Doa Berlindung Dari Empat Hal

Dunia

DOA BERLINDUNG DARI EMPAT HAL

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَعَمَلٍ لَا يُرْفَعُ وَقَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَقَوْلٍ لَا يُسْمَعُ

Ya Allâh, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, amal yang tidak diangkat, hati yang tidak khusyuk, dan ucapan yang tidak didengar

[HR. Ibnu Hibban, Abu Ya’lâ, Ahmad, Ibnu Abî Syaibah, dishahihkan Al-Albâni dalam at-Ta’lîqât al-Hisân no 83 juga dalam Kitab al-‘Ilmi Abu Khaitsamah, hlm. 64]

Doa di atas mengandung permohonan perlindungan kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala dari 4 hal yaitu dari ilmu yang tidak berguna, amal yang tidak diangkat, hati yang tidak  khusyuk, dan ucapan yang tidak didengar.

1. Ilmu yang bermanfaat adalah buah dan faidah dari ilmu. Ilmu yang bermanfaat akan menambah rasa takut kepada Allâh Azza wa Jalla , bisa menjadikan hamba mengerti akan aib dirinya dan kerusakan amalannya serta membuatnya zuhud terhadap dunia.

Ilmu yang tidak bermanfaat yaitu ilmu yang tidak diamalkan dan tidak diajarkan. Yang tidak bisa merubah akhlak, amalan dan ucapan menjadi baik dan shalih. Ilmu tidak bermanfaat akan menjadi siksa dan kecelakaan baginya.

2. Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Ilmu bermanfaat adalah yang merasuk ke dalam hati, sehingga membuahkan ketenangan, rasa takut kepada Allâh Azza wa Jalla , khusyuk, tawadhu’, merasa luluh kepada-Nya. Bila ilmu tersebut tidak menembus hati, namun hanya sekedar menghias lisan semata, maka ini akan menjadi hujjah (bukti) yang akan mencelakakan orang tersebut. Seperti yang dikatakan Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu “Sungguh ada orang-orang yang membaca al-Quran, namun tidak melewati kerongkongan mereka. Akan tetapi bila ilmu ini mengena dalam hati hingga  merasuk kuat di dalamnya, maka itu akan bermanfaat bagi pemiliknya.” [Al-Khusyû’ fî ash-Shalât, hlm. 47].

3. Hati yang tidak khusyuk adalah hati yang tidak tersentuh ketika mendengar wejangan dan nasihat. Hatinya keras, tidak termotivasi ataupun merasa takut ketika mendapatkan targhîb dan tarhîb. Ilmu yang bermanfaat disandingkan dengan hati yang tidak khusyuk, mengisyaratkan bahwa ilmu yang berguna, itulah yang bisa membuahkan khusyuk kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala. Maka hati yang tidak khusyuk, ilmunya tidak bermanfaat, suaranya tidak didengar, doanya tidak diangkat.

4. Amalan yang tidak diangkat; artinya tidak naik ke langit kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala sehingga amalnya tidak diterima. Karena tidak memenuhi syarat diterimanya doa. Dan di antara syaratnya yang paling krusial adalah ikhlas dan mutâba’ah mengikuti Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

5. Adapun ucapan yang tidak didengar, artinya dzikir dan doanya tidak diterima dan tidak dikabulkan. Allâh Subhanahu wa Ta’ala adalah Dzat Yang Memberi manfaat dan madharat. Bila hamba memanjatkan doa kepada-Nya namun tidak dikabulkan, sungguh ia telah merugi. Karena ia telah ditolak dari pintu; di mana kebaikan tidaklah didapatkan kecuali dari-Nya.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XXI/1438H/2017M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]