Shalat Berjamaah Di Dalam Bangunan Yang Terpisah Dari Imam

SHALAT BERJAMAAH DI DALAM BANGUNAN YANG TERPISAH DARI IMAM

Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin

Pertanyaan.
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Kami sampaikan, bahwa kami melaksanakan shalat di masjid yang jamaahnya ramai dan tidak tertampung seluruhnya, hal ini menyebabkan kami membangun bangunan baru yang terpisah (jaraknya sekitar satu meter) agar bisa menampung semua jamaah. Apakah boleh shalat di dalam bangunan tersebut. Perlu diketahui, bahwa para jamaah yang bermakmum kepada imam tersebut bisa mendengar suaranya melalui pengeras suara, tapi mereka tidak dapat melihatnya secara langsung. Tolong beri tahu kami, semoga Allah memelihara Syaikh.

Jawaban
Jika masjid tidak dapat menampung jamaah, makanya sisanya boleh keluar dan shalat di luar masjid dengan syarat, tidak didepan imam, tapi di samping kanan atau kirinya atau di belakangnya, walaupun tidak dapat melihatnya dan sekalipun jamaah itu tidak dapat melihat jamaah yang di belakang imam karena adanya pembatas, yakni dinding masjid. Jadi kalaupun diantara para jamaah itu terhalangi pagar atau dinding atau bangunan, itu tidak mengapa selama merela bisa mendengar suara imam meskipun lewat pengeras suara.

[Disalin dari bukuAl-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisiy, Penerjemah Musthofa Aini Lc, Hanif Yahya Lc, Amir Hamzah. Penerbit Darul Haq – Jakarta]

Berpikir Kritis Iman Kepada Hari Akhir Keyakinan Pada Hari Kiamat Mengingat Hari Akhir Pentingnya Beriman Pada Hari Kiamat Hadis Tentang Beriman Kepada Hari Akhir Dan Mengingat Mati