575 data ditemukan untuk string syirik

Tawassul Yang Tidak Benar

Alhamdulillâh, agama kita telah memberikan berbagai alternatif praktek tawassul yang benar. Namun amat disayangkan, tidak sedikit di antara kaum muslimin yang terpedaya oleh bisikan iblis, sehingga mereka menciptakan berbagai jenis tawassul ‘baru’ yang tidak memiliki landasan sahih (yang benar) dari

Alasan Berdo'a Kepada Orang Yang Telah Mati Dan Bantahannya

Tetapi sebagian orang sekarang meninggalkan wasilah atau perantara yang disyari’atkan oleh Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, kemudian menggunakan wasilah (perantara) yang tidak dituntunkan, bahkan sebagiannya masuk dalam kategori perbuatan syirik. Seperti berdo'a meminta kepada orang-orang yang sudah

Keberuntungan Tercapai Dengan Tawassul Dan Jihad

Setelah Allâh Azza wa Jalla memerintahkan mereka untuk meninggalkan semua yang haram dan berbuat ketaatan, Allâh Azza wa Jalla memerintahkan mereka untuk memerangi semua musuh dari kalangan orang kafir dan musyrik yang keluar dan meninggalkan agama yang lurus.

Hukum Wasilah (Tawassul)

ika seorang Muslim menghadapi kesulitan atau tertimpa musibah besar, namun ia menyadari kekurangan-kekurangan dirinya di hadapan Allâh Azza wa Jalla , sedang ia ingin mendapatkan sebab yang kuat kepada Allâh, lalu ia pergi kepada orang yang diyakini keshalihan dan ketakwaannya,

Wahyu Allah Subhanahu Wa Ta'ala Fondasi Agama

Allâh Azza wa Jalla Maha kasih sayang kepada para hamba-Nya, oleh karena itu Dia menurunkan kitab suci dan mengutus para Rasul. Allâh Azza wa Jalla memberikan wahyu kepada para Nabi dan Rasul yang Dia pilih dari para hamba-hamba-Nya. Dengan demikian

Nama Allâh Al-Ahad Dan Al-Wahid (Yang Maha Esa)

Dua nama Allâh Azza wa Jalla diatas sama-sama menunjukkan ke-Esaan-Nya. Maksudnya hanya Allâh Subhanahu wa Ta’ala sajalah yang memiliki sifat mulia, agung , besar dan bagus. Tidak ada dzat yang mirip dengan dzat-Nya dan tidak ada sifat yang menyerupai sifat-Nya.

Buku Pegangan Sufi, Sarat Hadits-Hadits Palsu

Kemunculan firqah-firqah yang menggulirkan banyak perkara baru dalam agama (bid'ah-bid'ah), seperti golongan Sufi, telah mendatangkan fitnah dan ujian tersendiri terhadap keyakinan dan amaliah umat Islam. Fitnah ini salah satunya dalam bentuk ajakan mengagungkan Rasûlullâh hanya melalui ucapan-ucapan lisan saja,

Beruntunglah Orang-Orang Yang Beriman

as-Suddy rahimahullah mengatakan, “Ayat ini turun membahas tentang kawan-kawan Salmân al-Fârisy Radhiyallahu anhu, waktu itu Salman menceritakan keadaan kawan-kawannya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengatakan, bahwa mereka dulu melaksanakan puasa, melaksanakan shalat, beriman kepadamu dan mereka juga bersaksi

Mukmin Yang Kuat Lebih Baik Dan Lebih Dicintai Oleh Allâh Subhanahu wa Ta’ala

Perkara-perkara yang bermanfaat itu ada dua macam yaitu perkara yang bermanfaat dalam agama dan perkara bermanfaat dalam hal keduniaan. Seorang hamba membutuhkan kebutuhan dunyawiyyah (keduniaan) sebagaimana dia membutuhkan kebutuhan diniyyah (keagamaan). Kebahagiaan seorang hamba dan kesuksesannya sangat ditentukan oleh semangat

Isa al-Masîh Alaihissallam, Bukan Tuhan Juga Bukan Anak Tuhan

Imam ath-Thabari rahimahullah mengatakan, “(Maksudnya) wahai para pemegang Injil, janganlah kalian melampaui batas dalam beragama yang nanti akan mengakibatkan kalian terjerumus dalam sikap yang berlebihan. Janganlah kalian berbicara tentang Isa dengan perkataan yang tidak benar. Sesungguhnya perkataan kalian bahwa Isa
BAHASAN :