Berbuka di Siang Hari pada Bulan Ramadhan Tanpa Alasan

Bab II
Sebab-Sebab yang Menjadikan Penghuni Kubur Diadzab

Sebab-Sebab Adzab Kubur Secara Terperinci

12. Berbuka di Siang Hari pada Bulan Ramadhan Tanpa Alasan.
Diriwayatkan dari hadits Abi Umamah sebelum-nya, di dalamnya ada sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

ثُمَّ انْطَلَقَ بِـي فَإِذَا أَنَـا بِقَوْمٍ مِنْ عَرَاقِيْبِهِمْ مُشَقًَّقَةٌ أَشْدَاقَهُمْ تَسِيْلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا، قَـالَ: قُلْتُ: مَنْ هَؤُلاَءِ؟ قَالَ: هَؤُلاَءِ الَّذِيْنَ يُفْطِرُوْنَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ…

Kemudian dia membawaku pergi, di sana aku melihat suatu kaum yang robek dari mulai urat keting sampai mulutnya, dari mulutnya mengucur darah, aku bertanya, ‘Siapakah mereka itu?’ Dia menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum waktunya.’”

Imamul A-immah Ibnu Khuzaimah memberikan bab untuk hadits ini dengan ungkapannya:

بَابُ ذِكْرِ تَعْلِيْقِ الْمُفْطِرِيْنَ قَبْلَ وَقْتِ اْلإِفْطَارِ بِعَرَاقِيْبِهِمْ وَتَعْذِيْبِهِمْ فِـي اْلآخِرَةِ بِفِطْرِهِمْ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ.

Bab tentang orang-orang yang berbuka sebelum waktunya digantungkan dengan urat ketingnya (urat di atas tumit), dan siksa orang-orang yang berbuka sebelum waktunya pada hari Kiamat.”

(قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ) maknanya adalah mereka buka sebelum waktu berbuka tiba.

Bukankah hadits ini merupakan sebuah ancaman bagi orang yang selalu melakukan kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan terang-terangan dan tidak merasa takut akan siksa-Nya?

Padahal Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلاَّ الْمُجَاهِرِينَ.

Setiap umatku dosanya diampuni kecuali orang yang melakukan dosa dengan terang-terangan.[1]

[Disalin dari Al-Qabru ‘Adzaabul Qabri…wa Na’iimul Qabri Penulis Asraf bin ‘Abdil Maqsud bin ‘Abdirrahim  Judul dalam Bahasa Indonesia KUBUR YANG MENANTI Kehidupan Sedih dan Gembira di Alam Kubur Penerjemah Beni Sarbeni Penerbit  PUSTAKA IBNU KATSIR]
______
Footnote
[1] Al-Bukhari, kitab al-Adab, bab Sitrul Mu’-min ‘alaa Nafsihi (no. 6069) dan Muslim, kitab al-Zuhd, bab an-Nahyu ‘an Hatkil Insaan Satra Nafsihi (no. 2990 (52)).