan yang sempit/sengsara, yaitu di dunia, sehingga dia tidak akan merasakan

Keutamaan Dzikir Kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Ia disyariatkan memuji Allâh Azza wa Jalla ketika bersin, berlindung dan memohon keselamatan ketika melihat orang-orang yang diuji dalam agama dan dunia, mengucapkan salam ketika bertemu dengan orang Muslim, menjenguk dan mendo'akan mereka ketika sakit, memuji Allâh Azza wa Jalla

Sucikan Diri Benahi Hati

Orang yang senantiasa mengingat nikmat-nikmat ini akan menyadari ketergantungannya kepada Allâh Azza wa Jalla , sehingga dia akan memfokuskan diri dalam beribadah dengan khusyu'. Bagaimana tidak ?! Semua yang dia rasakan saat ini seperti hidup, sehat, harta, anak, terhormat dan
BAHASAN :