Agar Terjaga Dari Buruknya Perilaku Anggota Badan

AGAR TERJAGA DARI BURUKNYA PERILAKU ANGGOTA BADAN

اللَّهُمَّ عَافِنِي مِنْ شَرِّ سَمْعِي وَبَصَرِي وَلِسَانِي وَقَلْبِي وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّي

 Ya Allâh! Berilah aku keselamatan dari buruknya pendengaranku, penglihatanku, lidahku, dan hatiku, serta dari buruknya air maniku.[HR. An-Nasai, Al-Bukhâri dalam al-Adabul Mufrad]

Dalam riwayat al-Bukhâri dalam al-Adab al-Mufrad, begitu pula dalam riwayat an-Nasa’i, Syakal bin Humaid berkata, “Wahai Rasûlullâh! Ajarkanlah kepadaku doa yang bisa aku ambil manfaat darinya! Lalu Beliau menjawab: “Katakanlah…! Lalu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan doa di atas.

Sedangkan dalam riwayat at-Tirmidzi, Syakal bin Humaid berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasûlullâh! Ajarkanlah kepadaku doa perlindungan, aku meminta perlindungan dengannya! Lalu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggamit tapak tanganku dan berkata, “Katakanlah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِي، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِي، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِي، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّي

Ya Allâh! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari buruknya pendengaranku, buruknya penglihatanku, buruknya lidahku, dan dari buruknya hatiku serta buruknya air maniku. [HR. At-Tirmidzi] 

Mutiara Hadits

  1. Anggota badan manusia akan dimintai pertanggungjawaban. Allâh berfirman, yang artinya, “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. [Al-Isrâ’ /17:36]. Indra manusia dan anggota tubuhnya merupakan nikmat yang harus disyukuri, dengan memanfaatkan anggota tubuh sesuai tujuan penciptaannya. Dengan begitu ia telah merealisasikan ‘ubudiyyah kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala (penghambaan kepada-Nya). ‘Ubudiyyah sendiri terbagi pada ‘ubudiyyah hati, lisan, dan anggota badan.
  2. Pentingnya memohon keselamatan dari semua keburukan dan sebab-sebabnya.
  3. Memohon perlindungan dari buruknya pendengaran artinya agar selamat dari mendengar hal-hal yang dibenci Allâh k , seperti mendengar ucapan dusta, ghibah, dan sebab-sebab maksiat lain. Juga berlindung agar jangan sampai pendengaran tidak mau mendengarkan kalimat hak.
  4. Memohon perlindungan dari buruknya penglihatan artinya agar selamat dari melihat yang diharamkan; atau memandang orang dengan nada penghinaan; atau melihat ciptaan Allâh tanpa diiringi tafakkur.
  5. Memohon perlindungan dari buruknya lisan artinya agar selamat dari mengucapkan kebatilan atau hal tak berguna, ataupun diam; tidak menyuarakan kebenaran. Dan kebanyakan kesalahan yang membinasakan berpangkal dari lidah.
  6. Memohon perlindungan dari buruknya hati artinya agar hati selamat dari keyakinan yang rusak. Sehingga hati tidak tertuju kepada selain Allâh. Juga agar selamat dari penyakit hati seperti hasad, dan dengki.
  7. Memohon perlindungan dari buruknya mani artinya agar kemaluan terjaga, sehingga tidak ditumpahkan pada tempat yang diharamkan, sehingga ia selamat dari zina dan hal yang menyeret kepadanya.
  8. Disebutkan permohonan perlindungan dari hal-hal di atas secara khusus karena itu adalah sumber setiap keburukan.
  9. Betapa besar perhatian Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , sehingga kala mengajarkan doa ini Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggamit tangan Syakal agar lebih mengena dan lebih perhatian.

[Diambil dari Mir`âtul Mafâtîh 8/231, Bahjat An-Nâzhirîn 2/557, Fiqhul Ad`iyah wal Adzkâr 3/176].

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun XIX/1437H/2016M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]