Kewajiban Menangkal Perkembangan Syi’ah

KEWAJIBAN MENANGKAL PERKEMBANGAN SYI’AH Sudah menjadi kewajiban setiap Muslim untuk mewaspadai segala kejahatan. Apalagi jika berbicara tentang bahaya yang bersifat laten yang mengancam akidah dan keyakinannya. Perlu perhatian ekstra untuk membentengi hati dari lontaran syubhat yang bisa menyeret insan Muslim menanggalkan akidah Islamiyyahnya. Selama ini, yang sering menjadi topik kekhawatiran adalah sepak terjang para misionaris

Beberapa Kesamaan Antara Agama Syi’ah Dengan Tharikat Sufiyyah

BEBERAPA KESAMAAN ANTARA AGAMA SYI’AH DENGAN THARIKAT SUFIYYAH Siapapun yang mengetahui hakikat tasawwuf (Sufi) dan tasyayyu’ (Syi’ah), ia akan mendapatkan keduanya seperti pinang dibelah dua. Keduanya berasal dari sumber yang sama, dan memiliki tujuan yang sama. Oleh karena itu, kedua firqah ini memiliki kesamaan dalam pemikiran dan aqidah. Di antara persamaan dua golongan tersebut ialah

Zanadiqah Menyusup Lewat Syi’ah

ZANADIQAH MENYELUSUP LEWAT SYI’AH Oleh Ustadz Abu Minhal Dalam pembahasan mengenai aqidah, tak lepas dengan kata zindiq, terutama saat berbicara tentang kekufuran ataupun aqidah yang menyimpang. Pembicaraan tentang zindiq (jamaknya : zanadiqah) terasa begitu penting, karena berhubungan kuat dengan pemikiran-pemikiran Yunani kuno, Hindu dan Persia. Pengaruh-pengaruh buruknya mencengkeram pada sebagian golongan Islam begitu kental. Selain

Ajaran Tasawuf Merusak Aqidah Islam

AJARAN TASAWUF MERUSAK AQIDAH ISLAM Oleh ‘Abdul Azîz bin ‘Abdullâh al-Husaini Imam Syafi’i rahimahullah : “Seandainya seorang menjadi sufi (bertasawwuf) di pagi hari, niscaya sebelum datang waktu Zhuhur, engkau tidak dapati dirinya, kecuali menjadi orang bodoh”. (al-Manâqib lil Baihaqi 2/207) Wihdatul mashdar menjadi salah satu ciri Ahlu Sunnah wal Jama’ah dalam penetapan masaail aqidah, Mereka

Kaum Syiah, Golongan Pemalsu Hadits Terdepan

KAUM SYIAH, GOLONGAN PEMALSU HADITS TERDEPAN Oleh Ustadz DR. Ali Musri Semjan Putra Kemunculan orang-orang yang berkepentingan duniawi dan dengki terhadap Islam, dan manusia-manusia yang masuk Islam dengan membawa kepentingan untuk merusaknya dari dalam menjadi penyebab tersulutnya fitnah besar di tengah umat Islam yang berujung pada terbunuhnya Khalifah ‘Utsmân Radhiyallahu anhu dan berkobarnya peperangan-peperangan yang

Imam Ke Dua Belas Syiah, Manusia Fiktif

IMAM KEDUA BELAS SYIAH, MANUSIA FIKTIF Oleh Ustadz Abu Minhal Lc KAUM SYIAH MENUNGGU KEDATANGAN IMAM KE DUA BELAS MEREKA Mahdi Muntazhar (Imam Mahdi Syiah yang ditunggu-tunggu kedatangannya) termasuk pembahasan yang sering dibicarakan dalam buku-buku referensi Syiah. Yang mereka maksud dengan sebutan itu dalam pandangan Syiah adalah imam kedua belas yang bernama Muhammad bin Hasan

Sufi, Beribadah Dengan Menari-Nari (?!)

SUFI, BERIBADAH DENGAN MENARI-NARI (?!) Oleh Ustadz Abu Minhal Masyarakat umumnya memandang persoalan menari berhubungan dengan seni dan budaya. Berbeda dengan kalangan Sufi, mereka memastikan ada ritual tertentu – di luar ibadah yang disyariatkan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam – yang berfungsi sebagai amalan sholeh layaknya ibadah-ibadah yang lain. Belakangan tidak asing lagi dipertontonkan, aksi

Pokok-Pokok Kesesatan Aqidah Syiah

POKOK-POKOK KESESATAN AQIDAH SYIAH Oleh Syaikh Dr. Muhammad bin Musâ Alu Nashr Syiah dikenal dengan sebutan Rafidhah karena mereka menolak mengakui khilafah Abu Bakar Radhiyallahu anhu dan ‘Umar Radhiyallahu anhu bin Khaththab dan penolakan mereka atas sanjungan Zaid bin ‘Ali bin Husain terhadap dua orang terbaik umat itu. Mereka menyikapi jawaban Zaid bin Ali bin

Menurut Sufi, Sebagian Orang Tidak Perlu Beribadah Lagi?!

MENURUT SUFI, SEBAGIAN ORANG TIDAK PERLU BERIBADAH LAGI (?!) Oleh Ustadz Abu Minhal Ketika seseorang (atau suatu golongan) tidak berpijak pada nash syar’i dengan pemahaman yang lurus, tidak mengherankan bila kemudian akan muncul pemahaman, keyakinan, perilaku, bentuk ibadah yang tidak sesuai dengan syariat, bahkan juga benar-benar bertentangan dengan syariat. Naûdzubillâh minal khudzlân Sebut saja golongan

Syiah Dan Golongan Batiniyah, Pencetus Budaya Pengagungan Kubur

SYIAH DAN GOLONGAN BATINIYAH, PENCETUS BUDAYA PENGAGUNGAN KUBUR Oleh Ustadz Abu Minhal, Lc Pengagungan kuburan dan komplek makam sudah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat, bahkan menjadi bagian praktek keagamaan mereka yang tak terpisahkan dengan kehidupan sehari-hari. Di antaranya, dengan membuatkan bangunan makam dan memperindahnya, menjadikannya sebagai tempat shalat, mengkhatamkan baca al-Qur`ân di sampingnya dan memanjatkan doa