Tanda-Tanda Besar Kiamat

TANDA-TANDA BESAR KIAMAT Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil URUTAN TANDA-TANDA BESAR KIAMAT Kami belum pernah mendapatkan dalil yang secara jelas menerangkan urutan tanda-tanda besar Kiamat berdasarkan kejadiannya. Semuanya hanyalah diungkapkan dalam berbagai hadits tanpa urutan, karena urutan penyebutan di dalamnya sama sekali tidak mengandung arti urutan di dalam kejadian. Ungkapan di dalamnya

Pasal Pertama : Al-Mahdi

Pasal Pertama AL-MAHDI Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil Pada akhir zaman akan keluar seorang laki-laki dari kalangan Ahlul Bait, Allah akan mengokohkan agama Islam dengannya, dia akan menjadi pemimpin selama tujuh tahun. Bumi akan dipenuhi dengan keadilan sebagaimana sebelum-nya dipenuhi dengan kezhaliman. Semua umat merasakan kenikmatan pada masanya dengan kenikmatan yang belum

Pasal Pertama : Dalil-Dalil dari as-Sunnah Yang Menunjukkan Akan Kedatangan al-Mahdi

Pasal Pertama AL-MAHDI Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil 3. Dalil-Dalil dari as-Sunnah yang Menunjukkan Akan Kedatangannya Telah diriwayatkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan akan munculnya al-Mahdi. Di antara hadits-hadits ini ada yang khusus menyebutkan tentang al-Mahdi, ada juga yang hanya menyebutkan sifat-sifatnya.[1] Di sini kami akan menjelaskan sebagian hadits-haditsnya, dan hal itu

Pasal Pertama : Dalam Shahiih al-Bukhari Dan Shahiih Muslim Yang Memiliki Keterkaitan al-Mahdi

Pasal Pertama AL-MAHDI Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil 4. Sebagian Hadits Dalam Shahiih al-Bukhari dan Shahiih Muslim yang Memiliki Keterkaitan dengan al-Mahdi a. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا نَزَلَ اِبْنُ مَرْيَمَ فِيْكُمْ، وَإِمَامُكُمْ مِنْكُمْ؟ ‘Bagaimanakah keadaan kalian ketika putera Maryam

Pasal Pertama : Kemutawatiran Hadits-Hadits Tentang al-Mahdi

Pasal Pertama AL-MAHDI Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil 5. Kemutawatiran Hadits-Hadits Tentang al-Mahdi Hadits-hadits yang telah kami sebutkan sebelumnya juga yang tidak kami nukil pada pembahasan ini -khawatir terlalu panjang- menunjukkan bahwa hadits-hadits yang menerangkan al-Mahdi memiliki derajat mutawatir ma’nawi (mutawatir secara makna) dan hal itu telah dinyatakan oleh para imam. Pada

Pasal Pertama : Orang Yang Mengingkari Hadits-Hadits Tentang Al-Mahdi Dan Bantahan Terhadap Mereka

Pasal Pertama AL-MAHDI Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil 7. Orang-Orang yang Mengingkari Hadits-Hadits Tentang al-Mahdi dan Bantahan Terhadap Mereka Telah kami ungkapkan sebelumnya hadits-hadits shahih yang merupakan dalil secara qath’i akan kemunculan al-Mahdi di akhir zaman sebagai seorang hakim dan pemimpin yang adil. Demikian pula kami telah menukil beberapa pendapat ulama yang

Pasal Pertama : Hadits Tidak Ada Al-Mahdi Kecuali ‘Isa Bin Maryam Dan Bantahannya

Pasal Pertama AL-MAHDI Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil 8. Hadits لاَ مَهْدِيُّ إِلاَّ عِيْسَـى بْنُ مَرْيَمَ (Tidak Ada al-Mahdi Kecuali ‘Isa bin Maryam) dan Bantahannya Sebagian orang yang mengingkari hadits-hadits tentang al-Mahdi berhujjah dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, juga al-Hakim dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi

Pasal Kedua : Al-Masih Ad-Dajjal

Pasal Kedua AL-MASIH AD-DAJJAL Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil 1. Makna al-Masiih Abu ‘Abdillah al-Qurthubi rahimahullah menyebutkan dua puluh tiga pendapat tentang asal kata tersebut [1]. Sementara penulis kitab al-Qaamuus melanjutkan-nya menjadi lima puluh pendapat.”[2] Lafazh ini dimutlakkan untuk orang yang benar, juga dimutlakkan untuk orang yang sesat lagi pendusta. Al-Masih ‘Isa

Pasal Kedua : 4e. Apakah Ibnu Shayyad Adalah Dajjal Yang Sesungguhnya?

Pasal Kedua AL-MASIH AD-DAJJAL Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil e. Apakah Ibnu Shayyad adalah Dajjal yang Sesungguhnya? Telah dijelaskan sebelumnya keadaan Ibnu Shayyad dan pertanyaan Nabi kepadanya yang menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengatakan jati diri Ibnu Shayyad secara detail, karena beliau sama sekali tidak mendapatkan wahyu bahwa dia