Adab-Adab Yang Berkaitan Dengan Masjid

ADAB-ADAB YANG BERKAITAN DENGAN MASJID Oleh Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani 1. Membersihkan kotoran-kotoran yang ada di masjid, berdasarkan hadits: البُزَاقُ فِي الْمَسْجِدِ خَطِيْئَةٌ وَكَفَّارَتُهَا دَفْنَةٌ. “Meludah di dalam masjid itu adalah suatu perbuatan dosa dan tebusannya adalah menguruknya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim] 2. Menjaganya dari bau tidak sedap dari mulut orang-orang yang shalat

Adab-Adab Sabar Dan Adab-Adab Shadaqah

ADAB-ADAB SABAR Oleh Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani 1. Sabar ketika mendapat musibah pada goncangan yang pertama, sebagaimana hadits: الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ اْلأُوْلَى. “Sabar itu adalah pada goncangan yang pertama.” [HR. Al-Bukhari no. 1283 dan Muslim no. 926 (14)] 2. Berdzikir mengingat Allah tatkala ditimpa musibah, hal tersebut dipanjatkan dengan penuh kerendahan diri kepada

Adab-Adab Minta Izin Dan Adab-Adab Memasuki Suatu Tempat (Rumah)

ADAB-ADAB MEMINTA IZIN Oleh Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani 1. Batasan meminta izin untuk bertemu ke rumah orang lain adalah sebanyak tiga kali saja. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: إِِذَا اسْتَأْذَنَ اَحَدُكُمْ ثَلاَثاً فَلَمْ يُؤْذَنْ لَهُ فَلْيَرْجِعْ. “Jika salah seorang di antara kalian sudah meminta izin tiga kali dan tidak

Adab-Adab Berpakaian

ADAB-ADAB BERPAKAIAN Oleh Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani 1. Tidak dibolehkan memakai sutera dan emas bagi kaum lelaki berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dimana beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil kain sutera dan memegangnya dengan tangan kanannya sedangkan emas dipegang dengan tangan kirinya kemudian bersabda: إِنَّ هذَيْنِ حَرَامٌ عَلَى ذُكُوْرِ أَمَّتِيْ. “Sesungguhnya

Adab-Adab Ta’ziyah (Bela Sungkawa), Shalat Jenazah Dan Tata Cara Penguburannya

ADAB-ADAB TA’ZIYAH (BELA SUNGKAWA), SHALAT JENAZAH DAN TATA CARA PENGUBURANNYA Oleh Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani 1. Dianjurkan untuk ta’ziyah[1] (belasungkawa)[2] terhadap keluarga yang tertimpa musibah (kematian). Lafazh ta’ziyah yang paling utama yang berasal dari Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: اِصْبِرْ وَاحْتَسِبْ فَإِنَّ ِللهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلَّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ

Adab-Adab Bagi Orang Sakit Dan Yang Menjenguknya

ADAB-ADAB BAGI ORANG SAKIT DAN YANG MENJENGUKNYA Oleh Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani Adab-Adab Bagi Orang Sakit 1. Selayaknya bagi yang terkena musibah baik yang terkena itu dirinya, anaknya atau selainnya untuk mengganti ucapan mengaduh pada saat sakit dengan berdzikir, istighfar dan ta’abbud (beribadah) kepada Allah, karena sesungguhnya generasi Salaf -semoga Allah memberikan rahmat

Adab-Adab Menguap Dan Bersin

ADAB-ADAB MENGUAP Oleh Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani 1. Apabila seseorang akan menguap, maka hendaknya menahan semampunya dengan jalan menahan mulutnya serta mempertahankannya agar jangan sampai terbuka, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ. “Kuapan (menguap) itu datangnya dari syaitan. Jika

Adab-Adab Tidur

ADAB-ADAB TIDUR Oleh Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani 1. Tidak mengakhirkan tidur malam selepas shalat Isya’ kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk mengulang (muraja’ah) ilmu atau adanya tamu atau menemani keluarga, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Barzah Radhiyallahu anhu: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ (صَلاَةِ) الْعِشَاءِ وَالْحَدِيْثَ بَعْدَهَا. “Bahwasanya Rasulullah

Adab-Adab Mengucapkan Salam

ADAB-ADAB MENGUCAPKAN SALAM Oleh Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani 1. Apabila bertemu dengan seorang teman, maka cukupkanlah dengan berjabat tangan disertai dengan ucapan salam (assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh) tanpa berpelukan, kecuali ketika menyambut kedatangannya dari bepergian, karena memeluknya pada saat tersebut sangat dianjurkan. Hal ini berdasarkan hadits Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, ia

Adab-Adab Safar

ADAB-ADAB SAFAR Oleh Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani A. Adab-Adab Sebelum Safar 1. Melakukan shalat Istikharah sebelum bepergian, yaitu shalat sunnah dua raka’at kemudian berdo’a dengan do’a Istikharah. Dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu, sebagaimana beliau Shallallahu ‘alaihi