Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Hari Arafah Bertepatan Dengan Hari Jum’at

HARI ARAFAH BERTEPATAN DENGAN HARI JUM’AT

Pertanyaan.
Terjadi perdebatan sengit antara para penuntut ilmu apalagi orang awam tentang puasa pada hari jum’at, jika bersamaan dengan hari Arafah. Apakah boleh hanya puasa Arafah saja jika hari itu hari jum’at ataukah wajib puasa sehari sebelum atau setelahnya ? karena sebagaimana kita ketahui, jika hari Arafah bertepatan dengan hari jum’at maka akan ada kontra dengan larangan berpuasa pada hari jum’at. Maka kami mengharapkan para ulama yan mulia untuk menghilangkan kerancuan dan menjelaskan hukum syar’i yan benar. Jazakumullah khairal jaza’

Jawaban.
Puasa hari Arafah tetap disyari’atkan meskipun bertepatan dengan hari jum’at, walaupun dengan tanpa melaksanakan puasa sehari sebelumnya. Karena ada motivasi dari Nabi n agar melakukan ibadah puasa pada hari itu dan ada penjelasan keutamaan dan besarnya ganjaran pahalanya. Rasulullah n bersabda :

صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُورَاءَ يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً

Puasa pada hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) selama dua tahun, setahun yang telah lewat dan setahun yang akan datang; sedangkan puasa hari Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lewat.

Imam Ahmad, Muslim dan Abu Daud[1]

Hadits ini mengkhususkan keumuman hadits :

لَا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلَّا مَنْ  يَصُومُ يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ

Janganlah sekali-kali salah seorang diantara kalian berpuasa pada hari jum’at kecuali orang yang berpuasa sehari sebelum atau setelahnya. [HR Bukhari dan Muslim].

Jadi keumuman larangan yang terkandung dalam hadits ini, dibawa kepada pengertian larangan mengkhususkan puasa hari jum’at (jika dilakukan) hanya semata itu hari jum’at. Sedangkan orang yang melaksanakan puasa hanya pada hari jum’at karena ada penyebab yang dianjurkan oleh syari’at, maka puasa itu bukanlah suatu larangan. Akan tetapi disyari’atkan, meskipun jika dia hanya berpuasa pada hari itu saja. Akan tetapi jika dia melaksanakan ibadah puasa sehari sebelumnya, maka itu lebih baik. Karena perbuatan ini lebih berhati-hati yaitu dengan mengamalkan dua hadits (diatas) dan supaya mendapatkan pahala tambahan.

Billahit Taufiq, Wa Shallahu ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Aalihi Wa Shahbihi Wa Sallama

(Fatawa Al Lajnah Ad Daimah 10/396)

Al Lajnatud Da-imatu Lil Buhutsil Ilmiyyati wal Ifta’
Ketua : Abdul Aziz bin Baz; wakil ketua : Abdurrazaq Afifi; Anggota : Abdullah bin Gadyan dan Abdullah bin Qu’ud

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun X/1427H/2007M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]
_______
Footnote
[1] Dikeluarkan oleh Ahmad 5/296, 297, 308, 311; Imam Muslim 2/819 no. 1162; Abu Daud 2/322, no. 2425, kitabus Shaum; Abdurrazaq 4/284, no. 7827; Ibnu Hibban, no. 3631; Al baihaqi dan lain sebagainya.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!