Peringatan Dari Bahaya Gerakan Kristenisasi Dan Wasilah-Wasilahnya

PERINGATAN DARI BAHAYA GERAKAN KRISTENISASI DAN WASILAH-WASILAHNYA. Oleh Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Ilmiah Wal Ifta Segala puji hanyalah milik Allah Rabb semesta alam, Shalawat dan salam semoga tercurah atas nabi kita yang telah diutus sebagai rahmat bagi sekalian manusia, sebagai penutup para nabi dan rasul, nabi dan rasul kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, atas

Haruskah Memberi Sanjungan Kepada Orang Kafir?

HARUSKAH MEMBERI SANJUNGAN KEPADA ORANG KAFIR? Oleh Ustadz Abu Minhal Lc لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.

Sampai Manakah Batas Toleransi?

SAMPAI MANAKAH BATAS TOLERANSI? oleh Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala ; shalawat serta salam selalu tercurah untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, para Sahabat, serta para pengikutnya sampai hari kiamat. Amma ba’du, Sesungguhnya agama kita terbangun di atas rasa toleransi dan menghilangkan kesusahan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Wajib Waspada Kepada Orang Kafir Serta Wajib Bara’ Kepada Orang Kafir

WAJIB WASPADA KEPADA ORANG KAFIR SERTA WAJIB BARA’ KEPADA ORANG KAFIR Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله Satu-satunya agama yang benar, diridhai dan diterima oleh Allâh Azza wa Jalla adalah Islam. Agama-agama selain Islam, tidak akan diterima oleh Allâh Azza wa Jalla . Allâh Azza wa Jalla juga berfirman: وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ

Kafir Tidak Sama Dengan Non-Muslim

KAFIR TIDAK SAMA DENGAN NON-MUSLIM[1] Allâh Azza wa Jalla telah menciptakan makhluk agar mereka beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla dan menjadikan fithrah mereka di atas tauhid dan ketaatan kepada-Nya, namun kemudian diantara mereka ada yang kufur. Allâh Azza wa Jalla berfirman : وَلَٰكِنِ اخْتَلَفُوا فَمِنْهُمْ مَنْ آمَنَ وَمِنْهُمْ مَنْ كَفَرَ Akan tetapi mereka berselisih,

Laknat Para Malaikat Bagi Orang Kafir Yang Mati Dalam Keadaan Kafir

LAKNAT PARA MALAIKAT BAGI ORANG KAFIR YANG MATI DALAM KEADAAN KAFIR Oleh Syaikh Dr Fadhl Ilahi Di antara orang yang mendapatkan laknat dari para Malaikat adalah orang kafir yang mati dan tetap dalam keadaan kafir. Yang menjadi dalil untuk pernyataan ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ

Bentuk Sikap Wala’ Kepada Orang-Orang Kafir

BENTUK SIKAP WALA’ KEPADA ORANG-ORANG KAFIR Oleh Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah Diantara prilaku yang mengindikasikan bahwa si pelaku berwala’ (sikap setia, loyal) kepada orang-orang kafir: 1. Menyerupai atau meniru mereka dalam tata cara berpakaian, berbicara dan sebagainya. Karena menyerupai mereka dalam berpakaian, berbicara dan lain sebagainya menunjukkan kecintaannya terhadap yang ditirunya itu. Oleh karena itu,

Jauhi Tindakan Meniru Kaum Kafir!

JAUHI TINDAKAN MENIRU KAUM KAFIR![1] Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya, ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. [Al-Jâtsiyah/ 45:

Muamalah Dengan Orang Kafir

MUAMALAH DENGAN ORANG KAFIR Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Lc Dalam kehidupan bermasyarakat di negara ini, tentunya seorang muslim hidup dengan beragam manusia yang berbeda agama. Tentu saja tidak bisa disamakan sikap kita kepada orang kafir (non muslim) dengan sikap kita kepada sesama muslimin, karena hal ini menyangkut aqidah al-Walâ’ dan al-barâ’. Dalam permasalahan ini, Syaikhul

Hukum Memanfaatkan Jasa Dan Produk Orang Kafir

HUKUM MEMANFAATKAN JASA DAN PRODUK ORANG KAFIR Oleh Ustadz Muhammad Ashim Lc Sesungguhnya Islam memberikan ruang toleransi dalam soal seorang Muslim mengambil manfaat dari orang non-Muslim dalam bidang ilmu Kimia, Fisika, Ilmu Falak, Kedokteran, Industri, pertanian dan ilmu-ilmu manejemen dan ilmu-ilmu lain yang serupa.  Toleransi ini dibuka ketika belum ada sumber-sumber penguasaan ilmu-ilmu tersebut dari