Rasûlullâh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam  Mengobati Kekecewaan Orang

RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM MENGOBATI KEKECEWAAN ORANG Dalam bermasyarakat, saling memberi hadiah merupakan kebiasaan yang baik yang patut dilestarikan. Umumnya, hadiah akan diberikan seseorang kepada orang lain yang disukai atau dicintainya. Melalui hadiah tersebut,  hubungan akan kian menguat dan rasa cinta akan semakin tumbuh subur dan mendalam antara mereka berdua. Apa jadinya bila pemberian

Rasûlullâh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Berinteraksi Sosial

RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM BERINTERAKSI SOSIAL Oleh Ustadz Abu Aisyah Lc Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menegaskan bahwa maqashid risalah  Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam  adalah menyempurnakan akhlak-akhlak manusia. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam  mengatakan: إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang baik. [1] Dan Nabi  kita Shallallahu ‘alaihi

Orang Yang Beruntung Menurut Rasûlullâh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

ORANG YANG BERUNTUNG MENURUT RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM Di dunia ini, setiap manusia ingin menjadi orang-orang yang beruntung setiap saat dan di manapun berada. Mereka berharap menjadi manusia-manusia yang bernasib mujur dan baik di alam fana ini. Dan pandangan mereka tentang keberuntungan dan kemujuran lebih terpaku pada raihan materi- materi duniawi dan selamat dari

Nikmat Yang Lebih Baik Menurut Rasûlullâh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Daripada Nikmat Harta

NIKMAT YANG LEBIH BAIK MENURUT RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM DARIPADA NIKMAT HARTA Di dalam kehidupan dunia, seorang Muslim tidak pernah lepas dari rahmat Allâh Azza wa Jalla yang luas, dalam bentuk kucuran nikmat-nikmat-Nya yang tiada putus. Anugerah dan nikmat Ilahi yang diperolehnya pun amat beragam: nikmat kesehatan, keselamatan, rezki dan nikmat-nikmat dunia lainnya. Maka,

Keutamaan Selalu Menjaga Wudhu Dan Shalat Dua Rakaat Sesudahnya

KEUTAMAAN SELALU MENJAGA WUDHU DAN SHALAT DUA RAKAAT SESUDAHNYA Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni MA Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasȗlullȃh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada Bilal Radhiyallahu anhu ketika shalat Shubuh: يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Memperhatikan Skala Prioritas

RASÛLULLÂH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM MEMPERHATIKAN SKALA PRIORITAS Oleh Ustadz Abu Minhal, Lc Urusan-urusan yang dihadapi manusia sehari-hari tidak sedikit. Kewajiban-kewajiban yang mesti ia tunaikan pun banyak. Meskipun demikian, tingkat urgensi dan kewajiban tersebut berbeda-beda, tidak berada dalam satu level. Untuk itu, perlu mempertimbangkan sejauh mana urgensi suatu perkara dalam menentukan amalan mana yang harus

Rasûlullâh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Dan Siwak

RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM DAN SIWAK Oleh Ustadz Ashim bin Musthofa, Lc Bukan hal yang mengherankan, apabila seseorang memperhatikan kebersihan gigi dan mulut dengan baik. Biasanya, harapan dari atensi yang besar terhadap perkara aktifitas membersihkan gigi dan mulut adalah terjaganya kepercayaan diri ketika berinteraksi dengan orang lain. Tidak ada bau mulut yang membuat orang

Rasûlullâh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Mengetahui Keunggulan Dan Keistimewaan Para Sahabat

RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM MENGETAHUI KEUNGGULAN DAN KEISTIMEWAAN PARA SAHABAT Generasi Sahabat telah mereguk ajaran-ajaran Islam dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia. Kemudian, jadilah mereka para pemimpin dalam ilmu dan amal. Akan tetapi, para Sahabat itu tidaklah berada di atas derajat yang sama dalam pemahaman dan daya tangkap mereka, juga tidak berada

Semangat Rasûlullâh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Dalam Shalat Berjamaah

SEMANGAT RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM DALAM SHALAT BERJAMAAH Shalat fardhu merupakan kewajiban yang paling mendesak dibandingkan kewajiban-kewajiban lain setelah dua kalimat syahadat. Dalam pelaksanaannya, selain harus memperhatikan syarat-syarat shalat dan rukun-rukunnya yang telah disebutkan Ulama, pelaksanaannya secara berjamaah pun tidak boleh diabaikan, mengingat keutamaannya amat besar. Syaikh al-‘Utsaimîn rahimahullah menyatakan bahwa para Ulama telah

Rasa Malu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

RASA MALU RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM Al-Haya` (rasa malu) termasuk sifat penting guna meningkatkan kualifikasi seorang muslim di hadapan Rabbnya serta di tengah komunitas sosialnya. Bukan jenis malu kategori khojal yang melahirkan rasa rendah diri dan enggan untuk beramal kebaikan semisal amar ma’ruf nahi mungkar dan bertanya tentang ilmu yang tak diketahui. Karena menahan