Bertaubat Dari Persaksian Palsu

BERTAUBAT DARI PERSAKSIAN PALSU Pertanyaan. Ustadz, bagaimana cara saya bertaubat dari kesalahan masa lalu. Karena saya pernah diminta menjadi saksi dalam perceraian di pengadilan. Awalnya, saya menolak dan keberatan serta saya sarankan agar digantikan dengan orang yang memang dekat rumahnya, tetapi dia tetap memaksa saya menjadi saksi. Dalam persaksian tersebut saya terpaksa berbohong sebagian, karena

Sumpah Pocong

SUMPAH POCONG Pertanyaan. Sumpah pocong di Banten, korban dibungkus dengan kafan dan di hadapkan kiblat. Sebelum disumpah, pemuka agama membacakan al-Qur`ân. Setelah disumpah, korban harus minum air dengan campuran darah ayam hitam dan tombak keramat; setelah itu korban harus melangkahi bangkai ayam hitam tersebut 7 kali dan thawâf di pohon  keramat dekat masjid. (sumber: Redaksi pagi

Hukum Bersumpah Dengan Menyebut Nama Selain Allah

HUKUM BERSUMPAH DENGAN MENYEBUT NAMA SELAIN ALLAH Oleh Ustadz Abu Haidar As Sundawi Bersumpah, artinya menguatkan suatu obyek pembicaraan dengan menyebut sesuatu yang diagungkan dengan lafazh yang khusus. Yaitu dengan menggunakan salah satu di antara huruf sumpah ba`, wawu, atau ta` (dalam bahasa Arab) [1]. Yakni dengan mengatakan billahi, wallahi, atau tallahi, yang artinya demi

Hukum Nadzar : Makruh Atau Haram?

HUKUM NADZAR : MAKRUH ATAU HARAM? Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Setelah seseorang menentukan nadzar dan arahnya ; apakah boleh seseorang merubahnya bila mendapatkan arah yang lebih berhak ? Jawaban Akan saya kemukakan mukadimah terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan tersebut, yaitu bahwa tidak semestinya seseorang melakukan

Nadzar Hukumnya Makruh Sementara Menepatinya Suatu Keharusan

NADZAR HUKUMNYA MAKRUH SEMENTARA MENEPATINYA SUATU KEHARUSAN Oleh Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin Pertanyaan Syaikh Abdullah bin Abdurrahnman Al-Jibrin ditanya : Apa sebenarnya hukum syariat mengenai nadzar ? Apakah bila tidak menepatinya akan mendapatkan sanksi ? Jawaban. Secara syariat, hukum nadzar itu adalah makruh. Dalam hal ini terdapat hadits shahih dari Nabi Shallallahu alaihi wa

Kamu Haram Bagiku Sebagaimana Ibuku (Zhihar)

SUAMI SAYA MELEMPARKAN SUMPAH TALAK KEPADA SAYA DENGAN UCAPAN : KAMU HARAM BAGIKU SEBAGAIMANA IBUKU. Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Suamiku melemparkan sumpah talak kepada saya, dengan ucapannya : “Kamu haram bagiku sebagiaman ibuku dan saudariku”. Maka terjadi hal tersebut kemudian kami rujuk kembali sedangkan saya

Berjanji Dan Bersumpah Untuk Menjadi Saudara

BERJANJI DAN BERSUMPAH UNTUK MENJADI SAUDARA Oleh Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta Pertanyaan. Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Saya laki-laki berumur 48 tahun sedang menderita sakit, sementara saya tidak mempunyai keluarga, tetapi saya mempunyai teman akrab, seorang muslim yang taat, akhirnya saya dirawat di rumahnya. Dan isteri teman saya

Hukum Banyak Bersumpah, Benar Ataupun Dusta

HUKUM BANYAK BERSUMPAH, BENAR ATAUPUN DUSTA Oleh Syaikh Abdul Azi bin Abdullah bin Baz Pertanyaan. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Saya memiliki kerabat yang banyak sekali bersumpah atas nama Allah, baik dia ucapkan secara benar ataupun dusta ; apa hukumnya? Jawaban. Dia harus dinasehati dan dikatakan kepadanya, “Seharusnya kamu tidak memperbanyak

Hukum Mengucapkan Demi Allah Secara Kontinyu Dan Kafarat Sumpah

HUKUM MENGUCAPKAN “DEMI ALLAH” SECARA KONTINYU DAN KAFARAT SUMPAH Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Pertanyaan. Syaikh Abdil Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Dalam banyak kesempatan, saya seringkali ketika berbicara mengucapkan “Demi Allah”, apakah hal ini dianggap sebagai sumpah ? Dan bagaimana saya bisa menebusnya (membayar kafarat) bila melanggarnya ? Jawaban