Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Berbicara Saat Khatib Sedang Berkhutbah

BERBICARA SAAT KHATIB SEDANG BERKHUTBAH

Pertanyaan.
Tentang gerakan makmum pada hari Jum’at saat imam masuk, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang mengatakan kepada saudaranya, ‘diamlah,’ maka dia telah melakukan perbuatan sia-sia”. Dan sabda beliau n : “Barang siapa yang memegang kerikil, berarti ia telah melakukan perbuatan sia-sia”.

Lalu bagaimana dengan orang yang membaca Al-Qur`ân, ketika imam masuk masjid, orang yang membaca tadi berdiri untuk mengembalikan mushaf ke rak (tempat kitab) dan melakukan gerakan yang lebih banyak dari sekedar memegang kerikil? Mohon jawaban!

Jawaban.
Boleh berbicara saat khatib belum memulai khutbahnya serta di antara dua khutbah. Dan diharamkan berbicara ketika khatib sedang berhutbah.

Dalilnya, ialah hadits yang diriwayatkan oleh Jama’ah dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ أَنْصِتْ، وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ

Apabila engkau mengatakan kepada saudaramu pada hari jum’at “Diamlah,” padahal khatib sedang berkhutbah, berarti engkau telah melakukan perbuatan sia-sia.

Dan berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Darda, beliau Radhiyallahu anhu berkata:

جَلَسَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا عَلَى الْمِنْبَرِ فَخَطَبَ النَّاسَ وَتَلَا آيَةً وَإِلَى جَنْبِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ فَقُلْتُ لَهُ يَا أُبَيُّ مَتَى أُنْزِلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ قَالَ فَأَبَى أَنْ يُكَلِّمَنِي ثُمَّ سَأَلْتُهُ فَأَبَى أَنْ يُكَلِّمَنِي حَتَّى نَزَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  فَقَالَ لِي أُبَيٌّ مَا لَكَ مِنْ جُمُعَتِكَ إِلَّا مَا لَغَيْتَ فَلَمَّا انْصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  جِئْتُهُ فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ صَدَقَ أُبَيٌّ فَإِذَا سَمِعْتَ إِمَامَكَ يَتَكَلَّمُ فَأَنْصِتْ حَتَّى يَفْرُغَ

Pada susatu hari, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di atas mimbar lalu berkhutbah dan membaca sebuah ayat. Kemudian Ubaiy duduk di sampingku. Aku bertanya kepada Ubai: “Wahai Ubaiy, kapankah ayat ini diturunkan?” Abu Darda` berkata: “Dia enggan berbicara denganku (tidak menjawab), kemudian aku bertanya lagi, namun dia masih enggan berbicara denganku, sampai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam turun”. Kemudian Ubaiy berkata kepadaku: “Kamu tidak mendapatkan apa-apa dari Jum’atmu kecuali kesia-siaan”. Ketika Rasulullah selesai (shalat), aku mendatangi beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku beritakan kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ubaiy benar. Jika engkau sudah mendengar imam (khatib) sedang berkhutbah, maka diamlah sampai dia selesai”.[1]

Berdasarkan ini, maka orang yang membaca mushaf Al-Qur`ân, kemudian ketika imam mulai berdiri, dia mengembalikan mushaf tersebut ke rak, dia tidak terkena larangan ini; karena dia melakukan itu sebelum khatib memulai khutbahnya, dan dia melakukan ini karena suatu keperluan, tidak berbentuk ucapan dan bukan perbuatan sia-sia.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Al-Lajanatud-Dâ`imah lil-Buhûts al-Ilmiyyah wal-Iftâ`.
Ketua: Syaikh bin Bâz.
Wakil Ketua: Syaikh ‘Abdur-Razaq ‘Afifi.
Anggota: Syaikh ‘Abdullah bin Ghadyan dan Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ûd.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XVII/1434H/2013M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]
_______
Footnote
[1] (HR Imam Ahmad, 5/143, 198. Ibnu Majah, 1/352-352, no. 1111. ‘Abdur-Razaq, 3/224-225, no. 5421, 5424. Ibnu Hibbân 7/34, no. 2794. Ibnu Khuzaimah, 4/154-155, no. 1807. Abu Ya’lâ, 3/335, no. 1799, dan al-Baihaqi, 3/219-220).

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!