Allah Maha Hidup Tidak Akan Mati

Oleh Ustazd Abu Ismail Muslim Al-Atsari Allâh Pencipta seluruh makhluk, Dia memiliki semua sifat-sifat kesempurnaan. Di antara sifat-sifat kesempurnaan Allâh Subhanahu wa Ta’ala adalah sifat hayat (hidup). Sifat hidup bagi Allâh tidak ada permulaannya dan tidak ada akhirnya, karena sifat-Nya sempurna yang tidak ada kekurangan dari sisi manapun juga. DALIL AL-QUR’AN Sifat hidup bagi Allâh

Bertawakkal Hanya Kepada Allah Azza Wa Jalla

Pertanyaan. Di antara bentuk ibadah adalah bertawakkal hanya kepada Allâh Azza wa Jalla . Lalu apakah boleh seseorang mengatakan kepada orang lain, “Aku bertawakkal (pasrah sepenuh hati-red) kepadamu? Jawaban. Alhamdulillah, wash-shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak boleh. Seseorang tidak boleh mengatakan kepada orang lain, “Aku bertawakkal kepadamu.” Namun perkataan yang benar adalah,

Muslim Belum Tentu Mukmin

Pertanyaan. Allâh Azza wa Jalla berfirman dalam al-Qur’an: قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ Orang-orang Arab badui itu berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah, “Kalian belum beriman, tapi katakanlah, ‘Kami telah berislam (tunduk)’, karena iman

Allâh Azza Wa Jalla Mengetahui Segalanya

ALLAH AZZA WA JALLA MENGETAHUI SEGALANYA Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Di antara sifat Allâh Azza wa Jalla yang menunjukkan kesempurnaan-Nya adalah sifat ilmu. Dan sifat ilmu bagi Allâh Azza wa Jalla merupakan sifat dzatiyah tsubutiyah, yaitu sifat yang selalu ada pada Allâh Azza wa Jalla , tidak pernah pisah dengan Dzat Allâh. DALIL-DALIL

Akidah Dan Syariat

AKIDAH DAN SYARI’AT Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim Atsari Sesungguhnya, termasuk perkara yang diketahui secara pasti dalam agama Islam bahwa dien (agama Islam) adalah akidah dan syari’at, ilmu dan amal. Keduanya adalah satu kesatuan, memisahkan antara keduanya merupakan kesesatan yang nyata. MAKNA AKIDAH Secara bahasa akidah berasal dari kata al-‘aqdu, artinya: mengikat, memutuskan, menguatkan, mengokohkan,

Sifat Qudrah (Berkuasa) Allah Subhanahu Wa Ta’ala

SIFAT QUDRAH (BERKUASA) ALLÂH SUBHANAHU WA TA’ALA Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Allâh Azza wa Jalla memiliki sifat-sifat kesempurnaan dan suci bersih dari segala sifat kekurangan. Di antara sifat kesempurnaan Allâh adalah sifat qudrah (berkuasa), yaitu Allâh Azza wa Jalla berkuasa atas segala sesuatu. Allâh Azza wa Jalla  memberitahukan tentang ini dalam banyak tempat

Sifat Masyi’ah Dan Iradah Allah Subhanahu Wa Ta’ala

SIFAT MASYI’AH DAN IRAADAH ALLÂH SUBHANAHU WA TA’ALA Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Semua yang terjadi di dunia ini adalah dengan iraadah dan masyi’ah (kehendak) Allâh Subhanahu wa Ta’ala . Apa yang Allâh  kehendaki pasti terjadi, apa yang tidak Dia kehendaki tidak akan terjadi. Semua langit dan bumi, serta semua yang ada di antara

Pentingnya Iman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Prilaku Manusia

PENTINGNYA IMAN KEPADA HARI AKHIR DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRILAKU MANUSIA Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil Iman kepada hari Akhir merupakan salah satu rukun dari rukun iman, dan salah satu ‘aqidah dari ‘aqidah Islam yang pokok, karena masalah kebang-kitan di negeri akhirat merupakan landasan berdirinya ‘aqidah setelah masalah keesaan Allah Ta’ala. Iman kepada

Mengimani Shirath, Jembatan Di Atas Neraka

MENGIMANI SHIRATH, JEMBATAN DI ATAS NERAKA Oleh Ustadz DR. Ali Musri Semjan Putra Di akherat kelak, akan banyak sekali peristiwa yang sangat menakjubkan sekaligus menakutkan. Kita, sebagai seorang Mukmin, wajib mempercayai segala hal yang akan terjadi pada hari Kiamat, baik yang disebutkan dalam al-Qur’aan maupun yang terdapat dalam Hadits yang shahih. Kita tidak boleh membeda-bedakan

Prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Dalam Masalah Dien Dan Iman

PRINSIP AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH DALAM MASALAH DIEN DAN IMAN Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله Prinsip Ahlus Sunnah tentang iman adalah sebagai berikut:[1] 1. Iman adalah meyakini dengan hati, mengucapkannya dengan lisan dan mengamalkannya dengan anggota badan. 2. Amal perbuatan – dengan seluruh jenisnya yang meliputi amalan hati dan anggota badanadalah