Ghadar, Merupakan Dosa Besar

GHADAR, MERUPAKAN DOSA BESAR Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Manusia hidup di dunia diciptakan oleh oleh Allâh Yang Maha Kuasa. Dan Allâh Subhanahu wa Ta’ala telah mengadakan perjanjian-perjanjian dengan para hamba-Nya. Manusia juga hidup bersama sesamanya, sehingga sering terjadi berbagai perjanjian dengan mereka. Semua perjanjian, baik dengan Allâh Subhanahu wa Ta’ala maupun dengan manusia,

Termasuk Dosa Besar, Suka Mencela!

TERMASUK DOSA BESAR, SUKA MENCELA! Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Lidah merupakan salah satu kenikmatan Allâh Azza wa Jalla yang besar bagi manusia. Dengannya manusia dapat merasakan makanan lezat, berkomunikasi, dan sebagainya. Lidah juga sebagai alat untuk beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla , dengan berdzikir, membaca al-Qur’an, berbicara yang baik, dan lain-lain. Namun

Namimah Merusak Hubungan Sesama Mukmin

NAMÎMAH MERUSAK HUBUNGAN SESAMA MUKMIN Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Di antara penyakit moral yang tersebar di kalangan manusia adalah namîmah. Banyak orang tidak menyadari bahwa namîmah merupakan perbuatan dosa besar yang akan mencelakakan pelakunya. Selain itu, dosa ini bisa merusak hubungan antara sesama manusia. Oleh karena itu, Islam melarang dengan tegas perbuatan namîmah

Tajassus Terhadap Mukmin Adalah Dosa Besar

TAJASSUS TERHADAP MUKMIN ADALAH DOSA BESAR Oleh Ustadz  Abu Isma’il Muslim al-Atsari Islam adalah agama yang datang dari Pencipta manusia. Ajaran untuk memuliakan manusia, Oleh karena itu, Islam melarang pengikutnya dari segala yang akan merusak hubungan sesama manusia. Di antaranya adalah tajassus (mencari-cari kesalahan orang). Larangan Tajassus Allâh Azza wa Jalla berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ

Bahaya Mengingkari Taqdir

BAHAYA MENGINGKARI TAQDIR Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Iman kepada qadar (takdir) termasuk rukun iman ke enam. Barangsiapa tidak beriman kepada qadar, maka imannya rusak, amalannya tertolak dan diancam dengan neraka di akhirat kelak. MAKNA TAQDIR (QADAR) Qadar secara bahasa artinya: taqdîr (penentuan). Sedangkan qadha’ secara bahasa artinya: hukum (keputusan). Qadha’ dan qadar adalah

Ancaman Mencari Ilmu Ad-Din Dengan Tidak Ikhlas

ANCAMAN MENCARI ILMU AD-DÎN DENGAN TIDAK IKHLAS Oleh Ustadz  Abu Isma’il Muslim al-Atsari Seluruh umat Islam telah mengetahui bahwa mencari ilmu agama Islam termasuk kewajiban penting. Karena Allâh Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya, dan tidak ada jalan untuk mengetahui ibadah kecuali dengan ilmu. Ilmu agama bersumber dari firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala

Jangan Sembunyikan Ilmu

JANGAN SEMBUNYIKAN ILMU Oleh Ustadz Abu Ismail Muslim Atsari Allâh Azza wa Jalla telah mengutus para Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq. Dan merupakan kewajiban para Rasul untuk menyampaikan agama kepada umat mereka masing-masing. Demikian para ulama pewaris para Nabi, mereka berkewajiban menjelaskan isi kitab suci kepada umat, tanpa menyembunyikannya. Allâh Azza wa

Mengungkit Sedekah Merusak Berkah Ibadah

MENGUNGKIT SEDEKAH MERUSAK BERKAH IBADAH Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Ikhlas adalah fondasi dalam seluruh jenis ibadah, termasuk ketika berinfak dan bersedekah. Allâh Azza wa Jalla akan melipatgandakan balasan bagi orang yang berinfak di jalan-Nya dengan ikhlas. Allâh Azza wa Jalla berfirman: مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ

Khianat Dosa Besar Tanda Hari Kiamat

KHIANAT DOSA BESAR TANDA HARI KIAMAT Ooleh Ustadz  Abu Isma’il Muslim al-Atsari Diantara tanda hari kiamat adalah tersebarnya perbuatan khianat. Sekarang, lihatlah bagaimana perbuatan khianat dengan berbagai bentuknya sudah terjadi di banyak tempat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَظْهَرَ الْفُحْشُ وَالتَّفَاحُشُ، وَقَطِيعَةُ الرَّحِمِ، وَسُوءُ الْمُجَاوَرَةِ، وَحَتَّى يُؤْتَمَنَ الْخَائِنُ وَيُخَوَّنَ الْأَمِينُ

Jauhilah Riya’

JAUHILAH RIYA’ Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari IKHLAS SYARAT DITERIMA AMAL Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan Ulama bahwa ikhlas dan mutâba’ah (mengikuti tuntunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ) merupakan dua syarat diterimanya amal seorang Mukmin. Allâh Azza wa Jalla berfirman: تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿١﴾ الَّذِي خَلَقَ