Golongan yang Mendapat Pertolongan Allah itu Berada di Syam

KEUTAMAAN NEGERI SYAM

Keenam: Golongan yang mendapat pertolongan Allah itu berada di Syam.
Berdasarkan hadits yang dikeluarkan oleh Imam Tirmidzi dan Ahmad dari Mu’awiyah bin Qurrah dari ayahnya radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إِذَا فَسَدَ أَهْلُ الشَّامِ فَلَا خَيْرَ فِيكُمْ وَلَا تَزَال طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي مَنْصُورِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ» [أخرجه الترمذي]

Apabila kerusakan terjadi pada penduduk Syam maka sudah tidak ada lagi kebaikan bagi kalian. Senantiasa akan ada dikalangan umatku yang ditolong, yang tidak akan merasa terganggu dari orang yang menyakitinya sampai tegak hari kiamat“. HR at-Tirmidzi no: 2192. beliau mengatakan hadits hasan shahih. Ahmad 24/363 no: 15597.

Dalam redaksi Imam Muslim dibawakan sebuah riwayat dari sahabat Sa’ad bin Abi Waqash radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « لاَ يَزَالُ أَهْلُ الْغَرْبِ ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ » [أخرجه مسلم]

Senantiasa penduduk barat berada diatas kebenaran sampai tegaknya hari kiamat“. HR Muslim no: 1925.

Dan penduduk barat yang dimaksud ialah penduduk Syam, sebagaimana ditegaskan oleh Imam Ahmad, dan dikuatkan hal tersebut oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.[1]

Ketujuh: Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam memberi wasiat supaya pergi ke negeri Syam.
Sebagaimana dijelaskan dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah berpesan pada kami sambil mengatakan:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « سَتَخْرُجُ نَارٌ قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مِنْ بَحْرِ حَضْرَمَوْتَ أَوْ مِنْ حَضْرَمَوْتَ تَحْشُرُ النَّاسَ. قَالُوا: فَبِمَ تَأْمُرُنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: عَلَيْكُمْ بِالشَّأْمِ » [أخرجه أحمد]

“Kelak sebelum hari kiamat datang akan keluar api dari laut Hadra Maut, atau dari Hadra Maut yang akan menggiring umat manusia“. Para sahabat bertanya, “Apa yang anda perintahkan kepada kami wahai Rasulallah? Maka beliau menjawab, “Wajib atas kalian (untuk tinggal di) negeri Syam”. HR Ahmad 9/145 no: 5146.

Delapan: Pujian Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam pada negeri Syam yang dikatakan sebagai tempat tinggal yang baik.
Dijelaskan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud dan Ahmad dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إن فسطاط المسلمين يوم الملحمة بالغوطة إلى جانب مدينة يقال لها دمشق من خير مدائن الشام » [أخرجه أبو داود]

Sesungguhnya negeri berkumpulnya kaum muslimin tatkala banyak fitnah terjadi ada pada tanah rendah disisi Madinah yang disebut negeri Damaskus, disanalah kota terbaik dari kota-kota di Syam“. HR Ahmad 39/412 no: 23985. Abu Dawud no: 4298.

Baca Juga  Ancaman Berbuat Maksiat Di Masjidil Haram

Dalam redaksi lain, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « يوم الملحمة الكبرى فسطاط المسلمين بأرض يقال لها الغوطة فيها مدينة يقال لها دمشق خير منازل المسلمين يومئذ » [أخرجه الحاكم]

Tatkala terjadi fitnah besar maka tempat berkumpulnya kaum muslimin ada pada sebuah negeri yang dikatakan al-Ghutah (Sebuah kota di Siria), disana ada kota yang bernama Damaskus, yang menjadi tempat terbaik untuk tinggal bagi kaum muslimin ketika itu“. HR al-Hakim 5/684 no: 8543.

Sembilan: Tempat turunnya Nabi Isa ‘alaihi sallam diakhir zaman kelak berada di Syam.
Seperti dijelaskan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Muslim dari Nawas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku pernah mendengar langsung dari Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِىَّ دِمَشْقَ » [أخرجه مسلم]

Manakala keadaannya demikian, maka Allah mengutus Masih bin Maryam, lalu dirinya turun di menara putih di sebelah timur kota Damaskus“. HR Muslim no: 2937.

