Permusuhan ISIS Terhadap Dakwah Salaf

Salafi Musuh Isis

KRITIK ISIS TERHADAP KELOMPOK SALAFI

Abu Umar al-Baghdadi –mantan pemimpin organisasi ISIS- pernah menyatakan dalam sebuah rekaman kasetnya yang berjudul Wa’dullah, setelah memvonis murtad terhadap sebagian besar dari orang –orang yang pernah ia ajak dialog dari sejumlah kelompok bersenjata di Irak :

“…. Takutlah kalian kepada Allah, wahai para perajurit dewan politik, baik yang terdahulu maupun yang kemudian, khususnya para pendusta yang mengaku bergabung pada manhaj Salaf. Tinggalkalah bendera-bendera yang akan menggiring kalian ke dalam Neraka Jahannam, dan Neraka Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali”.

Ia melanjutkan : “Jika kalian enggan bertobat sebelum kalian ditangkap, demi Allah, membunuh seorang yang murtad itu lebih aku sukai daripada memenggal 100 kepala orang salib” [1]

Al-Adnani –juru bicara ISIS- menyatakan dalam rekaman kasetnya yang berjudul as-Silmiyyah dinu man? Sebagai berikut:

“Kami tidak ingin mengungkap syubhat kelompok Murjiah modern yang mengabaikan kewajiban jihad! Tidak lama lagi, insya Allah, kaum Mujahidin akan mendapatkan kekuasaan, sehingga mereka akan mengeluarkan isi kepala orang-orang Murjiah tesebut! Jika kalajengking kembali menyengat, kami akan kembali menyerang. Toh sandal sudah siap!”.

Terkait Julukan Murji’ah Modern, Saya ingin sampaikan :

Sebagaimana diketahui oleh siapapun, kelompok takfir[2] seperti mereka ini –dan kelompok-kelompok serupa lainnya dengan jumlah yang tidak sedikit- memberikan gelar kepada para tokoh,[3] syaikh, da’i dan ulama manhaj Salafus Shalih sebagai kelompok Murjiah!

Julukan Murjiah modern pertama kali dilontarkan oleh Abu Muhammad al-Maqdisi, tokoh takfir, dalam bukunya, Imta-un Nazhar[4] fi Kasyfi Syubuhat Murji’ah al-Ashar.

Selanjutnya, secara zalim dan dusta, ide pengkafiran yang menyimpang dan batil itu juga para penganutnya, disebut sebagai kelompok “Salafiyah”, “Salafiyah Jihad”, “Salafiyah Dakwah dan Perang”!.

Padahal Salafiyah sejati dan murni terbebas dari orang-orang seperti mereka ini, dan juga segala perbuatan mereka, baik secara garis besar ataupun secara rinci.

PERMUSUHAN ISIS TERHADAP DAKWAH SALAF

Bahkan, musuh bebuyutan kelompok takfir ini, sebagaimana yang telah jelas, nyata, dan dimaklumi, adalah mereka yang benar-benar berafiliasi pada manhaj Salaf. Karena, mereka inilah satu-satunya kelompok yang berdialog dengan kelompok takfir itu dengan pemahaman yang benar, bersdiskusi dengan mereka berdasarkan dalil, mendebat mereka dengan hujjah, dan membantah mereka dengan argumen.

Anehnya –setelah ini dan bahkan sebelumnya sebagian Jurnalis atau bahkan sebagian Politikus- sangat disayangkan menyatakan bahwa ISIS adalah tunas Salafi! Atau berbagai pernyataan lainnya yang senada. Pernyataan ini benar-benar dapat menenggelamkan umat dalam kebatilan[5].

BAHAYA MENCAMPURADUKKAN ANTARA SALAFI HAKIKI DAN KELOMPOK YANG MENGKLAIM SALAFI, DAN SEBAB YANG MELATARBELAKINYA

Saya merenungkan sebab pengaburan antara Salafi Hakiki dan kelompok yang mengklaim Salaf ini. Setelah itu saya mengetahui bahwa motif utama pengaburan ini adalah pemikiran-pemikiran ikhwan, yang sayangnya semenjak beberapa dekade silam, telah menguasai medan dakwah sosial Islam secara umum.

