Penghalang Dalam Menuntut Ilmu : Tidak Mengamalkan Ilmu, Putus Asa Dan Rendah Diri

PENGHALANG-PENGHALANG DALAM MENUNTUT ILMU Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas 8. Tidak Mengamalkan Ilmu Tidak mengamalkan ilmu merupakan salah satu penyebab hilangnya keberkahan ilmu. Orang yang memilikinya akan dimintai pertanggungjawaban atas ilmunya. Allah Ta’ala benar-benar mencela orang yang melakukan hal ini dalam firman-Nya. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا

Kiat-Kiat Menghapal Al-Qur-an Dan As-Sunnah

KIAT-KIAT MENGHAFAL AL-QUR-AN DAN AS-SUNNAH Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Seorang penuntut ilmu hendaknya mengetahui bahwa menuntut ilmu memiliki beberapa tahapan yang harus dilalui. Ia harus memulai dari yang paling penting kemudian yang penting. Ia tidak boleh tergesa-gesa, bahkan ia harus bersabar dan mengetahui kadar kemampuan dirinya. Para ulama kita tidak pernah melewati

Pentingnya Bahasa Arab

PENTINGNYA BAHASA ARAB [1] Imam Syafi’i berkata: “Manusia tidak menjadi bodoh dan selalu berselisih paham kecuali lantaran mereka meninggalkan bahasa Arab, dan lebih mengutamakan konsep Aristoteles”. [2] Itulah ungkapan Imam Syafi’i buat umat, agar kita jangan memarginalkan bahasa kebanggaan umat Islam. Seandainya sang imam menyaksikan kondisi umat sekarang ini terhadap bahasa Arab, tentulah keprihatian beliau

Adab Majelis Ilmu

ADAB MAJELIS ILMU Oleh Ustadz Abu Asma Kholid Syamhudi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah

Ketika Beramal Tanpa Ilmu

KETIKA BERAMAL TANPA ILMU Oleh Ustadz Armen Halim Naro Sebagai seorang muslim tentu setiap kali mendirikan shalat lima waktu, atau shalat-shalat yang lainnya. Dia selalu meminta ditunjukan shirathul mustaqim. Yaitu jalan lurus yang telah lama dilalui oleh orang-orang yang telah diberi nikmat, dan dijauhkan dari jalan orang-orang maghdhubi `alaihim (orang-orang yang Engkau murkai), juga jalan

Kaidah-Kaidah Menuntut Ilmu

KAIDAH-KAIDAH MENUNTUT ILMU Oleh Syaikh Dr. Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaili –hafizhahullah- Pembaca, Untuk memahami ilmu secara benar, seorang thalibul-‘ilmi dituntut untuk berusaha dan mengerahkan seluruh kemampuannya. Begitu pula dengan keluasan ilmu yang tidak mungkin diraih secara menyeluruh dalam satu waktu, maka untuk meraihnya pun memerlukan tahapan-tahapan dan langkah demi langkah, dari persoalan-persoalan ringan hingga ilmu-ilmu

Jangan Mengambil Ilmu dari Ahli Bid’ah

JANGAN MENGAMBIL ILMU AGAMA DARI AHLI BID’AH Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al Atsari Orang yang berniat mencari ilmu yang haq harus memperhatikan dari siapa dia mengambil ilmu. Jangan sampai mengambil ilmu agama dari ahli bid’ah, karena mereka akan menyesatkan, baik disadari atau tanpa disadari. Sehingga hal ini akan mengantarkannya kepada jurang kehancuran. Syaikh Muhammad

Tanda-Tanda Ilmu Yang Bermanfaat

TANDA-TANDA ILMU YANG BERMANFAAT Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله Ilmu yang bermanfaat dapat diketahui dengan melihat kepada pemilik ilmu tersebut. Di antara tanda-tandanya adalah: Orang yang bermanfaat ilmunya tidak peduli terhadap keadaan dan kedudukan dirinya serta hati mereka membenci pujian dari manusia, tidak menganggap dirinya suci, dan tidak sombong terhadap orang

Pengertian Ilmu Yang Bermanfaat

PENGERTIAN ILMU YANG BERMANFAAT Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله Di dalam Al-Qur-an terkadang Allah Ta’ala menyebutkan ilmu pada kedudukan yang terpuji, yaitu ilmu yang bermanfaat. Dan terkadang Dia menyebutkan ilmu pada kedudukan yang tercela, yaitu ilmu yang tidak bermanfaat. Adapun yang pertama, seperti firman Allah Ta’ala, قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