Anjuran Untuk Menikah

DEFINISI NIKAH Oleh Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq Nikah Menurut Bahasa. النِّكَـاحُ menurut bahasa berarti الضَّمُّ (menghimpun). Kata ini dimutlakkan untuk akad atau persetubuhan. Al-Imam Abul Hasan an-Naisaburi berkata: “Menurut al-Azhari, an-nikaah dalam bahasa Arab pada asalnya bermakna al-wath-u (persetubuhan). Perkawinan disebut nikaah karena menjadi sebab persetubuhan.” Abu ‘Ali al-Farisi berkata: “Bangsa

Pernikahan Yang Diharamkan : Nikah Ar-Rahth, Nikah Al-Istibdha’, Nikah Mut’ah

PERNIKAHAN YANG DIHARAMKAN Oleh Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq Allah Subhanahu wa Ta’ala menganjurkan kepada kita untuk menikah, dan memberikan kepada kita berbagai anugerah berupa tempat tinggal, keharmonisan, anak, dan pahala setiap kali seseorang “mendatangi” isterinya. Tetapi Allah tidak membiarkan untuk kita perkara ini menjadi sia-sia dan tanpa aturan. Bahkan Dia melarang

Pernikahan Yang Diharamkan : Syubhat Seputar Nikah Mut’ah Dan Nikah Urfi

PERNIKAHAN YANG DIHARAMKAN Oleh Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq Keempat: SYUBHAT SEPUTAR NIKAH MUT’AH DAN NIKAH ‘URFI. Syaikh Ibnu Jibrin hafizhahullah ditanya bahwa nikah mut’ah itu halal, dan dalilnya ialah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ “Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah

Pernikahan Yang Diharamkan : Nikah Syigar, Nikah Tahlil, Nikah Dalam Masa ‘Iddah

PERNIKAHAN YANG DIHARAMKAN Oleh Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq 5. Nikah Syighar. Yaitu wali menikahkan gadis yang diurusnya kepada seorang pria dengan syarat dia menikahkannya pula dengan gadis yang diurusnya. Nafi’ berkata: “Syighar ialah seorang laki-laki menikahi puteri laki-laki lainnya dan dia pun menikahkannya dengan puterinya tanpa mahar. Atau seorang laki-laki menikahi

Wanita Yang Dihalalkan Dan Yang Diharamkan (Untuk Dinikahi)

WANITA YANG DIHALALKAN DAN YANG DIHARAMKAN (UNTUK DINIKAHI) Oleh Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ

Larangan Hidup Membujang

LARANGAN HIDUP MEMBUJANG Oleh Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq Arti tabattul (membujang), Imam an-Nawawi rahimahullah berkata: “Tabattul di sini ialah menjauhkan diri dari wanita dan tidak menikah karena ingin terus beribadah kepada Allah.”[1] Hadits-hadits yang melarang hidup membujang cukup banyak, di antaranya: 1. Hadits yang diriwayatkan al-Bukhari dari Sa’ad bin Abi Waqqash

Memilih Isteri Dan Berbagai Kriterianya (1)

MEMILIH ISTERI DAN BERBAGAI KRITERIANYA Oleh Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq Terdapat banyak kriteria yang dituntut dari diri wanita, dan dianjurkan menikahi wanita yang memiliki berbagai kriteria tersebut. Kita cukupkan dengan menyebut kriteria-kriteria terpenting. Pertama: MENTAATI AGAMA DAN SANGAT MENCINTAI-NYA. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ “… Sesungguhnya

Memilih Isteri Dan Berbagai Kriterianya (2)

MEMILIH ISTERI DAN BERBAGAI KRITERIANYA Oleh Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq Kedelapan: DI ANTARA SIFATNYA IALAH DIA TIDAK MELIHAT AURAT WANITA LAINNYA. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri, dari ayahnya bahwa beliau bersabda: لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلاَ الْمَرْأَةُ

Tentang Memandang Wanita Yang Dipinang, Istikharah Untuk Nikah

TENTANG MEMANDANG WANITA YANG DIPINANG Oleh Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq Hadits-Hadits yang Menunjukkan Tentang Memandang Wanita yang Dipinang : 1. Muslim meriwayatkan dalam Shahiihnya dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia menuturkan: “Aku berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seseorang datang kepada beliau untuk memberitahukan bahwa dirinya ingin menikahi

Seseorang Dilarang Meminang Pinangan Saudaranya, Orang Tua Menawarkan Puterinya

SESEORANG DILARANG MEMINANG PINANGAN SAUDARANYA Oleh Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melarang seseorang meminang atas pinangan saudaranya. Terdapat sejumlah hadits mengenai hal itu, akan kami sebutkan di antaranya: 1. Hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari bahwa Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhu menuturkan: “Nabi Shallallahu ‘alaihi