Untuk membedakan antara para pengusung pemikiran baru ini –sejak perang Afghanistan[6] tepatnya di pertengahan dekade 80 an- dengan para da’i ikhwan, meskipun diakui adanya sebagian penyimpangan dalam pemikiran dan sifat, para Jurnalis dan Politikus menggunakan istilah Salafiyah Jihad, Salafiyah Dakwah dan Perang, dan istilah lainnya.

Seperti itulah pengakuan mereka.

Jika penggunaan istilah tersebut tidak dengan maksud demikian, maka demi Allah, berarti merekalah yang sangat memerangi kelompok Salafiyah dan orang-orang Salafi.[7] Demi Allah, sebenarnya pengakuan mereka itu benar-benar merupakan kebohongan yang nyata. Justru kebalikannyalah yang merupakan kebenaran yang nyata.

Indah sekali riwayat Imam Abu Bakar bin Abu Syaibah dalam al-Mushannaf (no.20281) dan al-Iman (no. 31) dengan sanad shahih dari Sawwat bin Syabih, ia menuturkan:

“Seorang datang menemui Ibnu Umar lalu mengadu, ‘Bahwa di sini ada satu kaum yang menyatakan aku kafir!’. Mendengar pengaduan tersebut, Ibnu Umar mengatakan : ‘Mengapa tidak engkau ucapkan : La ilaha illallah, agar kau dapat mendustakan tuduhan mereka dengan ucapan itu?”

La ilaha illallah ….. La ilaha illallah

Betapa agungnya ilmu , dan betapa buruknya kebodohan!

BAGAIMANA ISIS MUNCUL

Ada satu hal yang terlebih dahulu harus diperhatikan dan diingatkan, yaitu bahwa munculnya ISIS dalam pemberitaan maupun faktanya dilapangan hanya terjadi di beberapa tempat tertentu di Suriah dan Irak saja. Dua negara ini sejak beberapa tahun yang silam memang telah mengalami berbagai macam pergolakan serta perpecahan, perselisihan dan petaka, dan bahkan peperangan seperti yang sama-sama diketahui dan di saksikan. Tidak ada keamanan dan ketentraman di sana.

Ini menjadi bukti kebenaran sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkait ciri-ciri Khawarij :

يَخْوُجُوْنَ عِنْدَاخْتِلاَ فٍ فيٍ النَّاسٍ

“… muncul ketika terjadi perselisihan di tengah-tengah manusia (kaum muslimin)”[8]

Sebaliknya, Nabi kita pernah menyampaikan :

عْلَمُ النَّاسِ أَبْصَرُ هُمْ بِالْحَفِّ إِذَااخْتَلَفَتِ النَّاس

“Orang yang paling berilmu adalah yang paling mengetahui kebenaran, ketika orang-orang berselisih”[9]

Kita memohon kepada Allah Azza wa Jalla semoga menjadikan kita semua sebagai bagian dari mereka.

Imam Ibnu Katsir ad-Dimasyqi (w.774H) menuturkan di dalam kitabnya, al-Bidayah wan Nihayah (X/584) ketika menulis rangkaian peristiwa di tahun 37H ; inilah rentang waktu yang sangat penting dalam sejarah Ahlus Sunnah, tatkala mereka mengalami berbagai penindasan, penyesatan dan perilaku buruk dari Khawarij:

“… andaikan mampu, mereka (Khawarij) pasti merusak bumi secara keseluruhan (Irak dan Syam), tanpa menyisakan anak kecil maupun orang-orang dewasa, laki-laki maupun wanita. Karena menurut mereka, orang-orang telah berbuat kerusakan hebat yang tidak layak diperlakukan seperti apapun, selain dibunuh secara keseluruhan…”

Seperti itulah kenyataan mereka, orang-orang Khawarij. Semua itu akan menjadi saksi yang menyudutkan mereka.

