Tauhid Uluhiyah Hikmah Penciptaan Makhluk

TAUHID UL脹HIYAH聽HIKMAH PENCIPTAAN MAKHLUK[1]

Tauhid ul没hiyah maksudnya adalah mengesakan All芒h Azza wa Jalla dengan ibadah. [Tathhrul I鈥檛iqd, hlm. 13, Prinsip ketiga, karya Ash-Shan鈥檃ni; Durar as-Saniyah, 2/291; Syarh ath-Thahwiyah, hlm. 24]

Dengan melihat penisbatan kepada All芒h Azza wa Jalla, tauhid ini dinamakan tauhid ul没hiyah (mengesakan hak All芒h dalam ibadah), namun jika dilihat dari penisbatan kepada makhluk, maka tauhid ini dinamakan tauhid ibadah, tauhid ubdiyah, tauhidullh bi af鈥lil 鈥榠bad (mengesakan All芒h dengan semua perbuatan yang dilakukan oleh seorang hamba), tauhidul 鈥榓mal, tauhidul qashd, tauhidul irdah wa at-thalab, karena tauhid ini terbangun di atas permurnian niat dalam seluruh ibadah, yaitu hanya dengan menghendaki wajah All芒h Azza wa Jalla . [Syarh ath-Thahwiyah, hlm. 24; Majm鈥檃h at-Tauhd, 1/6; Durar as-Saniyah, 2/250, 304; Taisrul 鈥楢zzil Hamd, hlm. 22; al-Qaulus Sadd, hlm. 19; Al-Qawaidul Hisan, hlm. 192; Al-Haqqul Wadhihul Mubin, hlm. 57; Al-Qaulul Mufd, 1/9]

Tauhid ini menjadi sebab diciptakannya jin dan manusia oleh All芒h Azza wa Jalla , sebagaimana firman-Nya:

賵賻賲賻丕 禺賻賱賻賯賿鬲購 丕賱賿噩賽賳賾賻 賵賻丕賱賿廿賽賳賿爻賻 廿賽賱賾賻丕 賱賽賷賻毓賿亘購丿購賵賳賽 锎抠ベ︼淳 賲賻丕 兀購乇賽賷丿購 賲賽賳賿賴購賲賿 賲賽賳賿 乇賽夭賿賯賺 賵賻賲賻丕 兀購乇賽賷丿購 兀賻賳賿 賷購胤賿毓賽賲購賵賳賽 锎抠ベэ淳 廿賽賳賾賻 丕賱賱賾賻賴賻 賴購賵賻 丕賱乇賾賻夭賾賻丕賯購 匕購賵 丕賱賿賯購賵賾賻丞賽 丕賱賿賲賻鬲賽賷賳購

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada- Ku.

Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya All芒h Dialah Ar-Razzq (Maha Pemberi rezeki), Yang Mempunyai Kekuatan, al-Matn (sangat kokoh) [Adz-Dz芒riy芒t/51: 56-58]

Dan karena tauhid ini juga, All芒h Azza wa Jalla mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitab suci, sebagaimana firman-Nya:

賵賻賲賻丕 兀賻乇賿爻賻賱賿賳賻丕 賲賽賳賿 賯賻亘賿賱賽賰賻 賲賽賳賿 乇賻爻購賵賱賺 廿賽賱賾賻丕 賳購賵丨賽賷 廿賽賱賻賷賿賴賽 兀賻賳賾賻賴購 賱賻丕 廿賽賱賻侔賴賻 廿賽賱賾賻丕 兀賻賳賻丕 賮賻丕毓賿亘購丿購賵賳賽

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum-mu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Ilah (yang hak) melainkan Aku, maka beribadahlah kepada-Ku”. [Al-Anbiya鈥/21: 25]

Dan tauhid inilah yang didakwahkan oleh para Rasul yang pertama sampai dengan Rasul yang terakhir, sebagaimana firman-Nya:

賵賻賱賻賯賻丿賿 亘賻毓賻孬賿賳賻丕 賮賽賷 賰購賱賾賽 兀購賲賾賻丞賺 乇賻爻購賵賱賸丕 兀賻賳賽 丕毓賿亘購丿購賵丕 丕賱賱賾賻賴賻 賵賻丕噩賿鬲賻賳賽亘購賵丕 丕賱胤賾賻丕睾購賵鬲賻聽蹡 賮賻賲賽賳賿賴購賲賿 賲賻賳賿 賴賻丿賻賶 丕賱賱賾賻賴購 賵賻賲賽賳賿賴購賲賿 賲賻賳賿 丨賻賯賾賻鬲賿 毓賻賱賻賷賿賴賽 丕賱囟賾賻賱賻丕賱賻丞購聽蹥 賮賻爻賽賷乇購賵丕 賮賽賷 丕賱賿兀賻乇賿囟賽 賮賻丕賳賿馗購乇購賵丕 賰賻賷賿賮賻 賰賻丕賳賻 毓賻丕賯賽亘賻丞購 丕賱賿賲購賰賻匕賾賽亘賽賷賳賻

