Dihyah bin Khalîfah al-Kalbi Radhiyallahu Anhu, Malaikat Jibril Menjelma Dalam Rupanya

DIHYAH BIN KHALIFAH AL-KALBI RADHIYALLAHU ANHU, MALAIKAT JIBRIL MENJELMA DALAM RUPANYA ‘Awwanah bin al-Hakam berkata: “Manusia yang paling tampan rupanya, ialah seseorang yang Malaikat Jibril Alaihissallam datang dalam bentuk rupanya. Yakni Dihya.”[1] Dihyah bin Khalîfah al-Kalbi Radhiyallahu anhu adalah salah satu di antara para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah lama masuk Islam.

Sikap Ahlus Sunnah Terhadap Mu’awiyah Dan Pertikaiannya Dengan Ali

SIKAP AHLUS SUNNAH TERHADAP MU’AWIYAH DAN PERTIKAIANNYA DENGAN ALI Oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari PERSELISIHAN ANTARA ALI DAN MU’AWIYAH SERTA PENDIRIAN AHLU SUNNAH DALAM MENYIKAPINYA Tidak syak lagi, bahwasanya Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu dan orang-orang yang menyertainya lebih patut dikatakan sebagai kelompok yang benar daripada yang lainnya. Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya (1065)

Keutamaan Mu’awiyah Bin Abi Sufyan Radhiyallahu Anhu

KEUTAMAAN MU’AWIYAH BIN ABI SUFYAN RADHIYALLAHU ‘ANHU Oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari Imam Ahmad meriwayatkan di dalam Musnad-nya, dari Abdurrahman bin Abi Umairah al Azdi, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyebut Mu’awiyah dan berkata: “Ya, Allah. Jadikanlah ia orang yang menuntun kepada hidayah dan berilah ia hidayah”.[1]

Husain Bin Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhuma

HUSAIN BIN ‘ALI BIN ABI THALIB RADHIYALLAHU ‘ANHUMA Oleh Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin Biografi ini ditulis secara ringkas dan bebas dari kitab-kitab: Siyar A’lâm Nubalâ’ karya Imam adz-Dzahabi Juz 3, penerbit Mu’assasah ar-Risâlah, Tahqiq; Muhammad Na’im al-‘Arqasusy dan Ma’mûn Shagharjiy, cet. XI – 1422 H/2001 M; al-Bidâyah wa an-Nihâyah karya Imam Ibnu Katsîr, juz 8,

Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu Khalifah IV

ALI BIN ABI THALIB RADHIYALLAHU ANHU KHALIFAH IV Makalah ini diterjemahkan dari syarah ringkas Aqidah Thahawiyah yang ditulis oleh Syeikh Muhammad al-Hamud, seri ke 81 tentang kekhalifahan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu dalam majalah al-Furqan terbitan Kuwait edisi 120 Th.XII – Dzul Hijjah 1420 H/April 2000M dengan judul “Fadhlu Amir al-Mu’minin Ali bin Abi

Imam Ja’far Ash-Shadiq Rahimahullah, Imam Ahli Sunnah, Bukan Milik Syi’ah

IMAM JA’FAR ASH SHADIQ RAHIMAHULLAH, IMAM AHLI SUNNAH, BUKAN MILIK SYI’AH Tokoh yang masih keturunan Ahli Bait ini, termasuk yang dicatut oleh ahli bid’ah (baca: Syi’ah) sebagai tokohnya. Padahal jauh panggang dari api. Aqidahnya sangat berbeda jauh dengan aqidah yang selama ini diyakini orang-orang Syi’ah. NASAB DAN KEPRIBADIANNYA Ia adalah Ja’far bin Muhammad bin ‘Ali

Khalifah ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz Rahimahullah

KHALIFAH UMAR BIN ABDIL AZIZ RAHIMAHULLAH Pasca wafat Khalifah Mua’wiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu anhu, tahun 60 H, kezhaliman merajalela dimana-mana. Hubungan antara kalangan para ulama dengan para penguasa terjadi kesenjangan. Kondisi semakin memburuk, ketika sebagian orang zhalim mengemban kekuasaan, seperti misalnya al Hajjaj yang juga dibantu para pengikutnya. Mereka menghimpun harta dan menggunakannya tanpa

Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu Anhu Seorang Orator Ulung

KHALIFAH ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ RADHIYALLAHU ANHU SEORANG ORATOR ULUNG Ketokohan profil ini tidak diragukan lagi. Ia sangat meyakinkan. Reputasinya tak perlu dipertanyakan. Banyak ayat Al-Qur`an yang membicarakan keutamaan beliau, baik secara pribadi maupun dalam konteks umum. Allah Subahanhu wa Ta’ala berfirman : وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ Orang-orang yang

‘Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu Anhu, Saat Kritis, Beliau Tetap Melakukan Nahi Mungkar

AMIRUL MUKMININ UMAR BIN AL-KHTHTHAB RADHIYALLAHU ANHU, SAAT KRITIS, BELIAU TETAP MELAKUKAN NAHI MUNGKAR Siapa yang tak mengenal Amirul-Mukminin ‘Umar Al-Faruq? Sebuah nama yang menciutkan nyali kaum musyrikin Quraisy setelah beliau menyatakan memeluk Islam. Sejarah hidupnya sarat dengan peristiwa yang amat berkesan. Kisah-kisahnya menggoreskan kesan mendalam. Alangkah baiknya, bila para orang tua mengajarkan sejarah salah