Awas Bahaya Menghina Agama!

AWAS BAHAYA MENGHINA AGAMA! Seorang mukmin pasti mempunyai sikap ta’zhim ; mengagungkan Allâh Subhanahu wa Ta’ala, Rasul, dan agama-Nya. Ia mengagungkan perintah dan larangan Allâh Subhanahu wa Ta’ala, mengagungkan asma dan sifat-Nya. Kemudian ia juga mengagungkan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjadikannya sebagai tauladan. Juga mengagungkan agama Allâh. Ia mencintai dan loyal pada syariat-Nya, serta

Fatwa Majelis Ulama Indonesia : Perayaan Natal Bersama

PERAYAAN NATAL BERSAMA بسم الله الرحمن الرحيم Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, setelah : Memperhatikan : 1.Perayaan Natal Bersama pada akhir-akhir ini disalah artikan oleh sebagian umat Islam dan disangka dengan umat Islam sebagaimana merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad صلي الله عليه وسلم. 2. Karena salah pengertian tersebut ada sebagian orang Islam yang ikut dalam

Bermanhaj Salaf Menghambat Kemajuan?

BERMANHAJ SALAF MENGHAMBAT KEMAJUAN? Oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Pertanyaan. Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi  ditanya : Kalau kita kembali ke pemahaman Salaf, apakah kita dapat maju di alam modern ini ? Jawaban. Justru kita tidak akan maju dalam bidang sains, teknologi, ekonomi dan kemasyrakatan kalau

Sifat Wali-Wali Allâh Ta’ala

SIFAT WALI-WALI ALLAH TA’ALA Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ  رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى

Karamah Para Wali

KARAMAH PARA WALI Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله Diantara prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah yaitu membenarkan (mempercayai) karamah para wali dan hal-hal luar biasa yang Allâh Azza wa Jalla tunjukkan melalui mereka.[1] Masalah karamah para wali, telah dibahas oleh para Ulama Ahlus Sunnah karena ada golongan yang mengingkari keberadaan karamah para

Bagaimana Kita Bersikap Terhadap Para Wali

BAGAIMANA KITA BERSIKAP TERHADAP PARA WALI Oleh Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin Para Wali memiliki tingkat kewalian yang berbeda-beda. Secara garis besar, mereka terbagi menjadi dua golongan, sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Yaitu; Sâbiqûn Muqarrabûn, atau boleh disingkat Muqarrabûn; orang-orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allâh Subhanahu wa Ta’aladengan melaksanakan perkara-perkara sunnah,

Para Wali Allâh Wajib Dicintai Dan Haram Dibenci

PARA WALI ALLAH WAJIB DICINTAI DAN HARAM DIBENCI Mencintai para wali Allâh Azza wa Jalla merupakan amal ibadah atau taqarrub yang disyariatkan Allâh Azza wa Jalla . Dengan mencintai wali Allâh, seseorang akan lebih dekat kepada Allâh, sebab mencintai sesuatu karena Allâh adalah salah satu tali simpul keimanan yang paling kuat. Dalam hadits shahih, Rasûlullâh

Pernyataan Tentang Hakikat Dan Syariat

PERNYATAAN TENTANG HAKIKAT DAN SYARIAT[1] Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله Pembagian istilah Thariqat, Syariat, Hakikat dan Ma’rifat adalah istilah yang baru (muhdats) yang diada-adakan oleh kaum Shufi. Yang dimaksud hakikat menurut mereka adalah kedudukan seseorang yang telah mencapai maqam (kedudukan) tertentu, sehingga dengan (maqam) itu dapat menggugurkan kewajiban syariat Islam. Sedangkan

Perjalanan Meraih Ridha Ar-Rahmaan

PERJALANAN MERAIH RIDHA AR-RAHMAAN Oleh Usatadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Sebagian besar atau bahkan seluruh umat manusia di seluruh dunia pernah melakukan perjalanan, ada yang jauh dan ada pula yang dekat, dengan intensitas yang berbeda. Tujuan melakukan perjalanan pun beragam, mulai dari sekedar melepas kepenatan sampai tujuan yang serius dan penuh resiko. Perjalanan itu sendiri

Wisata Maksiat, Membuang Waktu, Biaya Dan Tenaga, Namun Berbuah Dosa

WISATA MAKSIAT, MEMBUANG WAKTU, BIAYA DAN TENAGA, NAMUN BERBUAH DOSA Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni MA Hukum asal bepergian ke segala penjuru bumi, termasuk untuk tujuan wisata atau rekreasi adalah mubah (diperbolehkan) dalam Islam, selama tidak melanggar hal-hal yang dilarang dalam syariat Allâh Azza wa Jalla . Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman: هُوَ الَّذِي