Kubur yang Menanti Kehidupan Sedih dan Gembira

KUBUR YANG MENANTI KEHIDUPAN SEDIH DAN GEMBIRA DI ALAM KUBUR

Daftar Isi
Bab  I: ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah Tentang Kubur

Bab  II: Sebab-Sebab yang Menjadikan Penghuni Kubur Diazab

Kebanyakan Penghuni Kubur Disiksa Sedangkan yang Selamat di Antara Mereka Sangatlah Sedikit

Bab III:
Sebab-Sebab yang Menyelamatkan Seseorang dari Siksa Kubur
Sebab-Sebab yang Menyelamatkan Seseorang dari Siksa Kubur Secara Terperinci :

  1. Mewujudkan Ketauhidan Kepada Allah adalah Sebab Utama Keselamatan dari Siksa Kubur.
  2. Ketaatan Kepada Allah dan Melakukan Amal Shalih adalah Pengaman dari Siksa Kubur
  3. Ar-Ribath (Berjuang di Jalan Allah) adalah Salah Satu Sebab Diselamatkan dari Siksa Kubur
  4. Terbunuh di Jalan Allah (Mati Syahid) Salah Satu Sebab yang Menyelamatkan dari Siksa Kubur
  5. Membaca Surat al-Mulk Bisa Menyelamatkan Seseorang dari Siksa Kubur
  6. Mati Karena Penyakit Perut Merupakan Salah Satu Sebab Diselamatkan dari Siksa Kubur .
  7. Meninggal Pada Malam Jum’at atau Hari Jum’at adalah Salah Satu Sebab Diselamatkan dari Siksa Kubur

Amal orang lain yang bisa menyelamatkan seseorang dari siksa kubur atau amal shalih dan shadaqah jariyah yang ditinggalkannya

Penutup:
Jalan Menuju Keselamatan dari Kesengsaraan di Dunia dan Kesempitan di Dalam Kubur

Daftar Pustaka

Kata Pengantar
Dr. Rabi’ bin Hadi ‘Umair al-Madkhali

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga, para Sahabat, dan semua pengikutnya.  Amma Ba’du:

Baca Juga  Memakan Harta Riba

Saya telah meneliti buku yang sangat berharga ini, sebuah buku yang disajikan oleh seorang pemuda shalih, Asyraf bin ‘Abdil Maqshud, buku ini dituju-kan kepada seluruh umat sebagai bahan pengingat bagi mereka, karena banyak sekali manusia yang tenggelam di dalam hiruk pikuknya dunia sehingga mereka melupakan urusan akhiratnya. Terkadang permainan yang dia lakukan, juga usahanya di dalam mencari dunia telah menyibukkannya dari mengingat kubur dan keadaan-keadaan yang menakutkan. Kubur adalah barzakh (sebuah tembok pemisah) antara dunia dan akhirat, walaupun demikian ia adalah jenjang pertama bagi kehidupan akhirat.

Seorang mukmin akan berbahagia di dalam kubur, lalu ruhnya berada di Surga beterbangan sekehendaknya sebagai balasan atas keimanannya yang benar kepada Allah, kepada para Malaikat, kepada kitab, dan para Rasul. Juga sebagai balasan terhadap keistiqamahan dan keteguhannya di atas segala sesuatu yang dibawa oleh para Rasul, di dalam ‘aqidah, hukum, ibadah, dan jihad dengan tulus hanya untuk mengharap wajah Rabb-nya yang Mahasuci lagi Mahatinggi.

Pemuda ini telah mengumpulkan berbagai sebab yang baik dan bermanfaat yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita. Yang mana hal tersebut merupakan sebab untuk kebahagiaan di alam Barzakh, disusul dengan kenikmatan abadi setelah dibangkitkannya ruh-ruh dan jasad dari kuburnya.

Sedangkan ruh orang kafir dan orang yang selalu melakukan perbuatan maksiat akan berada di dalam kesengsaraan dan adzab akibat kekufurannya terhadap segala sesuatu yang dibawa oleh para Rasul, mereka mengingkari petunjuknya, ‘aqidahnya dan segala syari’at yang dibawanya atau sebagai akibat penyelewengan orang yang beriman dari manhaj mereka (cara beragamanya para Rasul), baik dalam ‘aqidah ataupun pengamalan.

