Tingkatan-Tingkatan Qadar : Tingkatan Pertama Al-Ilmu, Tingkatan Kedua Al-Kitaabah

TINGKATAN-TINGKATAN QADAR DAN RUKUN-RUKUNNYA [1] Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd Iman kepada qadar berdiri di atas empat rukun yang disebut tingkatan-tingkatan qadar atau rukun-rukunnya, dan merupakan pengantar untuk memahami masalah qadar. Iman kepada qadar tidak sempurna kecuali dengan merealisasikannya secara keseluruhan, sebab sebagiannya berkaitan dengan sebagian lainnya. Barangsiapa yang memantapkannya secara keseluruhan, maka keimanannya

Keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah Secara Umum Tentang Qadar

KEYAKINAN AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH SECARA UMUM TENTANG QADAR Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah ditanya tentang qadar, maka beliau menjawab dengan jawaban panjang lebar, yang berisi keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah secara umum mengenai masalah ini. Di antara pernyataannya: “Madzhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengenai masalah ini dan yang

Dalil-Dalil Iman Kepada Qadha Dan Qadar

DALIL-DALIL IMAN KEPADA QADHA’ DAN QADHAR Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd Dalil yang menunjukkan rukun yang agung dari rukun-rukun iman ini ialah al-Qur-an, as-Sunnah, ijma’, fitrah, akal, dan panca indera. Dalil-Dalil Dari Al-Qur-an Dalil-dalil dari al-Qur-an sangat banyak, di antaranya firman Allah Azza wa Jalla وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا “…Dan adalah ketetapan Allah

Buah Keimanan Kepada Qadha’ Dan Qadar : Syukur, Kegembiraan, Rendah Hati, Kemurahan Dan Kedermawanan

BUAH KEIMANAN KEPADA QADHA DAN QADHAR Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd 11. Syukur. Orang yang beriman kepada qadar mengetahui bahwa segala kenikmatan yang dimilikinya berasal dari Allah semata dan bahwa Allah-lah yang menolak segala hal yang dibenci dan penderitaan, lalu hal itu mendorongnya untuk mengesakan Allah dengan bersyukur. Jika datang kepadanya sesuatu yang disukainya,

Buah Keimanan Kepada Qadha’ Dan Qadar : Kesabaran Dan Ketabahan, Memerangi Keputusasaan, Ridha

BUAH KEIMANAN KEPADA QADHA DAN QADHAR Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd 7. Kuat Harapan Dan Berprasangka Baik Kepada Allah. Orang yang beriman kepada qadar akan berprasangka baik kepada Allah dan sangat berharap kepada-Nya, karena dia mengetahui bahwa Allah tidak menetapkan suatu ketentuan pun melainkan di dalamnya berisikan kesempurnaan keadilan, kasih sayang, dan kebijaksanaan. Ia

Buah Keimanan Kepada Qadha’ Dan Qadar : Terbebas Dari Syirik, Ikhlas, Tawakkal, Takut Kepada Allah

BUAH KEIMANAN KEPADA QADHA DAN QADHAR[1] Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd Iman kepada qadha’ dan qadar menghasilkan buah yang besar, akhlak yang indah, dan ibadah yang beraneka ragam, yang pengaruhnya kembali kepada individu dan komunitas masyarakat, baik di dunia maupun di akhirat. Di antara buah-buah tersebut ialah sebagai berikut: 1. Menunaikan Peribadatan Kepada Allah

Definisi Qadha’ Dan Qadar Serta Kaitan Di Antara Keduanya

DEFENISI QADHA DAN QADAR SERTA KAITAN DI ANTARA KEDUANYA Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd PERTAMA : QADAR Qadar, menurut bahasa yaitu: Masdar (asal kata) dari qadara-yaqdaru-qadaran, dan adakalanya huruf daal-nya disukunkan (qa-dran). [1] Ibnu Faris berkata, “Qadara: qaaf, daal dan raa’ adalah ash-sha-hiih yang menunjukkan akhir/puncak segala sesuatu. Maka qadar adalah: akhir/puncak segala sesuatu.

Hukum Membicarakan Permasalahan Qadar

HUKUM MEMBICARAKAN PERMASALAHAN QADAR Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd Sebelum membicarakan secara terperinci tentang qadha’ dan qadar, ada baiknya membicarakan mengenai masalah yang tersiar di masa dahulu dan di masa sekarang, yang intinya adalah bahwa tidak boleh membicarakan tentang masalah-masalah takdir secara mutlak. Alasannya bahwa hal itu dapat membangkitkan keraguan dan kebimbangan, dan bahwa