Penulisan Al-Qur’an Dan Pengumpulannya

PENULISAN AL-QUR’AN DAN PENGUMPULANYA Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Penulisan dan pengumpulan Al-Qur’an melewati tiga jenjang. Tahap Pertama. Zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada jenjang ini penyandaran pada hafalan lebih banyak daripada penyandaran pada tulisan karena hafalan para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum sangat kuat dan cepat di samping sedikitnya orang yang bisa baca

Surat-Surat Makkiyah Dan Madaniyah

SURAT-SURAT MAKKIYAH DAN MADANIYAH Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara berangsur-angsur selama dua puluh tiga tahun, sebagian besar waktu Rasulullah dihabiskan di Makkah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا “Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur

Israiliyyat

ISRAILIYYAT Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Israiliyyat adalah : berita-berita yang dinukil dari Bani Israil, kebanyakan dari Yahudi atau dari Nasrani. Ini terbagi menjadi tiga macam Pertama : Israiliyyat yang diakui dan dibenarkan oleh Islam, maka hal itu benar. Contohnya : Riwayat Bukhari dan selainnya dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu mengatakan : “Datang salah

Bentuk-Bentuk Ayat Mutasyabih Dalam Al-Qur’an

AL-QUR’AN MUHKAM DAN MUTASYABIH Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin BENTUK-BENTUK AYAT MUTASYABIH DALAM AL-QUR’AN Mutasyabih yang terdapat dalam Al-Qur’an ada dua macam. Pertama: Hakiki, yaitu apa yang tidak dapat diketahui dengan nalar manusia, seperti hakikat sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Walau kita mengetahui makna dari sifat-sifat tersebut, namun kita tidak pernah tahu hakikat dan

Al-Qur’an Muhkam Dan Mutasyabih

AL-QUR’AN MUHKAM DAN MUTASYABIH Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Dilihat dari sisi pandang, muhkam dan mutasyabih, Al-Qur’an terbagi dalam tiga bentuk. Pertama : MUHKAM Umumnnya merupakan ciri Al-Qur’an secara keseluruhan, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. الر ۚ كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ “Alif Laam Raa, (inilah) suatu kitab yang

Bolehkah Menafsirkan Al-Qur’an Al-Karim Dengan Teori Ilmiah?

BOLEHKAH MENAFSIRKAN AL-QUR’AN AL-KARIM DENGAN TEORI ILMIAH ? Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bolehkah menafsirkan Al-Qur’an Al-Karim dengan teori ilmiah modern ? Jawaban Menafsirkan Al-Qur’an dengan teori ilmiah mengandung bahaya. Karena, jika kita menafsirkan Al-Qur’an dengan teori tersebut kemudian datang teori lain yang menyelisihinya, maka konsekwensinya

Mengompromikan Antara Dua Ayat Yang Berlawanan ?

MENJAMA’ [MENGKOMPROMIKAN] ANTARA DUA AYAT YANG BERLAWANAN ? Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Pertanyaan. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Bagaimana kita menjamak (mengkompromikan) dua ayat ini : إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni orang yang menyekutukanNya

Kilas Kontradiksi Dalam Al-Qur’an

KILAS KONTRADIKSI DALAM AL-QUR’AN Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Kontradiksi dalam Al-Qur’an adalah jika ada dua ayat yang saling bertolak-belakang, yaitu petunjuk ayat yang satu menjadi penghalang bagi petunjuk ayat yang lain, seperti jika ayat yang satu menetapkan akan sesuatu hal sementara ayat yang lain meniadakannya. Tidak akan mungkin terdapat dalam Al-Qur’an kontradiksi antara

Hukum Sesuatu Yang Tidak Terdapat Dalam Al-Qur’an

HUKUM SESUATU YANG TIDAK TERDAPAT DALAM AL-QUR’AN Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Sebagian orang melakukan pembenaran terhadap amalan dan perbuatannya yang jahat, seperti merokok atau yang semcamamnya dengan alasan bahwa hal tersebut tidak terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah di dalamnya, maka bagaimana Syaikh menasehati mereka ?