Di dalam kesempatan ini penulis telah menjelaskan berbagai sebab yang bisa mengantarkan seseorang kepada tempat kembali yang menakutkan tersebut, semoga banyak orang yang bisa sadar dari kelalaiannya kembali kepada jalan Allah yang benar dan bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar mereka selamat dari segala keadaan yang menakutkan dan bahaya-bahaya yang menunggunya apabila tidak segera kembali kepada Rabb-nya.

Hanya kepada Allah kami memohon agar buku ini bermanfaat bagi hamba-hamba Allah, tidak lupa semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan keberkahan akan umur penulis juga jerih payahnya di dalam berkhidmat kepada Islam dan seluruh umat Islam. Sesungguhnya Rabb-ku Maha Mendengar do’a. Shalawat beserta salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan kepada para Sahabatnya.

Dr. Rabi’ bin Hadi ‘Umair al-Madkhali
Jum’at, 23 Jumadil Akhir 1407 H./1987 M.

Muqaddimah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

Segala puji hanya milik Allah, hanya kepada-Nya kami memuji, meminta pertolongan, dan memohon ampunan. Kami berlindung kepada Allah dari semua kejelekan jiwa kami dan keburukan perbuatan kami. Siapa saja yang diberikan petunjuk oleh-Nya, niscaya tidak akan ada orang yang dapat menyesatkannya dan siapa saja yang disesatkan-Nya, niscaya tidak akan ada orang yang dapat memberikan petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.

Baca Juga  Istighatsah Pergi Ke Kuburan dan Menyembelih Kambing

يٰاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِه وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melain-kan dalam keadaan beragama Islam.” [Ali ‘Imran/3: 102].

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari jiwa yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) Nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” [An-Nisaa’/4: 1].

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ  ٧٠ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” [Al-Ahzaab/33: 70-71]

Amma ba’du:
Aku telah beristikharah kepada Allah untuk menulis sebuah buku tersendiri dengan judul “al-Qabru, ‘Adzaabuhu wa Na’iimuhu” (Judul dalam Bahasa Indonesia KUBUR YANG MENANTI Kehidupan Sedih dan Gembira di Alam Kubur) dengan harapan agar buku ini tersebar di kalangan kaum muslimin sehingga mereka dapat mengambil berbagai sebab yang menjadikan mereka selamat dan meninggalkan segala sebab yang menjadikan mereka celaka.

Di dalam kitab ini, aku uraikan sebab-sebab yang menjadikan seseorang disiksa di dalam kubur dan sebab-sebab keselamatan di dalam kubur. Sebagai tambahan, kami ungkapkan pula uraian singkat pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengenai keimanan kepada alam kubur, segala sesuatu yang berhubungan dengannya dan sebuah muqaddimah tentang dosa-dosa beserta dampak negatif yang timbul darinya. Aku jelaskan pula berbagai jalan untuk mendapatkan keselamatan dari dosa-dosa, kemudian aku berusaha meringkasnya sesuai dengan kemampuan yang kumiliki.

Buku ini sebelumnya aku perlihatkan kepada guru kami yang mulia, Rabi’ bin Hadi ‘Umair al-Madkhali Hafizhahullah, lalu beliau pun mengoreksinya dan memberikan muqaddimah sekaligus memberikan catatan kepada aku di dalam banyak hal. Semoga Allah membalas semua kebaikannya dan memberikan pertolongan kepadanya di dalam berkhidmat kepada Islam dan kaum muslimin.

Hanya kepada Allah aku memohon semoga kita semua dijauhkan dari kesempitan, kesengsaraan di dalam kubur dan adzab di akhirat. Dia-lah Allah Yang Mahamulia, Mahasuci Engkau wahai Allah, aku memuji kepada-Mu, dan aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau, hanya kepada-Mu aku memohon ampunan dan ber-taubat.

Asyraf bin ‘Abdil Maqshud
Al-Isma’iliyyah, Kamis 14 Jumadil Ula 1407 H.
15 Januari 1987

[Disalin dari Al-Qabru ‘Adzaabul Qabri…wa Na’iimul Qabri Penulis Asraf bin ‘Abdil Maqsud bin ‘Abdirrahim  Judul dalam Bahasa Indonesia KUBUR YANG MENANTI Kehidupan Sedih dan Gembira di Alam Kubur Penerjemah Beni Sarbeni Penerbit  PUSTAKA IBNU KATSIR]

  1. Home
  2. /
  3. B1. Topik Bahasan3 Ibadah...
  4. /
  5. Kubur yang Menanti Kehidupan...