Perhatian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Terhadap Shalat Dua Rakaat Sebelum Subuh

PERHATIAN RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM TERHADAP SHALAT DUA RAKAAT SEBELUM SUBUH Shalat-shalat sunnat rawâtib (shalat yang menyertai shalat fardhu) tidak sama keutamannya. Shalat sunnat Subuh lah yang menempati urutan teratas. Sebab, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya meski beliau berada dalam perjalanan. Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan bahwa perhatian dan konsistensi beliau paling

Doa Yang Paling Sering Dilantunkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam

DOA YANG PALING SERING DILANTUNKAN RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM Siapa saja ingin meraih kebaikan sebanyak-banyaknya di dunia ini. Demikian pula untuk akhiratnya, ia pun berharap memperoleh kenikmatan, hingga kehidupannya menyenangkan, jauh dari siksa neraka yang membinasakan. Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu, menceritakan upaya untuk bisa meraih kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, sangat

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Tidak Pernah Meninggalkan Shalat Witir

RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM TIDAK PERNAH MENINGGALKAN SHALAT WITIR Shalat witir termasuk shalat sunnat paling utama. Ketinggian kedudukannya mengalahkan harga kekayaan termahal yang dimiliki seorang hamba. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ اللَّهَ أَمَدَّكُمْ بِصَلاَةٍ هِيَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ الْوِتْرُ جَعَلَهُ اللَّهُ لَكُمْ فِيمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى أَنْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Melarang Isbâl

RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALAM MELARANG ISBAL Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan tata cara berpakaian baik bagi kaum lelaki yang berbeda dengan kaum wanita. Secara khusus, teladan umat Islam itu melarang kaum lelaki untuk melakukan isbâl, yaitu menjulurkan pakaian bagian bawah (celana atau sarung dll) sampai menutup dua mata kaki. Paling utama, pakaian

Isi Khutbah Jum’at Rasulullâh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

ISI KHUTBAH JUM’AT RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM Khutbah Jum’at bukan sekedar syarat sahnya suatu shalat Jum’at saja, akan tetapi lebih dari itu, ia memegang peranan penting bagi umat Islam. Syaikh Shalih al-Fauzân berkata: “Ringkasnya, khutbah Jum’at mengandung urgensi besar dalam Islam, karena memuat bacaan ayat-ayat al-Qur`ân, dan hadits-hadits Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam ,

Petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Dalam Berkhutbah Jum’at

PETUNJUK RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM DALAM BERKHUTBAH JUM’AT Sudah tidak terhitung berapa kali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah di depan para Sahabat Radhiyallahu anhum pada hari Jum’at. Menjadi kewajiban seorang khatib Jum’at untuk mengetahui petunjuk beliau dalam berkhutbah Jum’at, selain supaya ia tidak terjebak dalam perkara bid’ah, juga agar khutbahnya lebih mudah menyentuh

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Memohon Perlindungan Dari Ilmu Yang Tidak Bermanfaat

RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM MEMOHON PERLINDUNGAN DARI ILMU YANG TIDAK BERMANFAAT Ilmu merupakan pertanda kebaikan bagi pemiliknya. Akan tetapi, indikator baik ini tidak begitu saja melekat pada seseorang secara otomatis. Sebab, ajaran-ajaran Islam bukan simbol-simbol kosong tanpa makna, namun harus teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan bermuara pada datangnya tangis seseorang karena takut kepada Allah

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Selalu Memohon Tambahan Ilmu

RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM SELALU MEMOHON TAMBAHAN ILMU Penguasaan ilmu Agama, tidak diragukan lagi sangat bermanfaat bagi seorang Muslim, Mengingat, seluruh aspek kehidupannya telah diatur oleh Islam. Orang yang berilmu akan berjalan dengan mantap. Sementara orang yang berpengetahuan agama pas-pasan, atau bahkan derajatnya nol, akan berhadapan dengan ketidakjelasan, keraguan dan perasaan was-was, bahkan mungkin

Bersama Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Menjenguk Orang Sakit

BERSAMA NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM MENJENGUK ORANG SAKIT Kunjungan kepada orang sakit termasuk salah satu hak seorang muslim dengan muslim lainnya. Hukumnya mustahab. Supaya setiap individu tidak hanya berpikir urusan pribadinya saja, tetapi juga memiliki kepedulian kepada orang lain. Untuk memotivasi umat supaya gemar melakukan kegiatan sosial ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Lemah Lembut Terhadap Orang Jahil

NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM LEMAH LEMBUT TERHADAP ORANG JAHIL Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sosok yang paling lembut kepada manusia. Beliau sungguh-sungguh mempertimbangkan kondisi dan latar belakang mereka. Bagaimana tidak, beliaulah yang telah memberitakan: إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menyukai sifat lemah-lembut dalam seluruh perkara.[1] Kelembutan