Ulama Su’ (Orang Berilmu Yang Buruk)

ULAMA SÛ’ (ORANG BERILMU YANG BURUK)[1] Dalam al-Qur’an, Allâh Azza wa Jalla menyebutkan kisah seorang yang berilmu namun digelari buruk. Allâh Azza wa Jalla berfirman dalam surat al A’raf ayat ke-175 sampai dengan ayat ke-177. وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ ﴿١٧٥﴾ وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ

Pemimpin Yang Menyesatkan

PEMIMPIN YANG MENYESATKAN Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Lc Kita hidup di zaman yang penuh fitnah dan keguncangan, banyak kaum Muslimin yang menyimpang dari kebenaran. Sebenarnya itu kembali kepada realita adanya orang-orang yang ditokohkan sebagai ulama namun tidak komitmen dalam melaksanakan dan berpegang teguh kepada al-Qur`an dan as-Sunnah serta mengajarkannya kepada masyarakat.  Padahal para ulama adalah

Tokoh-Tokoh Pengusung Kesesatan Eksistensi Dan Bahaya Mereka Bagi Umat

TOKOH-TOKOH PENGUSUNG KESESATAN EKSISTENSI DAN BAHAYA MEREKA BAGI UMAT Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni MA Di dalam al-Qur’an, Allâh Azza wa Jalla menyatakan keberadaan para tokoh penyeru kesesatan dan para tokoh penyeru kepada petunjuk kebaikan. Allâh Azza wa Jalla berfirman: وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يُنْصَرُونَ Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin

Syubhat : Peringatan Maulid Nabi Dengan Alasan Sebagai Wasilah Berbagai Kebaikan

SYUBHAT : PERINGATAN MAULID NABI DENGAN ALASAN SEBAGAI WASILAH BERBAGAI KEBAIKAN, APALAGI TRADISI MASYARAKAT KITA YANG SELALU MELAKSANAKAN BERSAMA-SAMA Alasan yang bersifat sosiologis, bahwa peringatan maulid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan wasilah untuk melaksanakan berbagai kebaikan, apalagi tradisi masyarakat kita yang selalu melaksanakan bersama- sama. Jawaban: Alasan seperti ini juga merupakan kebatilan yang tidak

Syubhat : Peringatan Maulid Nabi Dengan Alasan Kisah Abu Lahab Yang Memerdekakan Budaknya Pada Hari Kelahiran Rasulullah

SYUBHAT : PERINGATAN MAULID NABI DENGAN ALASAN KISAH ABU LAHAB YANG MEMERDEKAKAN BUDAKNYA PADA HARI KELAHIRAN RASULULLAH Pentingnya memperingati maulid Nabi adalah bertolak dari kisah Abu Lahab, paman Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memerdekakan budaknya bernama Tsuwaibah al-Aslamiyyah pada hari kelahiran Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Begitu girangya Abu Lahab atas kelahiran keponakannya yang

Syubhat : Peringatan Maulid Nabi Dengan Alasan Allah Memberkati Dan Mengagungkan Hari Dan Tanah Kelahiran Para Nabi

SYUBHAT : PERINGATAN MAULID NABI DENGAN ALASAN ALLAH MEMBERKATI DAN MENGAGUNGKAN HARI DAN TANAH KELAHIRAN PARA NABI Allâh memberkati dan mengagungkan hari dan tanah kelahiran para nabi. Lihatlah keterangan dalam hadits yang mengaitkan kemuliaan hari Jum’at dengan kelahiran Nabi Adam, dan lain lain. maka apalagi dengan hari kelahiran Rasûlullâh. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita

Syubhat: Perayaan Maulid Dengan Alasan Rasûlullâh Berpuasa Pada Hari Senin Yang Merupakan Hari Kelahirannya

SYUBHAT : PERAYAAN MAULID DENGAN ALASAN RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM BERPUASA PADA HARI SENIN YANG MERUPAKAN HARI KELAHIRANNYA Para pengusung peringatan maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, bahwa diantara alasan peringatan maulid adalah karena Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mementingkan berpuasa pada hari kelahirannya, yaitu setiap hari Senin seperti yang diriwayatkan oleh

Sebab Keterbelakangan Kaum Muslimin Karena Komitmen Terhadap Agama?

SEBAB KETERBELAKANGAN KAUM MUSLIMIN KARENA KOMITMEN TERHADAP AGAMA? Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Sebagian orang yang lemah imannya mengklaim bahwa sebab keterbelakangan kaum muslimin adalah karena komitmen mereka terhadap agama. Syubhat yang mereka lemparkan menurut klaim tersebut bahwa tatkala orang-orang Barat tidak meninggalkan seluruh agama dan

Hukum Terhadap Orang Yang Mengingkari Adanya Kehidupan Akhirat

HUKUM TERHADAP ORANG YANG MENGINGKARI ADANYA KEHIDUPAN AKHIRAT Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum terhadap orang yang mengingkari kehidupan akhirat dan mengklaim bahwa hal itu hanyalah khurafat yang ada pada abad-abad pertengahan? Dan bagaimana membungkam argumentasi mereka? Jawaban. Barangsiapa yang mengingkari kehidupan akhirat dan mengklaim

Berdialog Dengan Pemeluk Agama Lain

BERDIALOOG DENGAN PEMELUK AGAMA LAIN  [1] Oleh Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan Segala puji bagi Allâh Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Muhammad; Penutup para Nabi. Juga atas keluarga dan semua sahabat. Wa ba’du; Dewasa ini, telah muncul fenomena dialog antara kelompok-kelompok yang berseberangan. Dialog bersama orang yang berseberangan itu sendiri, bila tujuannya untuk menjelaskan