Kapankah Shalat Ghaib Itu Dilaksanakan

KAPANKAH SHALAT GHAIB ITU DILAKSANAKAN

Pertanyaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin pernah ditanya : Bagaimanakah cara menshalati mayit yang ghaib (tidak ada ditempat orang yang menshalatinya) ? Apakah setiap orang yang meninggalkan dishalati dengan shalat ghaib?

Beliau rahimahullah  menjawab :

Cara menshalati mayit yang ghaib (tidak ada ditempat orang yang menyhalatinya) sama dengan menshalati mayit yang ada dihadapan orang yang menshalatinya. Oleh karena itu, ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah selesai mengabarkan kematian Najasy kepada para Shahabat, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh mereka untuk berangkat menuju mushalla (tanah lapang tempat shalat-red) lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatur shaf (barisan) mereka dan memimpin shalat dengan empat kali takbir sebagaimana menshalati mayit yang ada dihadapan orang-orang yang menyhalatinya.

Adapun tentang pertanyaan selanjutnya : Apakah setiap (orang Muslim) yang meninggal di shalati dengan shalat ghaib atau tidak?

Dalam masalah ini, para ahli ilmu berbeda pendapat:

  1. Sebagian mereka mengatakan bahwa setiap (Muslim) yang meninggal dunia di shalati dengan shalat ghaib, bahkan sebagian dari mereka mengatakan bahwa seyogyanya setiap manusia (Muslim) melakukan shalat jenazah setiap sore. Shalat ini dilaksanakan dengan niat menshalati semua Muslim yang meninggal dunia pada hari itu (dimanapun jua-red), baik di belahan bumi bagian barat ataupun belahan bumi bagian timur.
  2. Ahli ilmu yang lain mengatakan bahwa tidak shalati dengan shalat shalat ghaib kecuali mayit yang diketahui dengan pasti dia tidak dishalati (ditempat meninggalnya)
  3. Dishalati, tapi khusus untuk memiliki andil kebaikan bagi kaum Muslimin, misalnya dengan ilmunya yang bermanfaat atau yang lainnya

Yang rajih adalah tidak dishalati dengan shalat ghaib kecuali jika diketahui bahwa si mayit tidak tidak dishalati ditempat meninggalnya. Pada zaman Khulafâ’ur Râsyidin g banyak orang yang memiliki andil besar bagi kaum Muslimin meninggal dunia, namun tidak ada seorang diantara mereka yang dishalati dengan shalat ghaib. Padahal hukum asal dalam masalah ibadah itu adalah tauqîfî, (artinya) tidak boleh dilaksanakan sampai ada dalil yang menunjukkan hal itu. [Majmû’ wa Rasâ’il, 17/148-149]

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XVIII/1436H/2015M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]

Waktu Pelaksanaan Shalat Ghaib Kapan Shalat Ghaib Boleh Dilakukan Bisakah Solat Gaib 2x Memimpin Waktu Sholat Ghoib Konsultasi Syariah Sholat Ghaib Setelah Berlalu