Sepuluh: Dajjal binasa manakala dirinya berada di negeri Syam.
Berdasarkan hadits shahih diatas yang dibawakan oleh Imam Muslim dari sahabat Nawas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam tatkala mengkisahkan datangnya kaum muslimin ke negeri Syam, beliau berkata:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « فَبَيْنَمَا هُمْ يُعِدُّونَ لِلْقِتَالِ يُسَوُّونَ الصُّفُوفَ إِذْ أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ فَأَمَّهُمْ فَإِذَا رَآهُ عَدُوُّ اللَّهِ ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِى الْمَاءِ فَلَوْ تَرَكَهُ لاَنْذَابَ حَتَّى يَهْلِكَ وَلَكِنْ يَقْتُلُهُ اللَّهُ بِيَدِهِ فَيُرِيهِمْ دَمَهُ فِى حَرْبَتِهِ » [أخرجه مسلم]

Tatkala mereka bersiap-siap untuk berperang, lalu mereka meluruskan barisan, dan ketika sholat agak ditegakkan, tiba-tiba turun Isa bin Maryam ‘alaihi sallam lantas dirinya mengimami sholat mereka. Dan ketika musuh Allah (Dajjal) melihat Isa, dirinya meleleh seperti halnya garam meleleh terkena air. Kalau seandainya dibiarkan keadaannya demikian tentu dia akan terus meleleh sampai binasa, akan tetapi, Allah membunuh melalui perantara  tangannya kemudian dirinya memperlihatkan bekas darahnya kepada mereka yang masih tersisa ditombaknya“. HR Muslim no: 2897.

Sebelas: Sebagai tempat tinggal kaum mukiminin.
Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang dibawakan oleh Imam Ahmad dari Salamah bin Nufail radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « أَلَا إِنَّ عُقْرَ دَارِ الْمُؤْمِنِينَ » [أخرجه أحمد]

Ketahuilah sesungguhnya tempat tinggal orang-orang beriman itu adalah Syam“. HR Ahmad 28/165 no: 16965.

Baca Juga  Tentang Keutamaan Ribath di Asqalan

Ibnu Atsir menjelaskan, “Tempat tinggal orang beriman itu adalah Syam. Maksudnya asal dan tempatnya, seakan-akan beliau mengisyaratkan dengan hadits ini pada waktu terjadinya fitnah tatkala Syam pada saat itu menjadi negeri yang aman, dan kaum muslimin selamat serta aman untuk tinggal disana”. [2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengomentari terhadap manakib yang telah lewat penjelasannya diatas, yang terangkum dari al-Qur’an dan Sunah serta penjelasannya para ulama salaf, beliau menjelaskan, “Dan inilah salah satu faktor yang menjadi sandaranku untuk menganjurkan bagi kaum muslimin manakala Tatar menyerang Syam, aku perintahkan pada mereka untuk tetap tinggal di Damaskus serta aku larang untuk meninggalkannya dan pergi ke Mesir.

Kemudian kami meminta bantuan pada pasukan Mesir untuk menuju Syam, sedangkan bala tentara yang sudah berada di Syam tetap tinggal untuk menghimpun kekuatan bersama, dan sungguh benar kejujuran berita yang ada pada hadits-hadits Nabi tersebut tanpa meleset sedikitpun sebagaimana yang bisa kami rasakan manakala kami berjihad melawan pasukan Tatar.

Dan pada saat itu Allah Shubhanahu wa ta’alla menampakan bagi kaum muslimin apa yang telah dijanjikan atas mereka dengan Syam serta keberkahan sebagaimana Allah Shubhanahu wa ta’alla perintahkan pada kami untuk menetapi negeri Syam. Itulah kemenangan terbesar yang belum pernah dirasakan sebelumnya oleh kaum muslimin yang dengan kemenangan telak kaum muslimin mampu mengalahkan pasukan Tatar. Dan sungguh mereka tidak mampu menyerang serta menundukan kaum msulimin sebagaimana dahulu ketika berada di pintu Damaskus pada peperangan besar yang mana Allah ta’ala telah begitu banyak memberi kenikmatan atas kami dengan kenikmatan yang tidak bisa kami hitung baik yang bersifat khusus maupun umum”.

Beliau mengisyaratkan pada peperangan Syaqohab yang terjadi pada tahun 702 H tepatnya pada bulan  Ramadhan yang dimenangkan oleh pasukan gabungan dari Mesir dan Syam dengan panglima pasukan Raja Nashir Qulawan dan diikuti pula oleh Khalifah serta semua penduduk Syam melawan kafir Tatar.[3]

Akhirnya kita ucapkan segala puji bagi Allah Shubhanahu wa ta’alla Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla curahkan kepada Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga beliau serta para sahabatnya.

[Disalin dari  فضائل الشام   Penulis  Syaikh  Amin bin Abdullah asy-Syaqawi, Penerjemah : Arif Hidayatullah , Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad. Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah. IslamHouse.com 2014 – 1435]
______
Footnote
[1] Maaqib Syam wa Ahluhu karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah hal: 79-80.
[2] Nihayah fii Gharibil Hadits wal Atsar 3/271.
[3] Manakib Syam wa Ahlihi oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah hal: 86-87.

  1. Home
  2. /
  3. A8. Palestina (Syam), Mekkah...
  4. /
  5. Golongan yang Mendapat Pertolongan...