Bagaimana Rasûlullâh Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam Berdo’a?

BAGAIMANA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALAM BERDO’A?

Pertanyaan.
Assalaamualaikum. Apakah setelah salam dalam shalat wajib seusai berdzikir Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam juga berdoa? Apalah dalam berdoa tersebut Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam sambil angkat tangan? Bolehkah saya berdoa setelah adzan dikumandangkan dengan angkat tangan karena ada lafazh Allâhuma? Syukran atas jawabannya.

Jawaban.
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Semoga ibadah anda semakin mendekati teladan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa salam .

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa salam kadang-kadang juga berdoa setelah shalat. Dalilnya adalah hadits Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu :

وَإِذَا سَلَّمَ مِنَ الصَّلَاةِ قَالَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَالْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ.

“Dan jika Beliau telah usai salam dari shalat, Beliau mengucapkan (doa, yang artinya), ‘Ya Allâh! Ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku sembunyikan maupun aku tampakkan, yang  berlebihan dan yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkau yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau.” [HR. Abu Dawud no. 760, dihukumi shahih oleh al-Albani]

Dan dalam riwayat Abu Dawud dan at-Tirmidzi yang lain disebutkan bahwa doa tersebut Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam baca saat meninggalkan shalat. Redaksi hadits tersebut:

وَيَقُولُ عِنْدَ انْصِرَافِهِ مِنَ الصَّلَاةِ

“Ketika hendak meninggalkan shalat, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam membaca, “……..

Sementara dalam sebagian besar riwayat at-Tirmidzi disebutkan bahwa Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam mengucapkan doa ini antara tasyahhud dan salam.

Ini semua menunjukkan ada doa di antara dzikir Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam setelah shalat wajib. Namun tidak disebutkan bahwa Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam mengangkat tangan dalam doa tersebut, sebagaimana Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam tidak mengangkat tangan dalam doa ketika sujud, saat duduk di antara dua sujud, sebelum salam dan saat khutbah Jum’at. Padahal itu semua doa, dan mengangkat tangan dalam doa adalah sebab terkabulnya doa. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam tidak melakukannya, maka tidak disyariatkan untuk mengangkat tangan saat berdoa dalam kondisi-kondisi di atas.[1]

Adapun kondisi-kondisi doa yang lain yang tidak disebutkan bahwa Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam tidak mengangkat tangan, maka sunnahnya adalah mengangkat tangan. Termasuk dalam hal ini doa di antara adzan dan iqamat dan doa setelah shalat sunnah.[2]

Wallahu a’lam

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun XXI/1438H/2017M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]
_______
Footnote
[1] Majmû’ Fatâwâ Syaikh Bin Baz 6/124.
[2] Majmû’ Fatâwâ Syaikh Bin Baz 11/180.