Dialog Politik Dan Pemikiran Bersama Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz

INTI DIALOG POLITIK DAN PEMIKIRAN BERSAMA SYAIKH ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ DIALOG PERTAMA Bersama Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz[1] • Syaikh bin Baz menjelaskan kepada Majalah Syarq Ausath seputar manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam masalah amar ma’ruf nahi mungkar, metodologi penyampaian nasihat serta batasan-batasan syar’inya. • Beliau menjelaskan batasan-batasan

Hubungan Antara Rakyat Dan Penguasa, Pemberontakan Terhadap Penguasa Dan Batasan-Batasan Syar’i

HUBUNGAN ANTARA RAKYAT DAN PENGUASA. PEMBERONTAKAN TERHADAP PENGUASA DAN BATASAN-BATASAN SYAR’INYA Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz. Pertanyaan : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Diantara permasalahan yang sedang ramai dibicarakan ialah masalah hubungan antara rakyat dengan penguasa serta batasan-batasan syar’i, berkenaan dengan hubungan ini. Syaikh yang mulia, ada sekelompok

Hukum Berbuat Aniaya Terhadap Orang Kafir Dan Pelaku Maksiat, Kewajiban Da’i Adalah Memberi Nasehat

KEWAJIBAN PARA DA’I ADALAH MEMBERI NASEHAT, HUKUM BERBUAT ANIAYA TERHADAP ORANG KAFIR DAN PELAKU MAKSIAT, KAIDAH-KAIDAH AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Pertanyaan : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Sekiranya kita tetapkan bahwa syarat-syarat diadakannya pemberontakan terhadap penguasa telah terpenuhi menurut sekelompok orang, apakah hal

Hukum Melanggar Peraturan Umum, Mendo’akan Penguasa Adalah Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaa’h

HUKUM MELANGGAR PERATURAN UMUM, MENDO’AKAN PENGUASA ADALAH MANHAJ AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Pertanyaan : Ada beberapa orang yang berpandangan bahwa dirinya punya hak untuk melanggar peraturan-peraturan umum yang ditetapkan pemerintah, seperti peraturan lalu lintas, bea cukai, imigrasi dan lain-lain. Dengan asumsi peraturan-peraturan itu tidak syar’i. Apa komentar