Allah Subhanahu Wa Ta’ala Akan Datang Memutuskan Keadilan

ALLÂH SUBHANAHU WA TA’ALA AKAN DATANG MEMUTUSKAN KEADILAN Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Banyak ayat al-Qur’an memberitakan kepada kita tentang kedatangan Allâh Subhanahu wa Ta’ala  pada hari Kiamat nanti untuk memutuskan hukum di antara para hamba-Nya. Ayat Pertama: Firman Allâh Azza wa Jalla : كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا ﴿٢١﴾ وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ

Kewajiban Mengimani Sifat Nuzul

KEWAJIBAN MENGIMANI SIFAT NUZÛL Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Allâh Subhanahu wa Ta’ala adalah yang paling tahu tentang diri-Nya. Oleh karena itu, berita-Nya tentang diri-Nya adalah haq. Sementara Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa salam adalah manusia yang paling tahu tentang Allâh Azza wa Jalla , oleh karena itu berita Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam tentang

Allâh Subhanahu Wa Ta’ala Bersamamu, Dimanapun Kamu Berada

ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA BERSAMAMU. DIMANAPUN KAMU BERADA Oleh Ustadz  Abu Isma’il Muslim al-Atsari Al-Qur’an dan as-Sunnah merupakan sumber petunjuk yang sempurna, bagi orang yang mau merenungkannya dan berniat mengikuti kebenaran. Oleh karenanya semua beritanya haq dan tidak ada kontradiksi. Allâh Azza wa Jalla telah memberitakan kepada kita, bahwa Dia berada di atas ‘arsy-Nya dan

Sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Dekat

SIFAT ALLÂH  SUBHANAHU WA TA’ALA MAHA DEKAT Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Ahlus Sunnah menetapkan sifat-sifat Allâh yang ditetapkan oleh Allâh dalam al-Qur’an, atau ditetapkan oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam hadits-hadits yang shahih. Mereka menetapkan sifat Allâh  dengan tanpa tahrîf (merobah-robah), tanpa takyîf (menggambarkan hakekatnya), tanpa tamtsîl (menyerupakan dengan sifat makhluk),

Mengimani Sifat Rahmat Allah Yang Luas

MENGIMANI SIFAT RAHMAT ALLÂH YANG LUAS Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Di antara sifat Allâh Azza wa Jalla adalah sifat rahmat. Sifat ini ditetapkan oleh Allâh Subhanahu wa Ta’ala dalam kitab suci-Nya, juga ditetapkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  dan disepakati oleh Ahlus Sunnah wal-Jama’ah. Oleh karena itu, kita wajib mengimani dan menetapkan

Allah Maha Mengetahui

ALLÂH MAHA MENGETAHUI Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Manusia mengenal Allâh Azza wa Jalla dengan nama-nama-Nya yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna. Dengan memahai nama-nama dan sifat-sifat Allâh Subhanahu wa Ta’ala , kita akan lebih bisa mengenal Allâh Subhanahu wa Ta’ala . Semua nama Allâh pasti memuat sifat. DALIL SIFAT ILMU ALLAH

Allâh Subhanahu wa Ta’ala Maha Melihat

ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA MAHA MELIHAT Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Allâh Maha Sempurna dalam semua sifat-Nya. Diantara kesempurnaan sifat-sifat Allâh adalah Allâh Maha melihat; Allâh Azza wa Jalla memiliki asmâul husna, yaitu nama-nama yang paling indah. Setiap nama Allâh memuat sifat. Dan sifat melihat bagi Allâh adalah sifat dzatiyah, yaitu sifat yang selalu

Indikasi Al-Wala Wal Bara’

INDIKASI AL-WALA WAL BARA’ Oleh Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah Segala puji bagi Allâh Azza wa Jalla , shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta keluarga, Sahabatnya serta orang-orang yang menempuh jalan dengan petunjuknya. Setelah cinta kepada Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam ,

Hak-Hak Al-Wala’ Wal Bara’

HAK-HAK AL-WALA’ WAL BARA’ Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله Salah satu dari prinsip Akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah cinta dan benci karena Allâh Azza wa Jalla, yaitu mencintai dan memberikan wala’(loyalitas) kepada kaum Mukminin, membenci kaum musyrikin dan orang-orang kafir serta berpaling (bara’) dari mereka.[1] Al-Wala’ dalam bahasa Arab mempunyai

Kedudukan Al-Wala’ Dan Al-Bara’ Dalam Islam

KEDUDUKAN AL-WALA’ DAN AL-BARA’ DALAM ISLAM Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni MA Masalah al-wala’ (loyalitas atau mencintai) dan al-bara’ (berlepas diri atau membenci) adalah masalah yang sangat penting dan ditekankan kewajibannya dalam Islam, bahkan merupakan salah satu landasan keimanan yang agung. Jika masalah ini dilalaikan oleh seseoarng, maka itu akan menyebabkan keimanannya rusak.[1] Ketika