Kitab Jual Beli (1)

KITAB JUAL BELI Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi Definisi Jual Beli Al-buyu’ adalah bentuk jamak dari bai’u, dan dijamak karena banyak macamnya. Sedangkan bai’u yaitu memindahkan kepemilikan kepada orang lain dengan harga. Adapun syira adalah menerima bai’i tersebut. Dan setiap dari keduanya digunakan untuk menamai yang lainnya. Pensyari’atan Jual Beli Allah Ta’ala berfirman:

Kitab Jual Beli (2)

KITAB JUAL BELI Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi Macam-Macam Jual Beli Yang Dilarang Syari’at 1. Bai’ul Gharar Yaitu semua jual beli yang mengandung unsur jahalah (ketidak-jelasan) atau mengandung unsur mengadu peruntungan atau judi. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata: نَهَى رَسُولُ اللهِصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ. “Rasulullah

Khiyar (Memilih)

KHIYAR (MEMILIH) Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi Definisi Khiyar Khiyar yaitu mencari dua pilihan yang terbaik antara imdha (melanjutkan transaksi) atau ilgha (membatalkan transaksi). Macam-Macam Khiyar 1. Khiyar Majelis Khiyar ini terjadi bagi penjual dan pembeli sejak dilakukannya akad hingga keduanya berpisah, selama mereka tidak berjual beli dengan syarat tidak ada khiyar atau

Riba

RIBA Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi Definisi Riba Ar-Riba -isim maqshur- diambil dari kata rabaa – yarbuu, se-hingga ditulis dengan alif ar-ribaa ( اَلرِّبَا ). Ar-riba asal maknanya adalah az-ziyadah (pertambahan) baik pada dzat sesuatu itu sendiri, sebagaimana firman Allah Ta’ala: اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ “…Hiduplah bumi itu dan suburlah…” [Al-Hajj: 5] Dan bisa juga

Muzara’ah

MUZARA’AH Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi Definisi Muzara’ah Al-Muzara’ah menurut bahasa adalah muamalah terhadap ta-nah dengan (imbalan) sebagian apa yang dihasilkan darinya. Sedangkan yang dimaksud di sini adalah memberikan tanah kepada orang yang akan menggarapnya dengan imbalan ia mem-peroleh setengah dari hasilnya atau yang sejenisnya. Pensyaria’atan Muzara’ah Dari Nafi’ bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar

Musaqah, Ihyaa-ul Mawaat

MUSAQAH Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi Definisi Musaqah Al-Musaqah yaitu menyerahkan pohon tertentu (seperti kurma-pent.) kepada orang yang akan mengurusinya (dengan imbalan) ia mendapatkan bagian tertentu (pula) dari buahnya, seperti se-tengah atau sejenisnya. Pensyari’atan Musaqah Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَلَ أَهْلَ خَيْبَرَ عَلَى مَا يَخْرُجُ

Ijarah (Sewa Menyewa)

IJARAH (SEWA MENYEWA) Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi Definisi Ijarah Ijarah secara bahasa berarti al-itsaabah (pengupahan), dikatakan aajartuhu dengan mad (panjang) dan tanpa mad artinya atsabtuhu (aku mengupahnya). Secara istilah yaitu pemilikan manfaat seseorang dengan imbalan. Pensyari’atan Ijarah Allah Ta’ala berfirman: فَإِنْ أَرْضَعْنَ لَكُمْ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ “…Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalak)

Syirkah (Perserikatan)

SYIRKAH (PERSERIKATAN) Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi Definisi Syirkah Asy-Syirkah adalah al-ikhtilath (percampuran/persekutuan). Secara syara’ adalah apa yang terjadi dengan ikhtiyar antara dua orang atau lebih berupa percampuran (persekutuan) untuk menghasilkan laba/untung. Dan terkadang terjadi tanpa sengaja seperti warisan.” [1] Pensyari’atan Syirkah Allah Ta’ala berfirman: وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ الْخُلَطَاءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ

Mudharabah

MUDHARABAH Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi Definisi Mudharabah [1] Mudharabah diambil dari kata adh-dharbu fil ardhi yang artinya safar (berjalan di muka bumi) untuk melakukan perdagangan. Allah Ta’ala berfirman: وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِن فَضْلِ اللَّهِ “… Dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah…” [Al-Muzzammil: 20] Dan disebut

Salam (Pesanan)

SALAM (PESANAN) Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi Definisi Salam As-Salam dengan dua fat-hah sama dengan as-salaf baik secara wazan (timbangan ilmu sharaf) maupun secara makna. Dan hakikatnya secara syara’ adalah menjual barang yang telah disebut sifatnya di dalam tanggungan dengan bayaran kontan (di muka). [1] Pensyari’atan Salam Allah Ta’ala berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