Kedudukan Dua Kalimat Syahadat Dalam Syari’at Islam

KEDUDUKAN DUA KALIMAT SYAHADAT DALAM SYARI’AT ISLAM (أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ) Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله Syahadatain (dua kalimat syahadat) adalah kesaksian bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allâh Azza wa Jalla , dan bahwasanya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Tauhid, Jalan Menuju Keadilan Dan Kemakmuran(2)

TAUHID, JALAN MENUJU KEADILAN DAN KEMAKMURAN(2) Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله KEUTAMAAN TAUHID BAGI PRIBADI MUSLIM[1] Pertama. Allah akan menghapus dosa-dosa orang yang bertauhid. Dalilnya, yaitu sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits qudsi, dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Tauhid, Jalan Menuju Keadilan Dan Kemakmuran(1)

TAUHID, JALAN MENUJU KEADILAN DAN KEMAKMURAN(1) Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله KEDUDUKAN TAUHID DALAM ISLAM Tauhid merupakan pangkal syukur bagi seorang muslim.[1] اَلْحَمْدُ ِللهِ وَحْدَهُ، وَالصَلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَبَعْدُ: Alhamdulillaah, tiada hentinya kita senantiasa memanjatkan rasa syukur kepada Allah -Rabb

Syarat & Kaidah Dalam Berdakwah, Mengajak Manusia Kepada Agama Islam Yang Benar

SYARAT & KAIDAH DALAM BERDAKWAH, MENGAJAK MANUSIA KEPADA AGAMA ISLAM YANG BENAR Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله Berdakwah, mengajak manusia kepada Islam yang benar, yaitu mengajak manusia kepada cara beragama yang benar, baik dalam masalah ‘aqidah, manhaj, ibadah, akhlak, maupun yang lainnya menurut pemahaman Salafush-Shalih. Dakwah ini harus memenuhi tiga syarat. Pertama.

Sebagian Di Antara Prinsip Dakwah Ahlus-Sunnah

SEBAGIAN DI ANTARA PRINSIP DAKWAH AHLUS SUNNAH Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله AHLUS SUNNAH MENGAJAK MANUSIA MENTAUHIDKAN ALLAH DAN MENJAUHI PERBUATAN SYIRIK. Para da’i harus memulai dakwahnya dengan mengajak kepada tauhid, karena itu merupakan dakwah yang paling utama dan paling mulia. Dakwah tauhid, berarti mengajak kepada derajat keimanan yang paling tinggi.

Dakwah Salafiyyah, Adalah Dakwah Ahlus-Sunnah

DAKWAH SALAFIYYAH, ADALAH DAKWAH AHLUS SUNNAH Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله Dakwah Salaf bukanlah dakwah yang baru. Tetapi ia adalah dakwah Ahlus Sunnah. Yaitu dakwah haq yang dilakukan para sahabat. Dakwah Salaf mengajak ummat Islam berpegang kepada Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , mengajak ummat untuk kembali kepada al-Qur`an dan

Jangan Kamu Mati Melainkan Dalam Keadaan Islam

JANGAN KAMU MATI MELAINKAN DALAM KEADAAN ISLAM Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله Setiap Muslim yakin sepenuhnya bahwa karunia Allâh Azza wa Jalla yang terbesar di dunia ini adalah agama Islam. Seorang Muslim wajib bersyukur kepada Allâh Azza wa Jalla atas nikmat-Nya yang telah memberikan hidayah Islam. Allâh Azza wa Jalla menyatakan bahwa

Sebelas Hal Yang Termasuk Fithrah

SEBELAS HAL YANG TERMASUK FITRAH Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُاللهِ  صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَشْرٌ مِنَ الفِطْرَةِ : قَصُّ الشَّارِبِ، وَإعْفَاءُ اللِّحْيَةِ، وَالسِّوَاكُ، وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ، وَقَصُّ الْأظْفَارِ، وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ، وَنَتْفُ الْإِبْطِ، وَحَلْقُ الْعَانَةِ، وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ  قَالَ الرَّاوِيْ : وَنَسِيْتُ الْعَاشِرَةَ ،إِلاَّ

Kedermawanan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

KEDERMAWANAN NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله ‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma berkata : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَـكُوْنُ فِـيْ رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ ، وَكَانَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ يَلْقَاهُ فِـيْ كُـّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَـيُـدَارِسُهُ الْـقُـرْآنَ ، فَلَرَسُوْلُ اللّٰـهِ صَلَّى

Hendaklah Kalian Kembali Kepada Urusan Pertama Kali

HENDAKLAH KALIAN KEMBALI KEPADA URUSAN PERTAMA KALI Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله عَنْ أَبِيْ وَاقِدٍ اَللَّيْثِي قَالَ: إِنَّ رَسُوْلَ الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَنَحْنُ جُلُوْسٌ عَلَى بِسَاطٍ: (إِنَّهَا سَتَكُوْنُ فِتْنَةٌ) قَالُوْا : وَكَيْفَ نَفْعَلُ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ فَرُدَّ يَدَهُ إِلَى الْبِسَاطِ فأَمْسَكَ بِهِ فَقَالَ: (تَفْعَلُوْنَ هَكَذَا) وَذَكَرَ لَهُمْ رَسُوْلُ