Membangun Masjid Megah?

MEMBANGUN  MASJID MEGAH? Oleh Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin rahimahullah ditanya : Sebagian orang yang dikaruniai harta oleh Allâh Azza wa Jalla senang membangun masjid besar nan megah di daerah mereka, yang menelan biaya besar, padahal terkadang di wilayah tersebut sudah ada beberapa masjid. Padahal, saat itu juga, di

Mari Memakmurkan Masjid Bukan Hanya Sekedar Membangun

MARI MEMAKMURKAN MASJID BUKAN HANYA SEKEDAR MEMBANGUN Sekarang ini, banyak kita jumpai masjid-masjid yang megah. Pada pusat kota di setiap kabupaten, banyak terbangun masjid agung, masjid dalam kompleks Islamic Center dan berbagai tempat lainnya. Kita sudah sangat familiar dengan bangunan masjid yang besar, megah dan penuh dengan berbagai ornamen penghias dilengkapi dengan fasilitas yang memanjakan

Memakmurkan Masjid Sifat Terpuji Yang Identik Dengan Iman Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

MEMAKMURKAN MASJID SIFAT TERPUJI YANG IDENTIK DENGAN IMAN KEPADA ALLÂH SUBHANAHU WA TA’ALA Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA Allâh Azza wa Jalla berfirman: إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allâh ialah orang-orang

Masjid Yang Sederhana, Namun Berkualitas

MASJID YANG SEDERHANA, NAMUN BERKUALITAS Oleh Syaikh Husein al-‘Uwaisyah[1] Penglihatan kita sudah sangat familiar dengan masjid besar, megah dan penuh dengan berbagai ornamen penghias dilengkapi dengan fasilitas yang memanjakan badan, mulai dari permadani yang empuk dan AC yang menyejukkan ruangan masjid. Ini sudah biasa. Lalu, bagaimanakah perasaan kita tatkala melihat sebuah masjid yang kecil, sederhana

Peran Masjid Dalam Islam

PERAN MASJID DALAM ISLAM Oleh Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmi[1] Masjid pada zaman Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan khulafâu râsyidûn merupakan sumber segala kebaikan. Ini bukan suatu yang aneh dan asing bagi orang yang memiliki perhatian terhadap ilmu syar’i, terutama ilmu hadits, tafsir, maupun sirah. Di masjid berbagai ibadah dilaksakan: shalat fardhu lima waktu

Keutamaan Dan Kemuliaan Masjid

KEUTAMAAN DAN KEMULIAAN MASJID Oleh Syaikh Sa’id Ali Wahf al-Qahthani[1] Masjid memiliki kedudukan dan keutamaan dalam Islam, oleh karena itu Allâh Azza wa Jalla menyebutkannya dalam Kitab-Nya pada 18 tempat.[2] Dan dikarenakan kedudukannya yang tinggi dan agung di sisi Allâh Azza wa Jalla , maka Allâh Azza wa Jalla menyandarkan kata masjid pada Diri-Nya dalam

Sujud Syukur Pada Hari Pahlawan

SUJUD SYUKUR PADA HARI PAHLAWAN Pertanyaan. Assalamu’alaikum, ana mau tanya, di kantor ana dalam rangka memperingati hari pahlawan diadakan sujud syukur atas jasa para pahlawan. Dilakukan di masjid setelah shaolat Jum’at dipimpin imam dan dilakukan secara berjama’ah. Bagaimana hukumnya? Apakah boleh di lakukan? Syukran wa jazâkallâh khairan. Jawaban. Nikmat-nikmat Allâh Azza wa Jalla amatlah banyak,

Kitab Durratun Nâshihîn

KITAB DURRATUN NASIHIN Pertanyaan. Bagaimana kedudukan kitab Durratun Nâshihîn? Apakah dapat dijadikan rujukan  untuk diamalkan ? Jazâkumullâh khair. Jawaban. Di masyarakat kita, kitab ini cukup populer, menjadi pegangan dalam pengutipan hadits dalam ceramah-ceramah. Lengkapnya, berjudul Durratun Nâshihîn fil Wa’zhi wal Irsyâd karya Syaikh ‘Utsmân bin Hasan bin Ahmad Syâkir al-Khubari seorang Ulama yang hidup di

Keturunan Rasulullah Dan Meminta Berkah

KETURUNAN RASULULLAH DAN MEMINTA BERKAH Pertanyaan. Apakah keturunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih ada? Karena banyak orang yang mengaku keturunan (al itrah), dan banyak orang yang meminta berkah dari mereka. Tolong beri penjelasan? Jawaban. Keturunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih ada. Bahkan di antara keturunan beliau,  yaitu imam Mahdi, akan datang menjelang hari

Melihat Rasûlullâh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Dalam Mimpi

MELIHAT RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM DALAM MIMPI Pertanyaan. Ada sebuah lontaran pertanyaan: Apa makna sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya): “Barangsiapa yang (bermimpi) melihatku dalam tidur, maka ia akan melihatku ketika dalam keadaan jaga (tidak tidur)?”[1] Jawab:. Komite Tetap untuk Pembahasan Ilmiah dan Fatwa, yang pada waktu itu masih diketuai oleh Syaikh