Sebab-Sebab yang Menyelamatkan Seseorang dari Siksa Kubur

Bab III
Sebab-Sebab yang Menyelamatkan Seseorang dari Siksa Kubur

Sebab-Sebab Secara Umum
Secara umum sebab selamat dari siksa kubur adalah dengan menjauhi sebab-sebab yang menimbul-kan siksa kubur, di antara hal yang paling bermanfaat dan membantu menyelamatkan seseorang dari siksa kubur[1] adalah:

Seseorang hendaknya duduk sesaat sebelum tidur, dia mengintrospeksi dirinya di saat-saat tersebut, memperhitungkan keuntungan dan kerugian yang dia dapatkan, lalu memperbaharuinya dengan taubat yang sungguh-sungguh antara dia dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia tidur dalam keadaan taubat dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi setelah bangun dari tidurnya. Demikian itu dia lakukan setiap malam, jika dia meninggal, maka dia meninggal dalam ke-adaan bertaubat dan jika dia bangun, maka dia bangun dalam keadaan siap untuk melakukan kebaikan dan merasa senang dengan diberikan kesempatan untuk hidup. Sehingga dia menghadapi Rabb-nya dengan memperbaiki segala kesalahan yang telah ia lakukan, tidak ada yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba kecuali tidur dalam keadaan seperti itu. Apalagi jika dia menambahkannya dengan dzikir atau sunnah-sunnah yang biasa dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Siapa saja yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka dia bisa melakukannya, tiada daya dan upaya kecuali dari Allah semata.[2]

Sebab-Sebab yang Menyelamatkan Seseorang dari Siksa Kubur Secara Terperinci.
Adapun sebab-sebab secara terperinci, maka kami akan menyebutkan hadits-hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan berbagai hal yang menjadi sebab keselamatan dari siksa kubur dan fitnahnya.

Al-Imam al-Qurthubi rahimahullah menyebutkan lima sebab di dalam kitabnya, at-Tadzkirah. Dan kami akan menambahkannya dengan dua sebab, yaitu me-wujudkan ketauhidan kepada Allah dan taat kepada Allah dengan melakukan segala amal shalih.

Baca Juga  Mati Karena Penyakit Perut Merupakan Salah Satu Sebab Diselamatkan dari Siksa Kubur

Semuanya itu bisa kita simpulkan di dalam tujuh hal:

  1. Tauhid,
  2. Taat,
  3. Berjuang,
  4. Mati syahid,
  5. Qoul (ucapan),
  6. Sakit perut, dan
  7. Waktu

Di samping hal-hal lainnya yang bermanfaat, amal dirinya sendiri atau amal orang lain baginya sebagaimana yang akan dijelaskan.

Perhatian!
Pada kesempatan ini kami akan mengungkapkan masalah yang perlu diperhatikan, yaitu bahwa bab ini sama sekali tidak bertentangan dengan bab sebelumnya. Bahkan menjelaskannya lagi secara khusus dan mengungkapkan siapa saja yang tidak ditanya di dalam kubur dan semuanya ini sama sekali tidak dapat diqiyaskan, akan tetapi konsep pemahamannya adalah dengan menyerahkan segalanya kepada ungkapan as-Shadiq (Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang diutus kepada seluruh hamba.[3]

[Disalin dari Al-Qabru ‘Adzaabul Qabri…wa Na’iimul Qabri Penulis Asraf bin ‘Abdil Maqsud bin ‘Abdirrahim  Judul dalam Bahasa Indonesia KUBUR YANG MENANTI Kehidupan Sedih dan Gembira di Alam Kubur Penerjemah Beni Sarbeni Penerbit  PUSTAKA IBNU KATSIR]
______
Footnote
[1] Lihat sebab-sebab yang mengakibatkan siksa kubur di dalam bab terdahulu.
[2] Ar-Ruuh, hal. 106, 107, karya Ibnul Qayyim.
[3] At-Tadzikrah (I/179, 180), karya al-Qurthubi.