Pokok-Pokok Manhaj Salaf : Mencari Pembuktian Berdasarkan Ayat Al-Qur’an Dan Hadits Nabi.

POKOK-POKOK MANHAJ SALAF Oleh Khalid bin Abdur Rahman al-‘Ik Bagian Kelima dari Enam Tulisan [5/6] KAIDAH KETIGA MENCARI PEMBUKTIAN BERDASARKAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN DAN HADITS-HADITS NABI Mencari Pembuktian Menurut Pola-Pola Al-Qur’an. Sesungguhnya Al-Qur’an Al-‘Azhim mempunyai pola tersendiri yang khusus untuk mencari pembuktian. Barang siapa yang menempuh pola ini, niscaya ia sampai kepada kebenaran hakiki yang meyakinkan.

Pokok-Pokok Manhaj Salaf : Ta’wil Bisa Dibenarkan Bila Maksudnya Tafsir

POKOK-POKOK MANHAJ SALAF Oleh Khalid bin Abdur Rahman al-‘Ik Bagian Keempat dari Enam Tulisan [4/6] TA’WIL BISA DIBENARKAN BILA MAKSUDNYA TAFSIR Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan[1] : “Sesungguhnya lafal ta’wil menurut pemahaman orang-orang yang suka bertentangan (yakni Ahlul Kalam), bukanlah ta’wil yang dimaksud dalam At-Tanzil (wahyu yang diturunkan). Bahkan bukan pula yang dikenal oleh

Pokok-Pokok Manhaj Salaf : Tidak Mempertentangkan Nash-Nash Wahyu Dengan Akal

POKOK-POKOK MANHAJ SALAF Oleh Khalid bin Abdur Rahman al-‘Ik Bagian ketiga dari enam tulisan [3/6] KAIDAH KEDUA TIDAK MEMPERTENTANGKAN NASH-NASH WAHYU DENGAN AKAL Semua firqah ahli kalam yang suka menakwilkan sifat-sifat Allah, ternyata satu sama lain saling bertentangan, dan secara diametral pendapat-pendapatnya saling berlawanan sama sekali. Untuk membuktikan hal itu, kita tidak perlu pergi terlalu

Pokok-Pokok Manhaj Salaf : Mendahulukan Syara Atas Akal

POKOK-POKOK MANHAJ SALAF Oleh Khalid bin Abdur Rahman al-‘Ik Bagian kedua dari enam tulisan [2/6] KAIDAH PERTAMA MENDAHULUKAN SYARA ATAS AKAL [1] Kaidah yang paling pertama ialah ittiba’ kepada as-salafu ash-shalih dalam memahami, menafsiri, mengimani serta menetapkan sifat-sifat ilahiyah tanpa takyif (bertanya atau menetapkan hakekat bagaimananya) dan tanpa ta’wil (membuat perubahan lafadz/maknanya), juga dalam menetapkan

Pokok-Pokok Manhaj Salaf

POKOK-POKOK MANHAJ SALAF Oleh Khalid bin Abdur Rahman al-‘Ik Bagian pertama dari enam tulisan [1/6] PENDAHULUAN. Sesuatu yang pasti dan tidak mengandung keraguan sedikitpun ialah bahwasanya manhaj salaf adalah manhaj yang bisa diterima oleh setiap generasi dari masa ke masa. Begitulah kenyataannya di sepanjang sejarah dan kehidupan. Hal itu disebabkan keistimewaan manhaj salaf yang senantiasa

Waktu Pemberian Nama Anak Dan Hukum Merayakan Pemberian Nama Anak

WAKTU PEMBERIAN NAMA ANAK Oleh Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta Pertanyaan Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Hari apa yang paling utama untuk menamai anak, sesudah kelahirannya langsung atau pada hari ke tujuh? Apakah boleh dirayakan bersama dengan orang-orang yang tercinta, para sahabat dan tetangga ? Jwaban Waktu penamaan anak

Mengamalkan Tauhid Dengan Semurni-Murninya, Pasti Masuk Surga Tanpa Hisab

BARANGSIAPA MENGAMALKAN TAUHID DENGAN SEMURNI-MURNINYA, PASTI MASUK SURGA TANPA HISAB Oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Firman Allah Ta’ala: إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِّلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang menjadi teladan, senantiasa patuh kepada Allah dan menghadapkan diri ; dan sama sekali ia tidak pernah termasuk orang-orang yang

Ummu Walad

UMMU WALAD Oleh Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri Pengertian Ummu Walad Ummu Walad ialah budak wanita yang digauli pemiliknya dan melahirkan anak darinya, baik laki-laki atau perempuan. Hukum Menggauli Ummu Walad Pemilik budak wanita boleh menggauli budak wanitanya, dan jika budak wanitanya tersebut melahirkan anak, maka ia menjadi ibu dari anaknya tersebut, berdasarkan firman Allah