Mandi Hari Jum’at

MANDI JUM’AT DAN BERHIAS, APAKAH UMUM UNTUK LELAKI DAN WANITA?

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Mandi Jum’at dan berhias pada hari itu, apakah umum untuk lelaki dan wanita? Bagaimana hukum mandi sebelumnya, yaitu sehari atau dua hari sebelumnya?

Jawaban
Hukum ini hanya khusus bagi lelaki karena ialah yang menghadiri Jum’at, dan ialah yang diminta untuk berhias ketika keluar. Sedangkan wanita tidak diminta untuk itu. Tetapi setiap orang jika pada tubuhnya terdapat kotoran sudah sewajarnya untuk membersihkannya. Karena hal itu termasuk perkara terpuji yang tidak layak untuk ditinggalkan.

Adapun melakukan mandi Jum’at sehari atau dua hari sebelumnya maka hal ini tidak berfaedah, karena hadits yang menerangkan hal ini menyebutkan bahwa mandi Jum’at khusus dikerjakan pada hari Jum’at mulai terbit fajar sampai menjelang shalat jum’at. Inilah waktu mandi Jum’at, sedangkan melakukannya sehari atau dua hari sebelumnya, maka hal itu tidak berpahala sebagai mandi Jum’at. Dan Allah lah yang member taufiq

[Disalin dari kitab Majmu Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Penerjemah Furqan Syuhada,Qosdi Ridwanullah. Terbitan Pustaka Arafah]

MANDI HARI JUM’AT

Pertanyaan.
Assalâmu`alaikum, ustadz, apakah hukumnya mandi ketika hendak shalat Jumat, sunnah apa wajib? Soalnya ana ( karena bekerja) ketika hari Jum`at tidak sempat pulang ke rumah dulu

Jawaban.
Para Ulama berbeda pendapat tentang hukum mandi bagi orang yang akan pergi shalat Jum’at, apakah wajib atau mustahab (sunat). Pendapat yang râjih (lebih kuat) –Wallâhu a’lam– adalah wajib hukumnya. Ini merupakan pendapat Abu Hurairah , ‘Ammar bin Yasir , Abu Sa’îd al-Khudri , dan al-Hasan Radhiyallahu anhum. Dan satu riwayat dari Imam Mâlik dan Imam Ahmad, serta Ibnu Hazm. Juga pendapat Syaikh al-Albâni, Syaikh al-‘Utsaimîn, dan lainnya.[1] Dalilnya antara lain:

Baca Juga  Hukum Shalat Jum'at Di Dalam Gereja

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ الْجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ

Dari `Abdullâh bin ‘Umar Radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika seseorang dari kamu mendatangi (shalat) jum’at, hendaklah dia mandi”. [HR. Bukhâri, no. 877; Muslim, no. 844]

Di dalam hadits ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan orang yang mendatangi shalat jum’at untuk mandi, sedangkan hukum perintah asalnya adalah wajib. Bahkan di dalam hadits lain, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan dengan tegas bahwa hal itu merupakan perkara yang wajib. Yaitu hadits berikut ini:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ

Dari Abu Sa’îd al-Khudri Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Mandi hari jum’at wajib bagi setiap orang yang telah dewasa”. [HR. Bukhâri, no. 879; Muslim, no. 846]

Jika anda berada di tempat kerja dan tidak sempat pulang untuk mandi, maka anda bisa mandi di tempat kerja atau mandi sebelum berangkat kerja dengan niat untuk mandi Jum’at.

Wallâhu ‘alam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun XIII/1430H/2009M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]
________
Footnote
[1] Lihat Shahîh Fiqih Sunnah 1/168-169; Tamâmul Minnah; dan Syarhul Mumti’