Pengertian Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

PENGERTIAN ‘AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas A. Definisi ‘Aqidah ‘Aqidah (اَلْعَقِيْدَةُ) menurut bahasa Arab (etimologi) berasal dari kata al-‘aqdu (الْعَقْدُ) yang berarti ikatan, at-tautsiiqu(التَّوْثِيْقُ) yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu (اْلإِحْكَامُ) yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquw-wah (الرَّبْطُ بِقُوَّةٍ) yang berarti mengikat dengan kuat.[1] Sedangkan

Definisi Salaf , Definisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah

PENGERTIAN ‘AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas C. Definisi Salaf (السَّلَفُ) Menurut bahasa (etimologi), Salaf ( اَلسَّلَفُ ) artinya yang terdahulu (nenek moyang), yang lebih tua dan lebih utama.[1] Salaf berarti para pendahulu. Jika dikatakan (سَلَفُ الرَّجُلِ) salaf seseorang, maksudnya kedua orang tua yang telah mendahuluinya.[2] Menurut istilah (terminologi),

Kaidah Dan Prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Dalam Mengambil Dan Menggunakan Dalil

KAIDAH DAN PRINSIP AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH DALAM MENGAMBIL DAN MENGGUNAKAN DALIL[1] Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas 1. Sumber ‘aqidah adalah Kitabullah (Al-Qur-an), Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih dan ijma’ Salafush Shalih. 2. Setiap Sunnah yang shahih yang berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wajib diterima, walaupun sifatnya ahad.[2]

Setiap Sunnah Yang Shahih Yang Berasal Dari Rasulullah Wajib Diterima, Walaupun Sifatnya Ahad

PENJELASAN KAIDAH KEDUA : SETIAP SUNNAH YANG SHAHIH YANG BERASAL DARI RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM WAJIB DITERIMA. WALAUPUN SIFATNYA AHAD. Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Hadits ahad adalah hadits yang tidak memenuhi syarat-syarat hadits mutawatir atau tidak memenuhi sebagian dari syarat-syarat mutawatir.[1] Para ulama ummat ini pada setiap generasi, baik yang mengatakan

Dalil ‘Aqli (Akal) Yang Benar Akan Sesuai Dengan Dalil Naqli/Nash Yang Shahih

PENJELASAN KAIDAH KEENAM : DALIL AQLI (AKAL) YANG BENAR AKAN SESUAI DENGAN DALIL NAQALI/NASH YANG SHAHIH Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Kata ‘Aql dalam bahasa Arab (etimologi) mempunyai beberapa arti,[1] di antaranya : Ad-diyah (denda), al-hikmah (kebijakan), husnut tasharruf (tindakan yang baik atau tepat). Secara istilah (terminologi): ‘aql (selanjutnya ditulis akal) digunakan untuk

Setiap Perkara Baru Yang Tidak Ada Sebelumnya Di Dalam Agama Adalah Bid’ah

PENJELASAN KAIDAH KESEPULUH : SETIAP PERKARA BARU YANG TIDAK ADA SEBELUMNYA DI DALAM AGAMA ADALAH BID’AH, SETIAP BID’AH ADALAH SESAT DAN SETIAP KESESATAN TEMPATNYA DI NERAKA Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas A. Pengertian Bid’ah Bid’ah sama artinya dengan al-ikhtira’ yaitu sesuatu yang baru, yang diciptakan tanpa ada contoh sebelumnya.[1] Bid’ah secara bahasa (etimologi)

Beberapa Karakteristik Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

BEBERAPA KARAKTERISTIK ‘AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH[1] Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Sesungguhnya orang yang mau berfikir obyektif, jika ia mau melakukan perbandingan antara berbagai keyakinan yang ada di antara ummat manusia saat ini, niscaya ia menemukan beberapa karakteristik dan ciri-ciri dari ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang merupakan ‘aqidah Islamiyyah yang haqq

Kewajiban Ittiba’ (Mengikuti Jejak) Salafush Shalih Dan Menetapkan Manhajnya

KEWAJIBAN ITTIBA’ (MENGIKUTI JEJAK) SALAFUSH SHALIH DAN MENETAPKAN MANHAJNYA Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Mengikuti manhaj (jalan) Salafush Shalih (yaitu para Sahabat) adalah kewajiban bagi setiap individu Muslim. Adapun dalil-dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah sebagai berikut: A. Dalil-dalil dari Al-Qur-an Allah berfirman: فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا ۖ وَإِنْ

Agama Islam Adalah Agama Yang Haq Yang Dibawa Oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Pertama: AGAMA ISLAM ADALAH AGAMA YANG HAQ (BENAR) YANG DIBAWAH OLEH NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Islam secara bahasa (etimologi) adalah berserah diri, tunduk, atau patuh. Adapun menurut syari’at (terminologi), definisi Islam berada pada dua keadaan: Pertama: Apabila Islam disebutkan sendiri tanpa diiringi dengan kata iman, maka

Makna Dua Kalimat Syahadah

Kedua: MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAH Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini bahwa dua kalimat syahadah merupakan dasar sah dan diterimanya semua amal. Kedua kalimat ini memiliki makna, syarat-syarat dan rukun-rukun yang harus diketahui, diyakini, diimani dan diamalkan oleh seluruh kaum Muslimin. Makna kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ Makna dari