Apakah Tayamum Khusus Untuk Pria Atau Dibolehkan Untuk Pria Dan Wanita

APAKAH TAYAMUM KHUSUS UNTUK PRIA ATAU DIBOLEHKAN UNTUK PRIA DAN WANITA

Oleh
Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta.

Pertanyaan.
Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta ditanya : Apakah tayamum itu berlaku bagi wanita sebagaimana berlaku bagi kaum pria, ataukah ketentuan tayamum itu dikhususkan bagi pria saja tanpa ditetapkan bagi wanita di saat tidak adanya air untuk melaksanakan shalat ?

Jawaban.
Pada dasarnya semua ketetapan-ketetapan hokum adalah bersifat umum, yaitu berlaku bagi kaum pria maupun kaum wanita kecuali jika ada pengkhususan bagi salah satunya, berdasarkan firman Allah.

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih) ; sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu, Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmatNya bagimu, supaya kamu bersyukur” [Al-Ma’idah : 6]

Maka perintah untuk bertayamum dalam ayat ini adalah bersifat umum bagi kaum pria maupun kaum wanita, jadi mereka mempunyai ketetapan hokum tang sama dalam hal bertayamum, maka ijma ulama menetapkan disyari’atkannya tayamum bagi kaum pria dan kaum wanita.

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah. 5/340]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan terbitan Darul Haq hal 34-35 Penerjemah Amir Hamzah Fakhrudin]

Tayamum Untuk Wanita