Zakat Fithri Berupa Uang Di Awal Ramadhan

ZAKAT FITHRI BERUPA UANG DI AWAL RAMADHAN

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bolehkah zakat fithri ditunaikan pada awal-awal Ramadhan dan berupa uang .?

Jawaban.
Mengeluarkan zakat fithri pada awal-awal Ramadhan masih diperselisihkan ulama. Tetapi menurut pendapat terkuat tidak boleh, sebab zakat fithri hanya bisa disebut sebagai zakat fithri bila dilakukan di akhir Ramadhan mengingat fithri (berbuka puasa) berada di ujung bulan. Rasul-pun memerintahkan agar zakat fithri ditunaikan sebelum orang pergi shalat Ied. Disamping itu, ternyata para shahabat melakukannya sehari atau dua hari sebelum hari raya. Begitu pula, mengeluarkan zakat fithri berupa uang masih diperselisihkan ulama.

Tetapi menurutku, zakat fithri harus berupa makanan berdasarkan pernyataan Ibnu Umar berikut :

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكاَةَ الْفِطْرِ صَاعًامِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, menetapkan zakat fithri sebesar satu sha’ tamar (kurma) atau satu sha’ sya’ir (gandum)“.

Abu Sa’id al-Khudry berkata :

كُنَّا نُخْرِجُها عَلَي عَهْدِ رَسُول اللهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَاعًا مِنْ طَعَامٍ وكان طعامُنَا التَمْرُ والشعير والزبيب والأَقِطُ

Kami keluarkan zakat fithri pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, satu sha’ makanan. Ketika itu makanan kami berupa kurma, gandum, buah zabi dan aqath (semacam mentega)“.

Dari kedua hadits diatas dapat dipetik keterangan bahwa zakat fithri hanya dapat dipenuhi dengan makanan, sebab makanan akan lebih nampak kelihatannya oleh seluruh anggota keluarga yang ada. Lain halnya jika berupa uang yang bisa disembunyikan oleh sipenerimanya sehingga tak terlihat syi’arnya bahkan akan berkurang nilainya.

Mengikuti cara yang ditetapkan agama (syara’) adalah yang terbaik dan penuh berkah. Namun ada saja yang mengatakan bahwa zakat fithri berupa makanan kurang bermanfa’at bagi si fakir. Tetapi perlu diingat bahwa makanan apapun akan bermanfaat bagi yang benar-benar fakirnya

Baca Juga  Bolehkah Orang Yang Berhutang Dengan Cara Riba Mengambil Zakat Untuk Melunasi Hutangnya

[Disalin dari buku Fatawa Syaikh Muhammad Al-Shaleh Al-Utsaimin, edisi Indonesia 257 Tanya Jawab, Fatwa-Fatwa Al-Utsaimin, oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, terbitan Gema Risalah Press, Alih bahasa Prof. Drs. KH. Masdar Helmy]