Bermakmum Dua Kali Dalam Satu Shalat

BERMAKMUM DUA KALI DALAM SATU SHALAT

Pertanyaan.

Assalamu’alaikum. Saya tinggal diantara dua surau sekitar 300m. Ketika adzan Zhuhur dan Ashar tidak ada orang datang kecuali hanya dua atau tiga orang nenek, diimami oleh muadzin itu sendiri. Kadang saya shalat Zhuhur di surau yang satu  lalu menunaikan shalat Ashar di surau yang satunya lagi. Apakah bid’ah saya shalat dua kali, sehabis bermakmum di surau yang satu terus bermakmum lagi di tempat lain untuk menemani imam yang shalat seorang diri. (pembaca Assunnah di kdr) Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jawaban.

Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga Allâh menambah semangat anda dalam beribadah dan anda juga semakin peduli dengan sesama. Tidak masalah melakukan satu shalat fardhu dua kali di satu waktu. Hanya saja, shalat yang kedua hukumnya tidak disebut wajib, tapi sunnah. Shalat kedua ini wajib bagi imam yang diikuti dan sunnah bagi makmum yang menemaninya. Apa yang anda lakukan mirip dengan kisah Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu berikut:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ كَانَ يُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ، ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى قَوْمِهِ، فَيُصَلِّي بِهِمْ تِلْكَ الصَّلَاة

 (Diriwayatkan) dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu anhu bahwa Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu shalat Isya` bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , kemudian beliau pulang ke kaumnya dan shalat Isya` lagi bersama mereka. [HR. Muslim, no. 465]

Bedanya, dalam shalat kedua Mu’adz Radhiyallahu anhu menjadi imam untuk jamaah masjid kampung beliau.

Dan apa yang anda lakukan juga selaras dengan anjuran Nabi untuk bersedekah kepada orang yang shalat sendirian.

جَاءَ رَجُلٌ وَقَدْ صَلَّى رَسُولُ اللهِ n , فَقَالَ:  أَيُّكُمْ يَتَصَدَّقُ عَلَى هَذَا فَيُصَلِّيَ مَعَهُ؟ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ فَصَلَّى مَعَهُ

Seseorang datang saat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah selesai menunaikan shalat, lalu Beliau bertanya, ‘Siapa diantara kalian yang mau bersedekah kepada orang ini dengan shalat bersamanya?’ Kemudian  seorang pria di antara yang ada di situ berdiri dan shalat bersamanya.” [HR. Ahmad, Musnad, no. 11408. Hadits ini dihukumi shahih oleh al-Albani rahimahullah]

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 07/Tahun XIX/1437H/2016M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]