[Disalin dari kitab Da’isy al-Iraqi wa asy-Syam fi Mizanis Sunnah wal Islam, edisi Indonesia ISIS Khilafah Islamiyah atau Khawarij, Penulis Syaikh Ali Hasan al-Halabi (1436H/2015M), Penerjemah Umar Mujtahid, Lc. Penerbit Pustaka Imam Asy-Sfai’i, Ramadhan 1436H/Juli 2015M]
______
Footnote

[1] Sehubungan dengan ini, mari kita ingat perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu Fatawa (XXVIII/528) :”Salah satu celaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap Khawarij adalah sabda beliau:

يَقْتُلُونَ أَهْلَ ألإِسلاَم، وَيَدَعُونَ أَهْلَ ألأَوَثَانِ

“Mereka (Khawarij) membunuh orang-orang Islam, namun membiarkan para penyembah berhala” [HR Al-Bukhari no.3344 dan Muslim no. 1064 dari Abu Sa’id al-Khudri. Inilah realita dan kondisi umum mereka.

[2] Beberapa waktu yang lalu, salah seorang tokoh mengingkari kami menyematkan julukan kelompok takfir ini kepada kelompok seperti mereka. Namun setelah itu, kami melihatnya –juga tokoh-tokoh lain- menggunakan istilah tersebut. “Sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar”, “Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar”

[3] Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan dalam Masa’il Harb al-Kirmani (III/986) :”Aku melihat para pengikut hawa nafsu, bid’ah dan perselisihan menyebut Ahlus Sunnah dengan sejumlah julukan buruk, dengan maksud mereka mencela dalam melecehkan mereka di mata orang-orang lemah akal dan bodoh. Khawarij menyebut Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagai Murji’ah. Khawarij berdusta. Justru, merekalah yang Murji’ah. Mereka mengaku berada di atas iman dan kebenaran, sementara  yang lain tidak, dan siapa pun yang tidak sependapat dengan mereka kafir!”. Lihat Thabaqat al-Hanabilah, karya Ibnu Abi Ya’la (I/37)

[4] Seharusnya disebut Imna’un Nazhar(mencegah pandangan), bukanya Imta’un Nazhar (memanjakan pandangan), karena buku ini mengandung banyak sekali kebohongan, kesesatan dan penyesatan

[5] Siapapun yang mengamati pernyataan, pemikiran dan peta-peta ISIS, tentu mengetahui ambisi mereka untuk menginvasi dan menguasai seluruh negara Arab-Islam

[6] Mereka dijuluki, selama beberapa waktu, orang Afghanistan Arab, Itulah mereka.

[7] Siapa saja dari mereka yang menisbatkan diri pada kelompok Salaf dan Salafiyah, itu merupakan penisbatan keliru dan menyesatkan. Mereka ingin menyebarkan pemikiran-pemikiran menyimpang melalui pengakuan seperti  itu. Adakah yang mau mengambil pelajaran.

Salafiyah sejati sama sekali bukan berupa golongan, peperangan, petaka, ataupun musibah bagi umat. Silakan anda lihat penjelasan selanjutnya pada bahasan bahaya vonis kafir yang serampangan. Salafiyah sejati adalah pendidikan, bimbingan, cahaya, ilmu, kesabaran, petunjuk, dan rahmat. Memang, para penganut dan da’i Salafiyah hanyalah manusia biasa, mereka bisa benar dan bisa saja keliru, bisa tahu dan bisa pula tidak tahu.

[8] HR Ibnu Abi Ashim dalam as-Sunnah (no. 923), Ibnu Abi Syaibah (no. 37932) dan Ibnu Abdilbarr dalam at-Tamhid (XXIII/331), dari Abu Sa’id al-Khudri dengan sanad Hasan

[9] Hadits ini memiliki dua jalur periwayatan, sehingga statusnya menjadi hadits Hasan, seperti disampaikan syaikh Imam al-Albani dalam at-Ta’liqat ar-Radhiyyah ‘alar Raudh an-Nadiyyah (II/150) dengan tahqiq saya.