Kunci-Kunci Rizki Menurut Al-Qur’an Dan As-Sunnah

KUNCI-KUNCI RIZKI MENURUT AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH Oleh Dr. Fadhl Ilahi Muqadimah Sesungguhnya segala puji adalah milik Allah. Kita memuji, memohon pertolongan dan meminta ampunan-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan dan keburukan amal perbuatan kita. Siapa yang ditunjuki Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada yang dapat menunjukinya.

Istighfar Dan Taubat

ISTIGHFAR DAN TAUBAT Oleh Dr. Fadhl Ilahi Diantara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah itsighfar (memohon ampun) dan taubat kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Menutupi (kesalahan). Untuk itu, pembahasan mengenai pasal ini kami bagi menjadi dua pembahasan. 1. Hakikat Istighfar dan Taubat 2. Dalil Syar’i Bahwa Istighfar Dan Taubat Termasuk Kunci Rizki. HAKIKAT ISTIGHFAR

T a q w a

T A Q W A Oleh Dr Fadhl Ilahi Termasuk sebab turunnya rizki adalah taqwa. Saya akan membicarakan masalah ini –dengan memohon taufiq dari Allah- dalam dua bahasan. 1. Makna Taqwa 2. Dalil Syar’i Bahwa Taqwa Termasuk Kunci Rizki MAKNA TAQWA Para ulama rahimahullah telah mejelaskan apa yang dimaksud dengan taqwa. Di antaranya, Imam Ar-Raghib

Bertawakal Kepada Allah

BERTAWAKAL KEPADA ALLAH Oleh Dr. Fadhl Ilahi Termasuk di antara sebab diturunkannya rizki adalah bertawakkal kepada Allah Yang Mahaesa dan Yang kepada-Nya tempat bergantung. Insya Allah kita akan membicarakan hal ini melalui tiga hal : 1. Dimaksud Bertawakkal Kepada Allah. 2. Dalil Syar’i Bahwa Bertawakkal Kepada Allah Termasuk Diantara Kunci-Kunci Rizki. 3. Apakah Tawakkal Itu

Beribadah Kepada Allah Sepenuhnya

BERIBADAH KEPADA ALLAH SEPENUHNYA Oleh Dr Fadhli llahi Di antara kunci-kunci rizki adalah beribadah kepada Allah sepenuhnya. Saya akan membahas masalah ini –dengan memohan pertolongan kepada Allah- dari dua hal. 1. Makna Beribadah Kepada Allah Sepenuhnya 2. Dalil Syar’I Bahwa Beribadah Kepada Allah Sepenuhnya Adalah Di Antara Kunci-Kunci Rizki. MAKNA BERIBADAH KEPADA ALLAH SEPENUHNYA Hendaknya

Melanjutkan Haji Dengan Umrah Atau Sebaliknya

MELANJUTKAN HAJI DENGAN UMRAH ATAU SEBALIKNYA Oleh Dr Fadhl Ilahi Di antara perbuatan yang dijadikan Allah termasuk kunci-kunci rizki yaitu melanjutkan haji dengan umrah atau sebaliknya. Pembicaraan masalah ini –dengan memohon pertolongan Allah- akan saya lakukan melalui dua poin bahasan. 1. Yang Dimaksud Melanjutkan Haji Dengan Umrah Atau Sebaliknya. 2. Dalil Syar’i Bahwa Melanjutkan Haji

Silaturahim

SILATURRAHIM Oleh Dr. Fadhl Ilahi Diantara pintu-pintu rizki adalah silaturrahim. Pembicaraan masalah ini -dengan memohon pertolongan Allah- akan saya bahas melalui empat point berikut. 1. Makna Silaturrahim 2. Dalil Syar’i Bahwa Silaturrahim Termasuk Diantara Pintu-Pintu Rizki 3. Apa Saja Sarana Untuk Silaturrahim .? 4. Tata Cara Silaturrahim Dengan Para Ahli Maksiat. MAKNA SILATURRAHIM Makna ‘ar-rahim’

Berinfak Di Jalan Allah

BERINFAK DI JALAN ALLAH Oleh Dr Fadhl Ilahi Di antara kunci-kunci rizki lain adalah berinfak di jalan Allah. Pembasahan masalah ini –dengan memohon taufiq dari Allah- akan saya lakukan melalui du poin berikut : 1. Yang Dimaksud Berinfak 2. Dalil Syar’i Bahwa Berinfak Di Jalan Allah Adalah Termasuk Kunci-Kunci Rizki. YANG DIMAKSUD BERINFAK Di tengah-tengah

Memberi Nafkah Kepada Orang Yang Sepenuhnya Menuntut Ilmu Syariat (Agama)

MEMBERI NAFKAH KEPADA ORANG YANG SEPENUHNYA MENUNTUT ILMU SYARI’AT (AGAMA) Oleh Dr Fadhl Ilahi Termasuk kunci-kunci rizki adalah memberi nafkah kepada orang yang sepenuhnya menuntut ilmu syari’at (agama). Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits riwayat At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia berkata. كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى

Berbuat Baik Kepada Orang-Orang Lemah

BERBUAT BAIK KEPADA ORANG-ORANG LEMAH Oleh Dr Fadhl Ilahi Termasuk di antara kunci-kunci rizki adalah berbuat baik kepada orang-orang miskin. Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa para hamba itu ditolong dan diberi rizki disebabkan oleh orang-orang yang lemah di antara mereka. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Mush’ab bin Sa’d Radhiyallahu anhu ia berkata,