Bolehkah Menggagalkan Umrah Setelah Berihram

BOLEHKAH MENGGAGALKAN UMRAH SETELAH BERIHRAM

Pertanyaan.

Assalamualaikum, saya sangat berterimakasih kepada tim majalah As-Sunnah yang telah banyak memberikan ilmu pada kami. Saya minta dijelaskan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pakaian ihram. Bolehkah orang yang sudah berihram menggagalkan umroh? Jawaban Ustadz sangat saya tunggu. Terima kasih.

Jawaban.

Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Semoga Allâh memberkahi ilmu yang sudah saudara diraih dan semoga Allâh Subhanahu wa Ta’ala menerima amal para ustadz juga tim redaksi serta pengurus majalah As-Sunnah yang turut berperan dalam  menyebarkan ilmu yang bermanfaat ini. Amin.

Orang yang sudah masuk dalam ibadah haji atau umrah tidak boleh membatalkannya. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ 

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allâh [Al-Baqarah/2:196]

Penulis Kitab Aisarut Tafâsîr menjelaskan, “Ayat ini menunjukkan wajibnya menyelesaikan ibadah haji dan umrah bagi yang sudah memulainya dengan ihram dari miqat, meskipun hajinya haji sunnah dan umrahnya tidak wajib.”[1]

Hukum ini disepakati oleh semua Ulama.  Ibnul ‘Arabi  rahimahullah mengatakan,  “Adapun (kewajiban) menyelesaikan ibadah haji dan umrah setelah memulainya, tidak ada perbedaan di kalangan para Ulama dalam perkara itu. Bahkan para Ulama sampai mengatakan, wajib diselesaikan meskipun sudah batal.” [2]

Jadi  jika seseorang sudah berihram, dia harus menyelesaikannya. Namun perlu dicatat bahwa yang dimaksud dengan berihram di sini adalah berniat masuk dalam ibadah, bukan berpakaian ihram. Adapun jika dia sudah memakai pakaian ihram, namun belum berniat karena belum tiba di miqat makani, maka ia boleh melepasnya kembali.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 07/Tahun XIX/1437H/2016M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]
_______
Footnote

[1] Aisarut Tafâsîr, Abu Bakr al-Jazâ`iri, 1/196.

[2] Ahkâmul Qur’ân, 1/226.