Masa Depan Islam

MASA DEPAN ISLAM Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. هُوَ الَّذى أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِا لْهُدَى وَدِيْنِ الْْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْن  “Dia-lah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai”. [At-Taubah/9 : 33]. Kita

Tokoh Yang Baik Atau Yang Buruk

TOKOH YANG BAIK ATAU YANG BURUK Semua orang pasti ingin terhindar dari segala yang tidak menyenangkan, di dunia apalagi di akhirat kelak. Namun tidak semua orang memiliki kemampuan yang cukup untuk mengetahui cara menghindarkan diri atau menyelamatnya. Akhirnya, ia memilih untuk mengikuti orang yang dipandang bisa menuntunnya. Di sini, saat seseorang menentukan panutan dia harus

Bagaimana Dengan Hadits-Hadits Yang Tidak Terdapat Dalam Shahih Al-Bukhâri Dan Shahih Muslim?

BAGAIMANA DENGAN HADITS-HADITS YANG TIDAK TERDAPAT DALAM SHAHIH AL-BUKHARI DAN SHAHIH MUSLIM Pertanyaan. Assalaamulaikum. Saya mau bertanya kepada tim redaksi majalah As-Sunnah tentang perawi al-Bukhâri dan Muslim. Apakah hadits-hadits yang diriwayatkan oleh selain imam al-Bukhâri dan imam Muslim seperti imam an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ahmad, Abu Daud dan oleh imam-imam yang lainnya tidak didapatkan oleh kedua perawi

Meyakini Dan Mengamalkan Dalil, Bukan Mencari-Cari Dalil

MEYAKINI DAN MENGAMALKAN DALIL, BUKAN MENCARI-CARI DALIL Oleh Ustadz Muhammad Ashim bin Musthofa Lc Kewajiban seorang Muslim, tidaklah berbicara atau berpendapat hingga mengikuti apa yang difirmankan oleh Allâh Azza wa Jalla dan disabdakan oleh Rasul-Nya. Sikap ketundukan dan ketaatan tersebut sebagai pengamalan firman Allâh Azza wa Jalla : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ

Raih Keamanan Dengan Iman Dan Do’a

RAIH KEAMANAN DENGAN IMAN DAN DO’A Keamanan adalah dambaan dan harapan semua orang dari berbagai kalangan serta professi, dimanapun dan kapanpun. Kepada Negara, pejabat negara, guru, pelajar, para pelaku bisnis, nelayan, petani dan lain sebagainya membutuhkan keamanan dan situasi untuk merealisasikan tujuan masing-masing.  Untuk itu, pikiran dicurahkan untuk mencari ide cemerlang demi meraih keamanan. Namun

Penghina Agama Dan Hukumannya

PENGHINA AGAMA DAN HUKUMANNYA Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Lc Sikap dan tabiat “menghina” atau “menistakan” adalah akhlak para musuh Allâh Azza wa Jalla yang menjadi akhlak orang kafir dan munafiqin. Oleh karena itu, Allâh Azza wa Jalla menjelaskannya secara jelas kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabatnya dalam banyak ayat dan peristiwa. Dalam

Mencela Agama Islam Karena Marah, Salah Ucap Atau Tidak Sengaja

MENCELA AGAMA ISLAM KARENA MARAH, SALAH UCAP ATAU TIDAK SENGAJA Tidak diragukan lagi istihza’ (menghina) agama Islam, menghina Allâh Azza wa Jalla , menghina Rasûlullâh, menghina al-Qur’an atau syari’at Islam adalah perbuatan dosa besar yang bisa menyeret pelakunya menjadi kafir dan dihukumi murtad. Namun, bagaimana jika ucapan penghinaan itu terucapkan dalam kondisi sangat marah atau

Fenomena Penistaan Terhadap Agama

FENOMENA PENISTAAN TERHADAP AGAMA Mencaci Allâh Subhanahu wa Ta’ala , atau mencerca agama-Nya, bersikap lancang dengan menanggalkan sikap pengagungan dan pemuliaan yang menjadi hak Allâh, mencerca dan mengalamatkan kata-kata brutal terhadap Allâh yang mana langit dan bumi pun akan hancur berkeping-keping kala mendengarnya! Pun, kata-kata yang dituntunkan syetan untuk diucapkan lidah orang-orang yang tidak mengagungkan

Penistaan Agama

PENISTAAN AGAMA Pengagungan terhadap Allâh dan Rasul-Nya, mengikat dirinya dengan syariat-Nya dan ridha dengan hukum-hukum Islam adalah indikasi keimanan dan ketakwaan seseorang itu baik, sebagaimana dijelaskan oleh Allâh Azza wa Jalla dalam firman-Nya: فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا Maka demi Rabbmu,

Awas Bahaya Menghina Agama!

AWAS BAHAYA MENGHINA AGAMA! Seorang mukmin pasti mempunyai sikap ta’zhim ; mengagungkan Allâh Subhanahu wa Ta’ala, Rasul, dan agama-Nya. Ia mengagungkan perintah dan larangan Allâh Subhanahu wa Ta’ala, mengagungkan asma dan sifat-Nya. Kemudian ia juga mengagungkan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjadikannya sebagai tauladan. Juga mengagungkan agama Allâh. Ia mencintai dan loyal pada syariat-Nya, serta