Sifat Masyi’ah Dan Iradah Allah Subhanahu Wa Ta’ala

SIFAT MASYI’AH DAN IRAADAH ALLÂH SUBHANAHU WA TA’ALA Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Semua yang terjadi di dunia ini adalah dengan iraadah dan masyi’ah (kehendak) Allâh Subhanahu wa Ta’ala . Apa yang Allâh  kehendaki pasti terjadi, apa yang tidak Dia kehendaki tidak akan terjadi. Semua langit dan bumi, serta semua yang ada di antara

Pentingnya Iman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Prilaku Manusia

PENTINGNYA IMAN KEPADA HARI AKHIR DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRILAKU MANUSIA Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil Iman kepada hari Akhir merupakan salah satu rukun dari rukun iman, dan salah satu ‘aqidah dari ‘aqidah Islam yang pokok, karena masalah kebang-kitan di negeri akhirat merupakan landasan berdirinya ‘aqidah setelah masalah keesaan Allah Ta’ala. Iman kepada

Mengimani Shirath, Jembatan Di Atas Neraka

MENGIMANI SHIRATH, JEMBATAN DI ATAS NERAKA Oleh Ustadz DR. Ali Musri Semjan Putra Di akherat kelak, akan banyak sekali peristiwa yang sangat menakjubkan sekaligus menakutkan. Kita, sebagai seorang Mukmin, wajib mempercayai segala hal yang akan terjadi pada hari Kiamat, baik yang disebutkan dalam al-Qur’aan maupun yang terdapat dalam Hadits yang shahih. Kita tidak boleh membeda-bedakan

Prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Dalam Masalah Dien Dan Iman

PRINSIP AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH DALAM MASALAH DIEN DAN IMAN Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله Prinsip Ahlus Sunnah tentang iman adalah sebagai berikut:[1] 1. Iman adalah meyakini dengan hati, mengucapkannya dengan lisan dan mengamalkannya dengan anggota badan. 2. Amal perbuatan – dengan seluruh jenisnya yang meliputi amalan hati dan anggota badanadalah

Orang Beriman Akan Melihat Ar-Rahman

ORANG BERIMAN AKAN MELIHAT AR-RAHMAN Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini kebenaran semua berita dari Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya. Mereka tidak menolaknya dengan akal atau perasaan. Mereka menetapkan apa yang ditetapkan oleh Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, dan mereka menolak apa yang ditolak oleh Allâh Azza wa

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Akan Datang Memutuskan Keadilan

ALLÂH SUBHANAHU WA TA’ALA AKAN DATANG MEMUTUSKAN KEADILAN Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Banyak ayat al-Qur’an memberitakan kepada kita tentang kedatangan Allâh Subhanahu wa Ta’ala  pada hari Kiamat nanti untuk memutuskan hukum di antara para hamba-Nya. Ayat Pertama: Firman Allâh Azza wa Jalla : كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا ﴿٢١﴾ وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ

Kewajiban Mengimani Sifat Nuzul

KEWAJIBAN MENGIMANI SIFAT NUZÛL Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Allâh Subhanahu wa Ta’ala adalah yang paling tahu tentang diri-Nya. Oleh karena itu, berita-Nya tentang diri-Nya adalah haq. Sementara Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa salam adalah manusia yang paling tahu tentang Allâh Azza wa Jalla , oleh karena itu berita Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam tentang

Allâh Subhanahu Wa Ta’ala Bersamamu, Dimanapun Kamu Berada

ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA BERSAMAMU. DIMANAPUN KAMU BERADA Oleh Ustadz  Abu Isma’il Muslim al-Atsari Al-Qur’an dan as-Sunnah merupakan sumber petunjuk yang sempurna, bagi orang yang mau merenungkannya dan berniat mengikuti kebenaran. Oleh karenanya semua beritanya haq dan tidak ada kontradiksi. Allâh Azza wa Jalla telah memberitakan kepada kita, bahwa Dia berada di atas ‘arsy-Nya dan

Sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Dekat

SIFAT ALLÂH  SUBHANAHU WA TA’ALA MAHA DEKAT Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Ahlus Sunnah menetapkan sifat-sifat Allâh yang ditetapkan oleh Allâh dalam al-Qur’an, atau ditetapkan oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam hadits-hadits yang shahih. Mereka menetapkan sifat Allâh  dengan tanpa tahrîf (merobah-robah), tanpa takyîf (menggambarkan hakekatnya), tanpa tamtsîl (menyerupakan dengan sifat makhluk),

Mengimani Sifat Rahmat Allah Yang Luas

MENGIMANI SIFAT RAHMAT ALLÂH YANG LUAS Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Di antara sifat Allâh Azza wa Jalla adalah sifat rahmat. Sifat ini ditetapkan oleh Allâh Subhanahu wa Ta’ala dalam kitab suci-Nya, juga ditetapkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  dan disepakati oleh Ahlus Sunnah wal-Jama’ah. Oleh karena itu, kita wajib mengimani dan menetapkan