Doa Nabi Zakariyya Alaihis Salam Memohon Keturunan Yang Shalih

Doa Memohon Keturunan Yg Di Katakan Oleh Nabi

DOA NABI ZAKARIYYA ALAIHIS SALAM MEMOHON KETURUNAN YANG SHALIH

 

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Wahai Rabbku! Berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa. [Âli Imrân/ 3: 38]

Ini adalah doa Nabi Zakariyya Alaihis Salam. Tatkala Allâh Azza wa Jalla memberi rezeki kepada Maryam buah-buahan tidak pada musimnya; buah-buahan musim dingin tersedia pada musim panas terik, dan buah-buahan musim panas tersedia di musim dingin. Melihat itu, Zakariyya Alaihis Salam sangat tergerak untuk mendapatkan anak. Padahal usianya sudah tua, pun istrinya demikian, mandul pula. Namun ia sadar, bahwa yang mendatangkan itu semua untuk Maryam, pasti berkuasa memberinya anak.

Nabi Zakariyya Alaihis Salam berdoa kepada Rabbnya agar dianugerahi keturunan yang baik; baik akhlak dan adabnya, agar nikmat agama dan dunia menjadi sempurna dengan keberadaan mereka.

Doa ini memberi motivasi untuk mendapatkan anak keturunan. Dan ini merupakan sunnah dari para rasul dan shiddiqîn. Maka dari itu Rasul pun melarang Sahabatnya untuk tabattul (tidak menikah), dan mendorong mereka untuk menikah. Sehingga orang yang tidak suka akan sunnah Beliau ini, maka Rasul mengatakan ia bukan bagian dari umatnya. Ini sebagai bantahan atas sebagian orang yang menganggap bahwa orang yang ingin punya anak itu dungu. Rasul sendiri mendoakan keberkahan untuk Abu Thalhah dan istrinya dengan mengatakan.

بَارَكَ اللَّهُ لَكُمَا فِى غَابِرِ لَيْلَتِكُمَا

Semoga Allâh memberkahi kalian berdua untuk malam yang telah kalian lalui.

Dan istrinya pun hamil. Seorang Anshar berkomentar: “Aku lihat (ia mempunyai) 9 anak ; masing-masing ahli dalam al-Qur’an.”

Dan banyak hadits yang mendorong seseorang untuk mempunyai anak. Sebab seseorang bisa mengharapkan manfaat dari keberadaan anak, baik saat ia masih hidup maupun setelah kematiannya. Dan dari anak shalih yang mendoakan orang tuanya, akan terus mengalir pahala bagi seseorang setelah kematiannya.

Maka wajib atas seseorang untuk bersimpuh berdoa penuh khusyuk agar Allâh Azza wa Jalla memberi petunjuk kepada anak dan juga istri sehingga mendapat taufiq, hidayah, keshalihan, kesucian diri dan penjagaan. Dan agar anak dan istri bisa membantu untuk kepentingan agama dan juga dunianya; sehingga dengan keberadaan keduanya akan menjadi besar kemanfaatan seseorang, baik di dunia maupun di akhirat.

Lihat Tafsir Al-Qurthubi; 5/110.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XX/1437H/2017M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]