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Beribadahlah kepada Allh (saja) dan jauhilah Thagut!鈥 Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allh dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (para rasul). [An-Nahl/16: 36]

Dan dengan sebab tauhid ini juga, terjadi permusuhan antara para Nabi dengan umat mereka, dan antara orang-orang yang bertauhid, pengikut para Nabi, dengan para pelaku bid鈥檃h dan khurafat.

Dan dengan sebab tauhid ini, pedang-pedang dihunus saat berjihad di jalan All芒h Azza wa Jalla. Dan tauhid ini adalah permulaan agama ini dan akhirnya. Bahkan ini adalah hakekat Islam.

[Syarh ath-Thahwiyah, hlm. 21, 24; Tathhrul I鈥檛iqd, hlm. 20; Taisrul 鈥楢zzil Hamd, hlm. 20 dan 21; Ad-Durun Nadhd, hlm. 65, karya Asy-Syaukani; Qurratul 鈥楿yn al-Muwahhidn, hlm. 4, karya Abdurrahman bin Hasan; Ma鈥rijul Qabl, 2/402-410]

Tauhid ul没hiyah ini memuat semua jenis tauhid. Karena Tauhid ul没hiyah ini memuat tauhid rubbiyah dan tauhid al-asma鈥 was Shifat. [Syarh ath-Thahwiyah, hlm. 29, 32; Taisrul 鈥楢zzil Hamd, hlm. 23; Qurratul 鈥楿yn al-Muwahhidn, hlm. 5]

Sesungguhnya orang yang hanya beribadah kepada All芒h semata dan mengimani bahwa hanya All芒h yang berhak mendapatkan ibadah, itu menunjukkan bahwa dia beriman kepada rubbiyah All芒h, nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya. Karena dia tidak melakukan itu kecuali karena dia yakin bahwa hanya All芒h Azza wa Jalla yang memberikan karunia kepadanya dan kepada seluruh hamba-Nya, dengan menciptakan mereka, memberi rezeki, mengatur dan lain sebagainya yang merupakan wujud dari sifat-sifat rubbiyah All芒h Azza wa Jalla . Dia juga meyakini bahwa All芒h Subhanahu wa Ta鈥檃la memiliki nama-nama yang paling indah dan sifat-sifat yang sempurna. 聽Ini semua menunjukkan bahwa hanya Dia yang berhak mendapatkan ibadah, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Tauhid ul没hiyah ini sangat penting. Namun mayoritas manusia mengingkarinya. Mereka mengingkari bahwa hanya All芒h Azza wa Jalla yang berhak mendapatkan ibadah, tidak ada sekutu bagi-Nya, sehingga mereka disamping beribadah kepada All芒h, mereka juga beribadah kepada selain All芒h Azza wa Jalla .

Imam Muhammad bin Isma鈥檌l ash-Shan鈥檃ni rahimahullah berkata, 鈥淜etahuilah bahwa All芒h Azza wa Jalla telah mengutus para Nabi, dari awal sampai akhir, untuk mengajak manusia mengesakan All芒h dengan ibadah. Bukan untuk menetapkan bahwa All芒h Azza wa Jalla yang telah menciptakan mereka, karena mereka telah mengakui bahwa All芒h yang menciptakan mereka …. Oleh karena itu orang-orang yang menolak dakwah Rasul mengatakan:

賯賻丕賱購賵丕 兀賻噩賽卅賿鬲賻賳賻丕 賱賽賳賻毓賿亘購丿賻 丕賱賱賾賻賴賻 賵賻丨賿丿賻賴購

Mereka berkata, “Apakah kamu datang kepada kami agar kami hanya beribadah keapda All芒h saja?” [Al-A鈥檙芒f/7: 70]

Yaitu untuk mengesakan ibadah hanya kepada-Nya, mengkhususkan ibadah kepada-Nya? Sehingga mereka beribadah kepada All芒h dan juga kepada selain-Nya. Mereka menyekutukan selain All芒h dengan-Nya, mereka mengangkat tandingan-tandingan bagi All芒h.鈥 [Tathhrul I鈥檛iqd, hlm. 12, 20; Lihat juga Qurratul 鈥楿yn al-Muwahhidin, hlm. 4]

Dan tauhid ul没hiyah ini ditunjukkan dengan kalimat L ilha illa All芒h. Oleh karena itu kita harus memahami tentang makna kalimat L ilha illa All芒h.

