Menghindari Penisbatan Pendapat Kepada Ulama Yang Tidak Benar

MENGHINDARI PENISBATAN PENDAPAT KEPADA ULAMA YANG TIDAK BENAR Oleh Ustadz Abu Minhal Lc Seseorang tidak boleh menisbatkan sebuah pendapat salah kepada Ulama tertentu, padahal penisbatan pendapat tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sebab, melalui kajian komprehensif, pendapat tersebut tidak benar dari mereka. Maka, kewajiban para Ulama untuk berhati-hati dalam mmengutip pendapat-pendapat Ulama dan memastikan dengan baik

Lebih Baik Berbeda Dengan Masyarakat Daripada Berbeda Dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

LEBIH BAIK BERBEDA DENGAN MASYARAKAT DARIPADA BERBEDA DENGAN NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM Oleh Ustadz Abu Minhal Lc Hidup di masa-masa yang jauh dari kenabian, akan membuat orang bisa jauh dari petunjuk-petunjuk dan nilai-nilai yang telah diajarkan oleh Rasûlullâh, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Sebab, perlahan-lahan, ajaran-ajaran Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan sebaik-baik

Shiddiqiyyah, Maqom Tertinggi Setelah Kenabian

SHIDDÎQIYYAH, MAQOM TERTINGGI SETELAH KENABIAN Oleh Ustadz Muhammad Ashim Lc Perbedaan manusia dalam merespon dengan baik ajaran-ajaran Allâh yang disampaikan oleh Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan semangat dalam menjalankannya berpengaruh pada tingkat dan kedudukan manusia di sisi Allâh Azza wa Jalla. Semakin cepat seseorang menerima kebenaran dan mengamalkannya, maka ia akan jauh lebih baik

Menjadikan Agama Sebagai Bahan Gurauan

MENJADIKAN AGAMA SEBAGAI BAHAN GURAUAN Oleh Prof. Dr Abdur Razzaq al-Abbad Islam merupakan agama agung, yang dibangun di atas pondasi pengagungan kepada Allâh Azza wa Jalla , pengagungan terhadap syariat-Nya dan Rasul-Nya. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ Demikianlah (perintah Allâh). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allâh, maka

Lihatlah Dari Siapa Kamu Mengambil Ilmu Agamamu!

LIHATLAH DARI SIAPA KAMU MENGAMBIL ILMU AGAMAMU ! Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni MA Menuntut ilmu agama untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan mewariskan amal shalih adalah tanda kebaikan yang Allâh Azza wa Jalla kehendaki bagi para hamba yang dipilih-Nya, sekaligus merupakan jalan menuju surga-Nya. Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh

Perbaikan Keadaan Umat Urgensi Dan Cara Mewujudkannya

PERBAIKAN KEADAAN UMAT URGENSI DAN CARA MEWUJUDKANNYA Oleh Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan hafizhahullah[1] Sesungguhnya perbaikan keadaan umat merupakan tujuan agung yang diinginkan dan dicari setiap orang, akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah dengan apa perbaikan itu direalisasikan? Ada banyak sistem yang telah ditempuh dan hasilnya pun berbeda-beda. Banyak orang berasumsi bahwa faktor yang bisa mewujudkan

Yang Bodoh Terhadap Agama, Rentan Dengan Kesesatan

YANG BODOH TERHADAP AGAMA, RENTAN DENGAN KESESATAN Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla menciptakan manusia di atas fitrah, sebagaimana tertuang dalam firman-Nya: فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا  (Sesuai) fitrah Allâh disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. [Ar-Ruum/30:30] Dan di antara fitrah bawaan pada diri manusia adalah mencintai al-haq (kebenaran) dan menginginkannya. Syaikhul Islam

Ahlu Sunnah Wal Jamaah Mengimani Seluruh Nash Al-Qur`ân Dan Sunnah

AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH MENGIMANI SELURUH NASH AL-QUR’AN DAN SUNNAH Kaum Mukminin mengimani bahwa Allâh Azza wa Jalla adalah Rabb dan Pemilik mereka, dan sesungguhnya Dia Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allâh Azza wa Jalla mengutus Rasul-Nya untuk menunjukkan jalan hidayah kepada mereka. Dan menurunkan bersamanya kitab suci dan

Apa Pedomanmu Dalam Beribadah Kepada Allâh Ta’ala?

APA PEDOMANMU DALAM BERIBADAH KEPADA ALLAH TA’ALA? Seorang hamba wajib menghambakan dirinya kepada Allâh Ta’ala.  Dalam proses menghambakan dan mendekatkan dirinya, atau lebih lazim dikenal dengan beribadah, kepada Rabbnya itu, ia tidak boleh berbuat dan melakukan sesukanya berdasarkan kata hati, perasaan, akal atau menurut kebanyakan orang. Ada enam pedoman dalam beribadah[1] yang wajib diikuti oleh

Prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Terhadap Masalah Kufur Dan Takfir (Pengkafiran)

PRINSIP AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH TERHADAP MASALAH KUFUR DAN TAKFIR (PENGKAFIRAN) Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حَفِظَهُ الله تَعَالَى Prinsip dan pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah tentang masalah kufur dan takfir (pengkafiran) adalah sebagai berikut: A. Definisi Kufur Kufur secara bahasa (etimologi) berarti menutupi. Sedangkan menurut syara’ (terminologi), kufur adalah tidak beriman kepada