Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Do’a Sujud Tilawah

DOA SUJUD TILAWAH

سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلْقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ
(فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ)

Wajahku bersujud kepada Rabb yang telah menciptakannya, yang membelah pendengarannya dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya, maka Mahasuci Allâh sebaik-baik Pencipta

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan doa ini dalam sujud al-Qur’an (sujud tilâwah) diwaktu malam. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkannya berkali-kali (HR. Abu Dâud, no. 1414, at-Tirmidzi, no. 580, an-Nasâ’i II/222, Ahmad VI/30-31, dan al-Hâkim I/220 dari A’isyah Radhiyallahu anha. Hadits ini dishahihkan oleh at-Tirmidzi, al-Hâkim, an-Nawawi, adz-Dzahabi, Syaikh Ahmad Muhammad Syâkir, Syaikh Muhammad al-Albâni dan Syaikh Salîm bin ‘Ied al-Hilâli. Lihat Shahîh at-Tirmidzi I/180, no.474, Shahîh Sunan Abi Daud V/157-158, no. 1273, Musnad Ahmad no. 23904 dan Shahîh al-Adzkâr no. 150/122. Tambahan dalam kurung itu diriwayatkan oleh al-Hâkim I/220. Tambahan ini dishahihkan oleh al-Hâkim, adz-Dzahabi dan an-Nawawi. (Lihat Do’a & Wirid, Ustadz Yazid bin Abdul Qair Jawas, 233-234)

Sujud yang dipandang sunat oleh Jumhur ulama ini boleh dilakukan kapan saja, siang atau malam, dalam keadaan sudah berwudhu’ ataupun belum, dengan menghadap qiblat atau tidak, baik dalam keadaan shalat ataupun tidak. Namun tentu, jika dilakukan dalam keadaan suci dan dengan menghadap qiblat tentu akan lebih baik. Dan jika dilakukan dalam keadaan shalat, maka tentu wajib dalam keadaan suci dan menghadap qiblat.

Sujud ini dilakukan dengan sekali sujud saja, tanpa takbiratul ihram dan tanpa salam. Sujud ini disunatkan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat sajadah yang tersebar di lima belas tempat dalam al-Qur’an. Diantaranya dalam Surat al-A’raf/7 pada ayat ke-206; QS. ar-Ra’d/13 pada ayat ke-15; QS. an-Nahl/16 pada ayat ke-49; QS. al-Isra’/17 pada ayat ke-107-109; QS. Maryam/19 pada ayat ke-58; QS. al-Furqan/25 pada ayat ke-60; QS. al-Hajj/22 pada ayat ke-18 dan beberapa tempat lainnya. (Lihat Shahîh Fiqhis Sunnah, Syaikh Abu Malik Kamal Ibnus Sayyid Salim, 1/445-458)  

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun XV/1433H/2012M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079 ]

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!