Makna Kalimat L Ilha Illa All芒h

Makna kalimat L ilha illa All芒h secara global adalah tidak ada yang berhak diibadahi selain All芒h. [Lihat tafsir dari surat Al-Baqarah ayat ke-163 dalam kitab tafsir ath-Thabari dan al-Qurthubi. Tafsir Ibnu Katsir pada surat al-K芒fir没n; Tafsir al-Jallain pada ayat kursi; Fathul Majd, 1/121-126 yang menukil dari perkataan al-Biqa鈥檌 asy-Syfi鈥檌 dan lainnya; Majm鈥檃h at-Tauhd, 1/178]

Yaitu bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain All芒h Azza wa Jalla , sehingga kita tidak boleh berdoa kecuali hanya kepada All芒h, tidak boleh shalat, bernadzar, atau menyembelih binatang kecuali karena All芒h Azza wa Jalla , demikian juga semua jenis ibadah lainnya. Tidak ada yang berhak menerima ibadah selain All芒h Azza wa Jalla .

Imam Muhammad bin Isma鈥檌l Ash-Shan鈥檃ni rahimahullah, seorang Ulama dari Yaman, berkata, 鈥淢aknanya adalah mengesakan All芒h dengan ibadah dan hak diibadahi, dan berlepas diri dari semua sesembahan selain-Nya鈥. [Tathhrul I鈥檛iqd, hlm. 18]

Kata l (tidak ada) dalam kalimat L ilha illa All芒h adalah nfiyah lil jinsi (menafikan semua yang masuk dalam jenis isim atau kata benda yang disebutkan setelahnya), ilh adalah isimnya, sedangkan khabarnya tidak disebut yaitu haq (yang hak).

廿賱賴 賲賳 兀賻賱賻賴賻 亘丕賱賮鬲丨貙 賷賻兀賱賻賴購 廿賱丕賴賻丞賸 貙 賵丕賱賲毓賳賶 毓賻亘賻丿賻 賷賻毓亘購丿購 毓賽亘丕丿丞賸

Ilh dari kata alaha, ya鈥檒ahuilaahah, artinya beribadah. (Lihat Tafsir Basmalah dalam Tafsir ath-Thabari dan Ibnu Katsir; Syarah al-Misykah karya ath-Th卯bi, 1/98; Rislah makna l ilha illa All芒h, hlm. 73-111, karya az-Zarkasyi asy-Syafi鈥檌; kamus al-Muhith dan Mukhtarus Shihah, fasal aliha)

Al-ilh yaitu yang diibadahi dan ditaati. Hati taat kepadanya dengan kecintaan, pengagungan, rasa takut, dan jenis-jenis ibadah lain yang mengikutinya.

All芒h Azza wa Jalla adalah nama Dzat Sang Penguasa Yang Maha Suci. Nama ini tidak digunakan untuk selain-Nya. [Lihat footnote sebelumnya; Tajrd at-Tauhid, hlm. 18-24, karya al-Maqrizi; Tahqq Kalimat al-Ikhls, hlm. 23, 25, 30, karya Ibnu Rajab; Fathul Majid, hlm. 73-76 dan 124-126; Tafsir asy-Syaukani, 1/18; Durar as-Saniyah, 2/257, 296-298, 305, 326-331; Majm鈥檃tur Rasil, 4/16]

Makna Kalimat L Ilha illa All芒h

Kalimat l ilha illa All芒h adalah kalimat agung yang memiliki dua rukun penting:

Pertama: an-nafyu (meniadakan)

Yaitu meniadakan hak untuk diibadahi dari selain All芒h Azza wa Jalla . Ini ditunjukkan oleh kalimat l ilha (tidak ada yang berhak diibadahi), maksudnya adalah selain All芒h Azza wa Jalla tidak berhak mendapatkan ibadah.

Kedua: al-itsbat (menetapkan)

Yaitu menetapkan hak diibadahi bagi All芒h Azza wa Jalla .聽 Ini ditunjukkan oleh kalimat illa Allh聽 (kecuali All芒h). Maksudnya menetapkan bahwa hanya All芒h yang berhak diibadahi, tidak ada sekutu bagi-Nya. (Lihat al-Kawasyif al-Jaliyah, hlm. 35; Qurratu 鈥楿yn al-Muwahhidn, hlm. 13; Durar as-Saniyah, 2/257, 296-298, 305, 326-331 dan Majm鈥檃tur Rasil, 4/16)

Hanya All芒h Azza wa Jalla yang berhak diibadahi, karena Dia adalah al-Khliq (Sang Pencipta), ar-R芒ziq (Sang Pemberi rezeki), al-M芒lik (Sang Pemilik), al-Mudabbir (Sang Pengatur segala urusan). Maka kewajiban semua hamba untuk mengesakan-Nya dengan hanya beribadah kepada-Nya, sebagai bentuk syukur kepada-Nya terhadap berbagai kenikmatan yang All芒h Azza wa Jalla anugerahkan kepada mereka.

Kalimat l ilha illa All芒h adalah kalimat tauhid, al-鈥榰rwatul wutsqa (tali yang kokoh), kalimat taqwa, penentu kebahagiaan dan kecelakaan di dunia, di alam kubur dan di hari kiamat. Dengan istiqamah pada kalimat ini dan melaksanakan hak-haknya akan menjadikan timbangan kebaikan lebih berat. Kalimat ini bisa menjadi sebab terselamatnya seseorang dari neraka setelah melewatinya dan meraih keberuntungan berupa surga.

Sebaliknya, melalaikan hak-hak kalimat ini akan menyebabkan timbangan kebaikan menjadi lebih ringan, menyebabkan siksa di alam kubur, di hari kiamat dan di dalam neraka.

Kalimat ini adalah hak All芒h yang menjadi kewajiban seluruh hamba. Kalimat ini merupakan kewajiban pertama dan terakhir. Kalimat ini yang pertama kali menyebabkan seseorang masuk ke dalam agama Islam, dan seharusnya menjadi ucapan terakhir ketika meninggalkan dunia.

Kalimat ini menjadi sebab terjaganya darah seorang muslim, hartanya dan kehormatannya, kecuali dengan hak Islam.

Dengan sebab kalimat ini, manusia terbagi menjadi Mukmin dan kafir, orang taat dan maksiat.

Kalimat ini merupakan sebab wala鈥 (loyalitas) dan bara鈥 (berlepas diri). Orang-orang yang berpegang teguh dengan kalimat ini adalah golongan All芒h, sedangkan orang-orang yang mengingkarinya adalah orang-orang yang mendapatkan murka All芒h dan siksa-Nya.

Kalimat ini adalah syahadat yang paling besar, rukun Islam yang pertama dan terbesar, serta fondasi agama Islam, sedangkan rukun dan kewajiban agama yang lain adalah cabang darinya dan pelengkap baginya.

Kalimat ini juga merupakan nikmat terbesar dari All芒h Azza wa Jalla kepada hamba-Nya, dzikir yang paling utama, dan perkara terberat dalam timbangan kebaikan hamba di hari kiamat.

Kalimat ini merupakan inti Islam, kunci surga yang penuh kesalamatan, perkataan yang paling benar, kebaikan yang paling baik, syahadat yang haq, perkataan yang kokoh, dan kalimat yang paling agung.

Kalimat ini akan menjadi bahan pertanyaan bagi seluruh manusia di hari perhitungan. Dengan sebab kalimat ini buku catatan amal akan diterima dengan tangan kanan atau tangan kiri, dan dengan kalimat ini langit dan bumi menjadi tegak, di atas kalimat ini pula agama seluruh Nabi ditegakkan, dan kiblat ibadah sholat ditetapkan.

[Lihat Rislah Masalah Tauhid wa Fadhlu L ilha illa All芒h, hlm. 89-117, karya Y没suf bin Abdul Hadi; Al-Imn karya Ibnu Mandah, 1/116-315; Majm鈥 Fatw, 3/94; Madrijus Slikn, 3/462, 465; Zdul Ma鈥d, 1/34; Tahqq Kalimat al-Ikhls, hlm. 23, 25, 30; Majm鈥檃h at-Tauhd, 1/137, 141, 175;聽 Durar as-Saniyah, 2/326, 350;聽 Fathul Majid, hlm. 74, 75, 125; Majm鈥檃tur Rasil, 4/295; Qurratu 鈥楿yn Muwahhidin, hlm. 19, 20; Al-Qaulus Sadd, hlm. 19, 20; Ma鈥rijul Qabl, 2/410-415]

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun XIX/1437H/2016M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo 鈥 Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]
_______
Footnote
[1] Disadur oleh Abu Isma鈥檌l Muslim al-Atsari dari kitab Tashl al-鈥楢qdah al-Islmiyyah, hlm. 53-58, penerbit: Darul 鈥楿shaimi lin nasyr wa tauzi鈥, karya Prof. Dr. Abdullah bin Abdul 鈥楢ziz bin Hammaadah al-Jibrin dan beberapa rujkan yang lain.